Pengiriman smartphone secara global mengalami kenaikan sebesar 2,3% secara tahunan pada kuartal keempat 2025. Menurut data awal dari International Data Corporation (IDC), total pengiriman mencapai 336,3 juta unit dalam periode ini. Peningkatan ini terjadi meski industri menghadapi tantangan berat seperti kelangkaan chip memori, tarif perdagangan baru, hingga gangguan lain yang berdampak ke rantai pasok.
Samsung dan Apple menempati posisi teratas pasar smartphone dunia pada periode ini. Samsung mengapalkan 61,2 juta unit, memegang pangsa pasar sebesar 18,2% secara global. Apple mencatat pengiriman lebih tinggi, yakni 81,3 juta unit dengan porsi pasar 24,2%. Kedua raksasa teknologi ini memperlihatkan kinerja terbaik di tengah persaingan ketat dan dinamika industri.
Dominasi Samsung dan Kesuksesan Galaxy Z Fold 7
Samsung menjadi salah satu produsen dengan kinerja paling menonjol pada kuartal keempat. Penjualan seri Galaxy Z Fold 7 mengalami lonjakan tajam, bahkan penjualannya di Amerika Serikat melampaui Galaxy Z Fold 6 hingga 50% dalam waktu peluncuran yang sama. Tren serupa terjadi di Eropa Barat, Galaxy Z Fold 7 terjual dua kali lipat dibanding pendahulunya selama empat minggu pertama. Kontribusi kuat dari lini foldable dan Galaxy A-Series berbasis AI membuat Samsung mencatatkan periode terbaik sejak 2013.
Pencapaian Galaxy Z Fold 7 berperan besar dalam memperkokoh posisi Samsung sebagai penguasa pasar foldable global, memegang 64% porsi dari keseluruhan segmen tersebut. Kinerja ini dinilai sebagai penanda bahwa konsumen semakin terbuka dengan inovasi perangkat layar lipat, khususnya di pasar premium.
Apple Tetap Kokoh di Puncak Pasar Premium
Apple tetap memimpin industri smartphone dengan 24,2% pangsa pasar global. Pengiriman yang tinggi di segmen premium, seperti iPhone terbaru, mengindikasikan daya tarik produk-produk flagship masih sangat tinggi di kalangan pengguna. Nabila Popal, Direktur Riset Senior untuk Worldwide Client Devices di IDC menegaskan, pengguna kini lebih cenderung memilih perangkat kelas atas dengan teknologi mutakhir.
Konsistensi Apple dalam mempertahankan kualitas produk dan ekosistem menjadi daya tarik utama, terbukti dari tingginya angka pengiriman meski kompetisi dari produsen lain terus meningkat. Banyak pengguna mencari fitur canggih dan performa tinggi, yang menjadi nilai jual utama produk Apple.
Tantangan dan Performa Merek Tiongkok
Merek dari Tiongkok seperti Xiaomi, Vivo, dan OPPO masih mendominasi tiga besar setelah Apple dan Samsung dari sisi volume pengiriman. Namun, mereka menghadapi sejumlah hambatan baru, termasuk persaingan harga, peluncuran produk, sampai perubahan kebijakan pasar domestik.
Berikut data pengapalan dan pangsa pasar brand utama pada periode ini:
- Apple: 81,3 juta unit (24,2% pangsa pasar)
- Samsung: 61,2 juta unit (18,2%)
- Xiaomi: 37,8 juta unit (sekitar 11%)
- Vivo: 27 juta unit (8%)
- OPPO: 26,9 juta unit (8%)
Xiaomi tetap berada di posisi ketiga meski angka penjualannya menurun secara tahunan. Salah satu penyebab penurunan berasal dari kenaikan harga dan persaingan ketat di dalam negeri sendiri. Vivo mendapatkan dorongan pertumbuhan dari performa solid di pasar India, sedangkan OPPO terbantu peluncuran produk terbarunya di China.
Perubahan Struktur Pasar dan Segmen Lainnya
IDC mencatat, kategori merek-merek lain seperti Google, Motorola, dan Honor yang masuk dalam kelompok “others” kini menyumbang 30,4% pasar atau turun dari 31,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menandakan adanya konsentrasi pasar di vendor-vendor utama, sementara inovasi dan adopsi konsumen di segmen menengah cenderung stagnan.
Secara total, pengiriman smartphone untuk sepanjang tahun mencapai sekitar 1,26 miliar unit, naik 1,9% dari tahun sebelumnya. Momen libur akhir tahun disebut menjadi salah satu pemicu utama peningkatan penjualan ini. Industri smartphone berhasil menutup tahun dengan catatan positif meski dihantam sejumlah masalah global.
Tren ini menunjukkan bahwa permintaan smartphone, khususnya di segmen premium dan inovasi seperti perangkat foldable, akan tetap tinggi. Merek-merek utama diharapkan memperkuat inovasi produk dan adaptasi teknologi baru untuk mempertahankan daya saing pada tahun mendatang.




