Asus ExpertBook Ultra hadir dengan performa yang sejajar dengan banyak laptop gaming entry-level meski hadir dalam ukuran yang jauh lebih kecil. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra X7 358H generasi terbaru dari seri Panther Lake yang diperkenalkan di CES, dengan kemampuan grafis terintegrasi Intel Arc B390 yang menunjukkan hasil lebih baik dari ekspektasi.
Pada pengujian benchmark 3DMark, Asus ExpertBook Ultra bahkan mampu mengungguli laptop yang memakai GPU GeForce RTX 3050 seperti MSI Thin GF63 12UC dan HP Pavilion Plus 16. Kinerja grafisnya hampir menyentuh level RTX 4050 dalam beberapa pengujian, suatu pencapaian impresif mengingat ExpertBook Ultra tidak menggunakan GPU diskrit, melainkan solusi grafis terintegrasi rendah daya.
Meski hasil benchmark sintetis tidak selalu merefleksikan performa saat bermain game, ExpertBook Ultra tetap tampil kuat. Pada game baru seperti Baldur’s Gate 3 dan Cyberpunk 2077, laptop ini menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan perangkat dengan RTX 3050 tanpa menggunakan fitur AI upscaling atau frame generation. Hanya di beberapa judul lawas seperti GTA V dan DOTA 2 Reborn, laptop dengan GPU Nvidia masih mampu memberi frame rate lebih tinggi.
Fitur AI dan frame generation, termasuk dukungan XeSS dari Intel, memang masih kalah matang dibandingkan Nvidia dan AMD. Contohnya, game Arc Raiders hanya mendukung frame generation pada GPU dari kedua pesaing tersebut, dan penggunaan XeSS di Forza Horizon 5 sempat menimbulkan masalah performa pada pengujian. Meski demikian, kekuatan utama ExpertBook Ultra terletak pada efisiensi daya dan desain kompaknya.
Dengan kebutuhan daya total hanya sekitar 60 hingga 70 watt, Asus ExpertBook Ultra berhasil menggabungkan performa tinggi dengan ukuran yang ringkas dan bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan kebanyakan laptop gaming di kelasnya. Hal ini memungkinkan pengguna mendapatkan pengalaman lancar di aplikasi berat dan beberapa game terbaru tanpa harus membawa perangkat berukuran besar dan berat.
Keunggulan lain yang menonjol adalah kemampuan Intel Core Ultra X7 358H dan Arc B390 yang tidak memerlukan chip grafis khusus, sehingga menghemat ruang dan konsumsi daya. Inovasi ini berdampak pada tingkat portabilitas yang tinggi sekaligus performa komputasi yang kompetitif untuk kelas menengah ke atas.
Berikut gambaran singkat kelebihan Asus ExpertBook Ultra dibandingkan laptop gaming entry-level dengan GPU Nvidia kelas RTX 3050 dan RTX 4050:
1. Performa GPU terintegrasi Intel Arc B390 setara atau lebih baik dari RTX 3050.
2. Kinerja mendekati RTX 4050 pada beberapa pengujian sintetis.
3. Ukuran dan bobot laptop jauh lebih kecil dan ringan.
4. Konsumsi daya rendah di kisaran 60-70 watt.
5. Performa gaming mumpuni terutama pada game modern tanpa AI upscaling.
6. Dukungan AI frame generation dan XeSS masih terbatas tapi terus berkembang.
Kehadiran Asus ExpertBook Ultra dengan Intel Core Ultra generasi terbaru membuka alternatif menarik bagi pengguna yang memerlukan laptop ringan dan kompak namun memiliki kemampuan grafis dan performa yang tidak kalah saing dengan laptop gaming kelas entry-level. Perangkat ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi prosesor dan GPU terintegrasi mampu menembus batas konvensional soal performa dan portabilitas.
Meski demikian, pengguna yang mengutamakan dukungan AI gaming dan frame generation paling mutakhir mungkin masih perlu mempertimbangkan GPU diskrit dari Nvidia atau AMD. Namun untuk kebutuhan produktivitas tinggi sekaligus gaming ringan hingga menengah, Asus ExpertBook Ultra menjadi pilihan yang sangat menarik di pasar laptop saat ini. Performanya yang efisien dan tanpa kompromi ukuran menandai tren baru di sektor laptop profesional dan gaming hybrid.
