Bos Asus Umumkan Hentikan Peluncuran Ponsel, Fokus ke Teknologi AI dan Smart Glasses

Perubahan besar terjadi dalam industri perangkat mobile setelah pernyataan tegas dari Jonney Shih, Chairman Asus. Ia menyampaikan bahwa Asus akan menghentikan peluncuran smartphone terbaru untuk sementara guna mengalihkan fokus ke teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya smart glasses dan robotika.

Langkah ini berarti para konsumen tidak akan lagi melihat rilisan baru dari lini ponsel Zenfone maupun ROG Phone dalam waktu mendatang. Meski demikian, perangkat yang sudah beredar tetap akan mendapat dukungan dan pembaruan dari perusahaan selama masa transisi.

Fokus pada AI dan Potensi Pasar Baru

Ketatnya persaingan di pasar smartphone turut menjadi alasan utama di balik keputusan Asus. Dalam pernyataan terbaru, Shih menegaskan, “Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan,” seperti dikutip dari Money UDN. Perusahaan kini memilih untuk mengejar peluang di sektor AI yang dinilai memiliki potensi profitabilitas lebih tinggi dibandingkan ponsel.

Dua bidang utama yang menjadi target pengembangan Asus ke depan, yakni AI robot & robotics serta AI glasses. Data keuangan Asus turut memperkuat alasan strategi baru ini, mengingat lonjakan pendapatan sebesar 26,1 persen yang didorong oleh ekspansi layanan server AI mereka.

Smart Glasses: Inovasi atau Risiko Strategis?

Smart glasses sebelumnya telah diperkenalkan oleh sejumlah nama besar seperti Google dan Apple, namun belum sepenuhnya diterima pasar. Asus, yang selama ini kurang mendominasi pasar smartphone, berupaya memanfaatkan kecanggihan AI agar perangkat smart glasses tidak lagi sekadar barang niche.

Adopsi AI memungkinkan kacamata pintar menampilkan beragam fitur interaktif, misalnya terjemahan real-time, navigasi visual, serta interaksi dengan ekosistem digital secara lebih alami. Inilah kesempatan yang ingin dioptimalkan Asus untuk membedakan diri dari kompetitor.

Transformasi Produk: Dari Smartphone ke Platform AI

Pergeseran fokus ini juga memicu prediksi bahwa Asus akan mengganti chip Qualcomm yang selama ini digunakan pada lini smartphone mereka. Nantinya, perangkat seperti laptop Asus akan semakin banyak mengadopsi prosesor Snapdragon X, yang terkenal dengan efisiensi dan kapabilitas pemrosesan AI.

Di samping itu, platform Dragonwing dari Qualcomm menjadi pilar penting rencana Asus untuk menghadirkan robot otonom yang lebih canggih dan mandiri. Hal ini merefleksikan tren global, di mana perusahaan teknologi berlomba menciptakan sinergi antara hardware dan AI dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Dampak pada Konsumen dan Harga Produk

Shih juga mengungkapkan dampak isu kekurangan memori global yang mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Kondisi ini telah membuat beberapa harga perangkat Asus mengalami penyesuaian.

Namun, perusahaan mengklaim mengandalkan strategi “design thinking” serta kolaborasi rantai pasok untuk menjaga ketersediaan dan harga tetap kompetitif bagi konsumen. Asus juga telah menyiapkan stok komponen penting agar kenaikan harga tambahan dapat dihindari dalam waktu dekat.

Perubahan Arah Besar di tengah Revolusi AI

Daftar perubahan utama yang diberlakukan Asus mencakup:

  1. Menghentikan peluncuran smartphone baru (Zenfone, ROG Phone) untuk waktu yang belum ditentukan.
  2. Mendukung penuh model lama dalam masa transisi.
  3. Mengalihkan prioritas investasi ke divisi smart glasses dan robotika berbasis AI.
  4. Mengadopsi prosesor Snapdragon X untuk lini laptop masa depan.
  5. Menyesuaikan harga produk dengan mempertimbangkan kelangkaan komponen memori.

Langkah Asus tidak hanya merefleksikan ketatnya kompetisi di dunia smartphone, namun juga besarnya potensi teknologi AI dalam membentuk generasi baru perangkat elektronik. Industri kini menanti apakah pendekatan berani melalui smart glasses dan AI robotics ini dapat membawa Asus menjadi pelopor dalam era baru inovasi perangkat konsumen yang lebih cerdas.

Terkait