Asus ExpertBook Ultra yang dipadukan dengan prosesor Intel Core Ultra X7 358H menawarkan kombinasi menarik untuk pengguna yang membutuhkan laptop ringan dengan performa grafis tinggi. Laptop ini memiliki bobot hanya sedikit di atas 1 kilogram, namun dapat menjalankan game dengan performa sebanding dengan laptop gaming budget berukuran dua kali lebih besar.
Keunggulan utama dari Core Ultra X7 358H adalah GPU terintegrasi Intel Arc B390 yang memberikan performa grafis 1,5 sampai 2 kali lipat lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya maupun beberapa pesaing AMD Radeon 890M. Teknologi ini memungkinkan laptop tipis dan ringan seperti ExpertBook Ultra beroperasi lebih cepat tanpa harus meningkatkan kebisingan kipas atau mengorbankan daya tahan baterai.
Performa Maksimal Hanya dengan Daya Listrik Langsung
Namun, ada satu catatan penting untuk mengoptimalkan performa Asus ExpertBook Ultra. Performa maksimal hanya tercapai saat laptop terhubung ke sumber listrik utama (mains power). Saat menggunakan baterai, performanya menurun sekitar 10-15 persen. MyAsus, aplikasi pendukung Asus, secara eksplisit menampilkan peringatan bahwa mode performa tinggi tidak didukung pada saat baterai digunakan.
Penurunan performa ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan laptop lain yang menggunakan GPU terintegrasi, seperti Dell 14 Premium yang menunjukkan perbedaan performa lebih tipis antara daya listrik dan baterai. Hal ini menunjukkan bahwa Asus masih mengutamakan stabilitas dan efisiensi energi saat berjalan tanpa catu daya eksternal.
Kemampuan Grafis dan Gaming pada Asus ExpertBook Ultra
ExpertBook Ultra mampu menjalankan game berat seperti Cyberpunk 2077 pada mode performa tinggi dengan hasil yang mengesankan. Pada mode ini, grafis berjalan dengan mulus dan frame rate dapat kompetitif untuk laptop sekelasnya. Jika dijalankan pada mode seimbang (balanced) dengan baterai, performa grafis menurun signifikan, yang bisa mengganggu pengalaman bermain game.
3DMark Fire Strike, sebuah benchmark standar pada pengujian grafis, memperlihatkan bahwa performa laptop saat menggunakan mains power jauh lebih baik daripada mode baterai. Hal ini memperkuat fakta bahwa penurunan performa saat tidak terhubung listrik terasa nyata dan perlu diperhatikan oleh calon pengguna.
Keunggulan Laptop Ringan dengan Performa Tinggi
Meski ada batasan tersebut, Asus ExpertBook Ultra tetap menjadi salah satu laptop 14 inci tercepat dengan bobot sangat ringan. Kombinasi Core Ultra X7 358H dan Arc B390 GPU terintegrasi memungkinkan laptop ini bersaing ketat dengan perangkat yang lebih berat dan besar.
Bagi pengguna mobile profesional yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan performa, ExpertBook Ultra adalah pilihan menarik. Namun, untuk penggunaan ekstrim seperti gaming berat di luar ruangan tanpa sumber listrik, laptop ini mungkin kurang ideal karena penurunan performa saat menggunakan baterai.
Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Kebutuhan Daya: Pastikan akses ke sumber listrik karena performa penuh hanya saat terpasang adaptor charger.
- Portabilitas: Bobot sekitar 1 kg sangat mendukung mobilitas, cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
- Penggunaan Grafis: GPU Arc B390 terintegrasi cocok untuk pekerjaan grafis dan gaming ringan hingga menengah.
- Durasi Baterai: Performa turun saat baterai aktif, jadi penggunaan optimal lebih didapat dalam kondisi plug-in.
Pengguna disarankan mempertimbangkan kebutuhan aktivitas sehari-hari sebelum memilih Asus ExpertBook Ultra. Jika mayoritas penggunaan dilakukan di tempat dengan power outlet, performa laptop ini sangat kompetitif. Namun, bila sering bekerja mobil tanpa akses listrik, alternatif lain mungkin lebih sesuai.
Dengan inovasi kelas prosesor terbaru dari Intel dan desain Asus yang ringkas, ExpertBook Ultra membawa potensi tinggi di segmen laptop 14 inci ringan. Performa tangguh dan fitur canggih dari Core Ultra X7 358H dapat memberikan pengalaman computing yang efisien asalkan faktor sumber daya diperhatikan dengan seksama.
Ulasan lengkap dan benchmark mendalam dapat ditemukan pada sumber terpercaya, yang menunjukkan bagaimana laptop ini memadukan kekuatan dan portabilitas, meski ada tantangan dari ketergantungan pada adaptor daya saat mode performa.
