Gizi pada anak balita menjadi isu krusial dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif yang berkepanjangan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program penanggulangan stunting nasional, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli melaksanakan inisiatif “Cegah Stunting Itu Penting” di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini dijalankan secara komprehensif untuk membantu mengurangi angka prevalensi stunting sekaligus mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 2 yang bertujuan mengakhiri kelaparan.
Implementasi Program di Berbagai Daerah
Kegiatan program BRI Peduli telah digelar di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara dan Puskesmas Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, program ini memberikan paket nutrisi bergizi untuk anak stunting serta paket makanan tambahan khusus untuk ibu hamil dan balita. Selain itu, BRI menyediakan perangkat antropometri yang meliputi timbangan digital, timbangan bayi, infantometer, stadiometer, dan tensimeter digital guna memudahkan pengukuran tumbuh kembang anak secara akurat di fasilitas kesehatan.
Edukasi gizi dan pola asuh juga menjadi bagian integral dari kegiatan ini. Pendekatan menyeluruh ini menyasar tidak hanya balita dan ibu hamil, tetapi juga remaja putri serta orang tua. Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pencegahan stunting sejak dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh dan gizi seimbang.
Dukungan Terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata BRI dalam mendukung upaya pemerintah mencegah stunting dan mendukung pembangunan berkelanjutan. “Pencegahan stunting bukan saja masalah kesehatan, tapi tanggung jawab bersama untuk membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Sejak tahun 2022, program BRI Peduli ini sudah menjangkau 7.783 warga yang terdiri dari ibu hamil, balita, orang tua, dan remaja putri. Bantuan berupa paket antropometri telah disalurkan sebanyak 130 paket yang digunakan di 49 posyandu dan puskesmas tersebar di wilayah seperti Jakarta, Padang, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Makassar, Banjarmasin, dan Manado.
Fokus di Kecamatan Cilincing: Penanganan Stunting Berbasis Komunitas
Cilincing merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting kategori sedang di Jakarta Utara. Terdapat 55 anak dalam tahap pemulihan dan 150 anak berisiko stunting yang sedang mendapatkan penyuluhan. BRI Peduli melakukan kegiatan seperti sosialisasi pencegahan stunting, pemberian paket makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan distribusi alat antropometri.
Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Cilincing, Masliani Novaria, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan BRI Peduli. Menurutnya, penanganan stunting butuh kolaborasi multipihak dan tidak cukup hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dukungan dari berbagai institusi dan masyarakat sangat penting untuk percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Langkah-Langkah Kerja Sama BRI Peduli dalam Program Pencegahan Stunting
- Menyalurkan paket nutrisi bergizi kepada anak stunting dan ibu hamil.
- Memberikan paket makanan tambahan yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
- Menyediakan antropometri kit yang terdiri dari alat ukur pertumbuhan anak untuk posyandu dan puskesmas.
- Melaksanakan edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua, ibu hamil, dan remaja putri.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis di lokasi pelaksanaan.
- Melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait pencegahan stunting.
Upaya ini tidak hanya menurunkan prevalensi stunting, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup anak-anak Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi nasional dalam menyukseskan program pencegahan stunting secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan generasi yang sehat dan produktif di masa depan.




