Steam Wajibkan Developer Ungkap Penggunaan AI di Game, Kecuali Alat Latar Belakang

Valve baru-baru ini memperbarui regulasi Steam terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam game, mewajibkan pengembang untuk mengungkapkan secara transparan penggunaan AI yang dapat terlihat, terdengar, atau berinteraksi langsung dengan pemain. Perubahan ini tidak menargetkan efisiensi kerja pengembang yang menggunakan AI di belakang layar, tetapi fokus pada konten-konten berbasis AI yang langsung berdampak pada pengalaman pengguna di dalam game.

Langkah ini menjawab kebutuhan pengguna dan komunitas game yang membutuhkan kejelasan tentang kapan dan bagaimana AI digunakan dalam game yang mereka mainkan. Valve memperjelas perannya sebagai platform distribusi digital yang bertanggung jawab atas keamanan dan transparansi konten yang dipasarkan kepada jutaan pengguna Steam di seluruh dunia.

Fokus Utama Peraturan Baru Steam

Valve menggarisbawahi dua kategori utama penggunaan AI yang kini wajib diungkapkan oleh para pengembang. Pertama, pengembang harus melaporkan apabila mereka menggunakan generative AI untuk membuat konten game yang akan dirilis. Konten tersebut termasuk gambar, ilustrasi, musik, elemen cerita, terjemahan, deskripsi halaman toko, hingga materi promosi pemasaran.

Kedua, wajib juga untuk mendeklarasikan jika dalam game terdapat sistem yang menghasilkan konten AI secara dinamis saat permainan berlangsung. Ini meliputi gambar, audio, teks, hingga elemen lain yang diproduksi secara real time ketika pemain berinteraksi dengan game.

Kewajiban Pengembang dalam Pengungkapan AI

Pengembang yang menggunakan AI generatif untuk membuat aset atau konten game diwajibkan menulis penjelasan singkat mengenai penggunaan tersebut. Informasi ini kemudian akan ditampilkan secara terbuka pada bagian "About This Game" di halaman store Steam masing-masing game. Penjelasan tersebut dapat diperbarui sewaktu-waktu seiring adanya perubahan penggunaan AI di dalam game.

Untuk game yang menghasilkan konten berbasis AI selama sesi permainan, Valve menekankan adanya tanggung jawab ekstra bagi pengembang untuk memastikan tidak ada konten yang bersifat ilegal, ofensif, maupun tidak pantas yang lolos ke pemain. Kategori ini mencakup penggunaan AI yang dapat membuat grafis, suara, atau narasi secara spontan berdasarkan interaksi pengguna.

Peran Steam dalam Mengatur Kehadiran AI di Game

Valve menegaskan, penggunaan AI sebagai alat bantu dalam proses pengembangan, seperti untuk membantu penulisan kode atau editing gambar secara internal, tidak wajib dilaporkan atau diumumkan secara publik. Regulasi ini hanya berlaku untuk AI yang menghadirkan dampak langsung kepada pemain.

Steam juga memperkenalkan sistem pelaporan untuk mengendalikan dan memonitor potensi pelanggaran yang mungkin terjadi akibat penggunaan AI real-time dalam game. Pemain bisa melaporkan konten yang dianggap bermasalah langsung melalui Steam Overlay saat bermain.

Konsekuensi dan Penegakan Aturan

Pihak Valve memberi peringatan tegas bahwa tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan pengembang terkait pengelolaan dan pengawasan output AI dalam game mereka. Bila ditemukan kasus pengembang gagal mencegah beredarnya konten ilegal atau tidak pantas yang dihasilkan oleh sistem AI, Valve berhak untuk menghapus game tersebut dari platform Steam.

Valve mengumumkan bahwa, dengan adanya pembaruan aturan ini, mereka bertujuan untuk menjaga pengalaman pengguna tetap aman sekaligus memberikan kejelasan mengenai inovasi teknologi yang dibawa oleh AI dalam industri video game.

Berikut ini ringkasan poin utama regulasi dan kewajiban pengembang terkait penggunaan AI di Steam:

  1. Penggunaan generative AI untuk pembuatan konten, deskripsi, atau materi pemasaran wajib diungkapkan dengan pernyataan publik.
  2. Penggunaan AI yang menghasilkan konten dinamis saat gameplay juga harus dilaporkan kepada Valve.
  3. Penggunaan AI di belakang layar untuk efisiensi internal tidak wajib diungkapkan.
  4. Pengembang bertanggung jawab penuh atas filterisasi dan pengawasan output AI agar aman dan legal.
  5. Steam menyediakan sistem pelaporan, dan pelanggaran dapat berujung pada penghapusan game.

Regulasi baru ini diharapkan bisa menjadi acuan transparansi, meminimalkan risiko keamanan konten AI, serta menjaga kepercayaan pemain terhadap kualitas dan etika dalam industri game digital. Valve terus memantau keefektifan kebijakan ini sembari mendukung inovasi teknologi, dengan tetap mengutamakan pengalaman dan keselamatan semua pengguna Steam.

Terkait