Google baru saja meluncurkan Project Genie, sebuah aplikasi web berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna menciptakan dunia interaktif mereka sendiri. Aplikasi ini memungkinkan kreator membangun lingkungan dan karakter yang dapat dilihat serta dijelajahi secara virtual.
Sundar Pichai, CEO Google, mengungkapkan ketertarikannya dengan alat ini lewat unggahan di platform X. Ia menyebut Project Genie “out of this world,” mengisyaratkan pengalaman luar biasa yang ditawarkan oleh teknologi ini.
Teknologi di balik Project Genie
Project Genie didukung oleh Genie 3, model AI generasi ketiga dari Google yang diluncurkan sebagai riset terbatas tahun sebelumnya. Selain itu, Google mengintegrasikan teknologi Nano Banana Pro dan Gemini untuk meningkatkan kualitas visual dunia yang dihasilkan.
Sundar Pichai juga membagikan video yang menampilkan astronot berkeliling di stasiun luar angkasa buatan Project Genie. Video tersebut memperlihatkan kemampuan aplikasi menghasilkan simulasi dunia yang sangat imersif dan realistis.
Cara membuat dunia interaktif sendiri
Pengguna memulai dengan “World Sketching,” yaitu memberikan prompt teks atau gambar sebagai bahan dasar pembuatan dunia. AI kemudian menerjemahkan input tersebut menjadi lingkungan virtual lengkap dengan objek dan karakter. Bahkan, gambar benda nyata seperti mainan juga dapat digunakan sebagai referensi.
Setelah dunia berhasil dibuat, pengguna dapat menjelajahinya dari berbagai sudut pandang. Project Genie mendukung mode tampilan orang pertama dan ketiga. Saat menjelajah, AI akan terus menghasilkan konten baru secara real-time berdasarkan navigasi pengguna untuk menciptakan pengalaman yang dinamis.
Selain menjelajah, pengguna juga dapat melakukan remix dunia yang sudah ada. Modifikasi dapat dilakukan dengan menambahkan prompt baru untuk menciptakan versi dunia yang berbeda sesuai keinginan.
Batasan dan keterbatasan Project Genie
Dunia yang dihasilkan hanya bisa dieksplorasi selama 60 detik per sesi. Google juga memperingatkan bahwa beberapa kreasi mungkin tidak sepenuhnya realistis serta terkadang kontrol karakter dapat mengalami keterlambatan.
Jeremy Rivas dari Google DeepMind menjelaskan bahwa Project Genie diluncurkan sebagai fitur eksperimen untuk mengamati bagaimana pengguna memanfaatkan teknologi ini. Google mengharapkan temuan baru yang bisa membuka potensi penggunaan baru dari AI generatif.
Potensi masa depan Project Genie
Google percaya dunia virtual yang dihasilkan Project Genie dapat menginspirasi pengembangan robot dan perangkat cerdas di masa depan. Teknologi ini berpeluang membantu robot menavigasi lingkungan nyata dengan simulasi yang sangat akurat dan interaktif.
Saat ini, akses Project Genie terbatas bagi pelanggan AI Ultra di Amerika Serikat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Google memperkenalkan inovasi AI secara bertahap sambil mengumpulkan data penggunaan.
Informasi penting mengenai Project Genie
- Dijalankan oleh model AI Genie 3 dengan integrasi Nano Banana Pro dan Gemini
- Memungkinkan pembuatan dunia interaktif dari prompt teks atau gambar
- Mendukung eksplorasi dunia dari perspektif orang pertama dan ketiga
- Durasi eksplorasi dunia dibatasi 60 detik per sesi
- Fitur remix dunia memungkinkan modifikasi dunia yang sudah ada
- Saat ini hanya tersedia untuk pelanggan tertentu di AS
- Tujuan eksperimen untuk menemukan penggunaan baru teknologi AI
Project Genie menjadi tonggak baru dalam pengembangan AI generatif yang lebih imersif dan interaktif. Dengan kemampuannya menciptakan dunia digital yang bisa dijelajahi, Google membuka jalan bagi pengalaman baru dalam dunia digital dan robotika.
Proyek ini menunjukkan komitmen Google menggabungkan teknologi AI mutakhir dengan kreativitas pengguna, sekaligus menawarkan jendela ke masa depan di mana batas antara dunia nyata dan virtual semakin tipis. Sundar Pichai menilai alat ini lebih dari sekadar teknologi; ia adalah langkah maju yang membawa pengguna ke pengalaman "out of this world."





