AI Hapus Pekerjaan: Pengalaman Karyawan Amazon 11 Tahun yang Terkena PHK Mendalam & Kontroversial

Dalam dunia teknologi besar, pengalaman panjang dan loyalitas tidak selalu menjamin keamanan pekerjaan. Seorang karyawan Amazon yang telah bekerja selama 11 tahun baru-baru ini membagikan pengalamannya setelah dua kali mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menarik perhatian publik karena dia mengungkapkan bahwa kemampuannya dalam membuat proses kerja yang efisien justru membuat posisinya terdampak oleh otomatisasi yang dibawa oleh kecerdasan buatan (AI).

Diana L., salah satu dari 16.000 karyawan yang terdampak dalam gelombang PHK terbaru di Amazon, menjelaskan bahwa meskipun dia telah mengembangkan sistem kerja yang bersih dan efisien, proses yang ia ciptakan itu akhirnya diotomatisasi oleh AI. Dalam sebuah unggahan singkat di LinkedIn, ia menyatakan bahwa PHK yang dialaminya bukan karena kinerjanya yang buruk, melainkan karena peran yang ia jalankan sudah digantikan oleh teknologi tersebut. Diana mengakhiri pesan tersebut dengan permintaan terbuka untuk peluang kerja baik yang bersifat onsite maupun remote.

Dampak PHK di Amazon dan Perspektif Karyawan Lain

Selain Diana, Nick Plumb, karyawan Amazon lainnya yang bekerja delapan tahun, memberikan pandangannya yang berbeda terkait PHK di perusahaan tersebut. Dalam sebuah unggahan panjang di platform X, ia menegaskan bahwa penyebab PHK bukanlah terkait kinerja atau AI. Sebagai pemimpin level L7 yang menangani global AI enablement dan sistem krusial perusahaan, perannya tetap dihilangkan tanpa alasan yang jelas berkaitan dengan kapasitas kerjanya.

Menurut Plumb, masalah sebenarnya adalah bagaimana pengalaman kerja justru menjadi beban dalam pasar tenaga kerja Amerika Serikat saat ini. Karyawan senior dengan gaji tinggi menjadi target efisiensi biaya sehingga sering diganti oleh tenaga kerja yang lebih murah, bahkan dari luar negeri. Ia menilai bahwa AI sering dijadikan alasan yang membungkus perubahan struktural tersebut sehingga terlihat seperti kemajuan teknologi, padahal sebenarnya ini soal pengurangan biaya operasional yang berdampak pada pekerja.

Respons Perusahaan Terhadap PHK

Amazon sendiri menyatakan dalam komunikasi internal bahwa PHK merupakan bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Mereka menyebutkan bahwa eliminasi posisi dilakukan setelah peninjauan prioritas dan fokus perusahaan di masa depan. Amazon mengakui keputusan ini sulit, namun bertujuan untuk menyederhanakan struktur, meningkatkan kepemilikan tugas, dan mengurangi birokrasi.

Perusahaan juga memberikan karyawan yang terdampak waktu 90 hari untuk mencari posisi lain di dalam Amazon. Jika tidak berhasil, mereka akan menerima paket pesangon, manfaat kesehatan, dan dukungan penempatan kerja. Amazon menambahkan bahwa mereka tidak berencana mengumumkan PHK besar secara reguler meskipun terus melakukan penyesuaian struktur sesuai dinamika bisnis.

Fenomena yang Meluas di Industri Teknologi

Kisah Diana dan Nick mencerminkan dua sisi dari fenomena yang sedang berlangsung di industri teknologi. Di satu sisi, kemajuan AI membawa efisiensi yang mereduksi kebutuhan peran tertentu. Di sisi lain, perubahan kebijakan dan tekanan biaya membuat tenaga kerja yang berpengalaman semakin rentan, meski memiliki kinerja tinggi. Hal ini menghadirkan ketidakpastian bagi banyak karyawan yang merasa bahwa mengerjakan tugas dengan baik pun belum tentu menjamin kelangsungan pekerjaan.

Berbagai faktor ini menunjukkan bahwa transformasi digital dan perubahan pasar tenaga kerja tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebijakan korporasi dan kondisi ekonomi global. Perusahaan-perusahaan teknologi besar kini dituntut untuk menyeimbangkan inovasi dan keberlanjutan sosial dalam mengelola sumber daya manusia mereka. Sementara itu, pekerja di sektor ini harus terus beradaptasi dengan perubahan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang makin kompleks di masa depan.

Terkait