Void War, sebuah game roguelite yang menggabungkan mekanisme FTL dengan dunia Warhammer, tiba-tiba ditarik dari Steam setelah mendapat klaim DMCA. Game ini diluncurkan pada Juni tahun lalu dan menerima sambutan hangat dari penggemar genre, namun langkah Steam menariknya pada akhir Januari menjadi sorotan komunitas.
Permainan Void War mengusung nuansa dan gameplay FTL yang ikonik, dengan latar belakang dunia distopia Warhammer yang penuh konflik. Pengembang mengungkapkan bahwa penghapusan tersebut berasal dari klaim pelanggaran hak cipta yang diajukan Games Workshop. Namun, pengembang belum menerima komunikasi lebih lanjut dari pihak Games Workshop selain pemberitahuan dari Valve.
Kronologi Penarikan Void War dari Steam
- Void War dirilis resmi dan dipasarkan di Steam sejak Juni.
- Game mendapat penerimaan positif dan menampilkan gameplay ala FTL dalam setting Warhammer.
- Pada 22 Januari, pengembang mengumumkan game telah dihapus dari Steam.
- Beberapa hari kemudian terungkap bahwa penghapusan terkait DMCA notice dari Games Workshop.
- Valve hanya menyebutkan sumber pengaduan melalui kontak publik GM dan nama “Mal Reynolds.”
- Pengembang menyatakan akan mengikuti proses DMCA standar untuk mengembalikan game ke Steam.
Adanya nama “Mal Reynolds” dianggap janggal karena merujuk pada tokoh fiksi serial Firefly, sehingga muncul dugaan bahwa pihak Games Workshop mungkin menggunakan alias tersebut atau perwakilan resmi untuk pengajuan DMCA. Pengembang tetap optimistis dan menunggu respons resmi sambil berupaya agar Void War kembali bisa diakses lewat Steam.
Latar Belakang FTL dan Warhammer
FTL: Faster Than Light merupakan game roguelike indie yang dikembangkan oleh Subset Games pada 2012. Pemain mengendalikan kru kapal luar angkasa dalam perjalanan melintasi sektor musuh demi menyelamatkan informasi penting. FTL terkenal karena pendanaan crowdfunding sukses melalui Kickstarter, melampaui target awal $10.000 menjadi $200.000 lebih.
Warhammer, ciptaan Games Workshop, adalah game strategi wargame tabletop dengan tema dark sci-fi dystopia penuh peperangan dan konflik antar ras. Slogan “In the grim darkness of the far future, there is only war” menegaskan atmosfer suram dunia ini. Franchise Warhammer telah meluas ke beragam media, termasuk video game seperti Space Marine, Vermintide, dan Rogue Trader, serta adaptasi TV dan animasi.
Tantangan dalam Penggunaan IP Warhammer
Permainan berbasis Warhammer kerap mengandalkan lisensi ketat dari Games Workshop. Perusahaan ini sangat protektif terhadap pelanggaran hak cipta dan trademark. DMCA (Digital Millennium Copyright Act) menjadi senjata utama dalam melindungi aset intelektual mereka.
Void War, walaupun terinspirasi terutama oleh elemen Warhammer, bukan produk resmi dan berpotensi melanggar hak cipta. Ini menyebabkan pengusiran dari Steam, yang biasanya cepat merespons klaim DMCA demi kepatuhan hukum dan menghindari komplikasi hukum lebih lanjut.
Dampak terhadap Komunitas dan Industri
Penarikan Void War memunculkan kekhawatiran di kalangan pengembang indie yang ingin mengangkat tema besar tetapi berhati-hati menghadapi hak cipta. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana IP besar seperti Warhammer dapat mempengaruhi distribusi dan pengembangan kreatif game indie.
Valve sendiri selaku platform distribusi utama di PC berperan penting dalam menengahi kasus DMCA. Mereka biasanya menawarkan prosedur banding, namun tetap menanggapi klaim dari pemilik IP dengan serius untuk mencegah pelanggaran hukum.
Pengembang Void War juga sedang mempertimbangkan alternatif lain seperti itch.io dimana game masih bisa diunduh. Platform tersebut relatif lebih longgar soal pengelolaan hak cipta dan memberi kebebasan pada pengembang untuk mendistribusikan karya mereka.
Void War kini menjadi studi kasus mengenai batasan kreativitas dalam industri game, terutama ketika melibatkan IP terkenal dan protektif. Ke depan, pengembang indie perlu mewaspadai aspek legal saat ingin mengadopsi dunia besar ke dalam karya mereka agar tidak mengalami nasib serupa.



