Alter Ego berhasil melaju ke Grand Final M7 World Championship usai menyingkirkan Selangor Red Giants (SRG) dengan skor 3-1 di Final Lower Bracket. Pertandingan yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan ini memperlihatkan dominasi dan ketangguhan AE dalam menghadapi tekanan besar pada fase gugur.
Sejak game pertama, Alter Ego tampil agresif dan superior. Mereka langsung memberikan tekanan keras di seluruh lane, memaksa SRG bermain defensif dan kesulitan mempertahankan objektif awal seperti Turtle dan turret. Keunggulan ekonomi AE berlanjut, tercatat mereka menutup game pertama dengan selisih lebih dari 5.000 gold dalam waktu sekitar 12 menit. Rotasi pemain yang cepat dan koordinasi tim membuat SRG kewalahan sejak awal.
Pada game kedua, SRG mencoba bertahan dengan strategi sustain yang lebih kuat. Namun, pendekatan tersebut belum mampu meredam agresivitas AE yang konsisten memanfaatkan celah dan kesalahan lawan. AE terus memegang kendali permainan, menggunakan momen perebutan Turtle untuk menimbulkan efek snowball yang semakin membuat jarak skor melebar menjadi 2-0.
SRG tidak menyerah begitu saja. Di game ketiga, mereka mulai tampil lebih terorganisir dengan rotasi disiplin dan pengambilan posisi yang lebih baik, terutama di mid game. Pendekatan sabar ini membuat mereka mengamankan sejumlah objektif penting dan memperlambat tempo permainan AE. Hasilnya, mereka berhasil meraih poin kemenangan dan memperkecil skor menjadi 1-2.
Namun, momentum kebangkitan SRG tak bertahan lama. Di game keempat, Alter Ego menunjukan kontrol peta dan pengelolaan wave minion yang lebih baik. Dengan visi map yang superior serta rotasi efektif, AE sukses mengamankan Lord Evolved pada menit ke-18. Keberhasilan ini menjadi titik balik dramatis yang akhirnya membuat SRG tertekan dan bermain bertahan. AE pun mengeksekusi team fight penentuan dengan rapi, memanfaatkan posisi dan komunikasi yang solid sehingga pertahanan SRG runtuh dan pertandingan berakhir 3-1.
Salah satu kunci kemenangan Alter Ego adalah performa impresif dari Yazukee yang dinobatkan sebagai Star of the Day oleh akun resmi MLBB Esports. Yazukee mencatat 48 kills, average damage per minute (DPM) 3.399, dan kill participation (KP) sebesar 75 persen sepanjang fase Knockout. Ia juga menunjukkan fleksibilitas dengan memainkan enam hero berbeda dan konsistensi tinggi dalam pertandingan berat melawan lawan-lawannya yang kompetitif.
Perjalanan Alter Ego menuju Grand Final tidak mudah. Mereka harus bertahan di Lower Bracket setelah kalah dari Aurora Gaming PH dan menghadapi laga hidup mati di setiap pertandingan. Kemenangan penting atas Team Liquid PH menjadi modal mental berharga sebelum menghadapi SRG dalam partai menentukan. Strategi matang dan ketangguhan mental AE dalam rubrik tekanan turnamen besar kembali mengangkat harapan Indonesia untuk meraih gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang.
Grand Final M7 World Championship akan mempertemukan Alter Ego dengan Aurora Gaming PH. Duel ini diprediksi akan sangat sengit dan menjadi pertempuran klas terbaik dari dua region kuat dengan gaya bermain agresif dan strategi disiplin. Keberhasilan AE menembus babak puncak menjadi bukti bahwa skena esports Indonesia masih memiliki potensi besar untuk bersaing di ajang global.
Perjalanan AE dari Lower Bracket hingga ke Grand Final menunjukkan mereka mampu belajar dari kekalahan dan terus memperbaiki performa di momen-momen kritis. Dukungan fanbase Alter Champs juga menjadi motivasi tambahan untuk meraih prestasi bersejarah. Kini Alter Ego hanya selangkah lagi mengukir nama sebagai juara dunia M7 sekaligus mempererat posisi Indonesia di peta esports internasional.





