Komparasi Biaya Cas Motor Listrik vs Isi Bensin Matic 110cc untuk Ojek Online 2026, Mana Lebih Hemat?

Pilihan kendaraan bagi pengemudi ojek online semakin beragam dengan hadirnya motor listrik sebagai alternatif motor bensin. Aspek biaya operasional menjadi faktor utama yang diperhitungkan ketika membandingkan penggunaan motor listrik dan motor matic 110cc berbahan bakar bensin di tahun 2026.

Pada kondisi perkotaan, jarak tempuh rata-rata ojek online sekitar 80 hingga 120 kilometer per hari dengan jam kerja 8 sampai 12 jam. Sebagai gambaran, digunakan asumsi jarak tempuh 100 kilometer per hari untuk menghitung biaya operasional kedua jenis motor tersebut.

Biaya Operasional Motor Listrik

Motor listrik yang banyak digunakan untuk ojek online memiliki kapasitas baterai antara 2 sampai 3 kWh. Dalam sekali pengisian, motor listrik dapat menempuh sekitar 60 hingga 80 kilometer. Agar dapat menempuh jarak 100 kilometer, estimasi kebutuhan listrik adalah sekitar 3,5 hingga 4 kWh.

Dengan tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp1.700 per kWh, biaya pengisian baterai motor listrik berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per hari. Jika dikalkulasikan untuk 26 hari kerja dalam sebulan, total biaya listrik mencapai Rp160.000 hingga Rp180.000.

Pengisian baterai di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berbayar biasanya membutuhkan biaya sedikit lebih tinggi, yakni antara Rp8.000 sampai Rp12.000 per hari. Namun biaya tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan pengisian bensin.

Biaya Operasional Motor Matic 110cc

Motor matic 110cc populer di kalangan ojek online seperti Honda BeAT, Yamaha Mio, dan Suzuki Nex umumnya memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 45 sampai 55 kilometer per liter. Dengan konsumsi rata-rata 50 km/liter, dibutuhkan sekitar 2 liter bensin untuk menempuh jarak 100 kilometer.

Harga bensin diperkirakan sekitar Rp10.000 per liter pada 2026. Dengan demikian, biaya bahan bakar harian mencapai Rp20.000. Jika dikalikan 26 hari kerja, total pengeluaran bahan bakar bisa mencapai Rp520.000 per bulan.

Perbandingan Pengeluaran Harian dan Bulanan

Penghematan biaya operasional motor listrik cukup signifikan dibandingkan motor bensin. Setiap hari, pengguna motor listrik bisa memangkas biaya operasional sekitar Rp10.000 hingga Rp14.000. Dalam jangka waktu sebulan, selisih penghematan dapat mencapai Rp260.000 hingga Rp350.000.

Selain itu, motor listrik membutuhkan biaya perawatan lebih sedikit. Tidak ada kebutuhan pergantian oli dan suku cadang mesin yang lebih sedikit membuat perawatan menjadi lebih ringan. Komponen seperti kampas rem juga cenderung lebih awet karena pengendalian motor listrik lebih halus.

Sebaliknya, motor bensin harus rutin menjalani servis berkala dan sering kali mengganti oli dua hingga tiga kali sebulan. Biaya perawatan bulanan motor bensin diperkirakan bisa menambah pengeluaran sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000. Ini membuat total biaya operasional motor bensin menjadi lebih tinggi.

Faktor Kepraktisan dan Infrastruktur Pengisian

Motor bensin masih unggul dalam hal fleksibilitas pengisian bahan bakar yang cepat dan mudah ditemukan di hampir setiap wilayah. Sebaliknya, motor listrik memerlukan infrastruktur pengisian baterai yang memadai agar pengisian tidak menjadi kendala terutama di daerah dengan akses listrik terbatas.

Kendati demikian, dengan semakin berkembangnya jaringan SPKLU, pengisian motor listrik menjadi semakin praktis dan terjangkau. Pilihan motor listrik menjadi lebih menarik terutama bagi pengemudi yang fokus beroperasi di wilayah perkotaan dengan jarak tempuh menengah.

Analisis Keseluruhan Biaya Operasional

Dari segi biaya harian maupun bulanan, motor listrik jelas menawarkan pengeluaran operasional yang lebih rendah. Pengemudi ojek online berpotensi menghemat biaya bahan bakar dan perawatan secara total dengan beralih ke motor listrik.

Biaya operasional stabil tanpa terpengaruh fluktuasi harga BBM menjadi keunggulan lain yang menyokong pemilihan motor listrik. Penghematan tersebut berkontribusi pada peningkatan keuntungan bersih pengemudi secara signifikan.

Berdasarkan data dan fakta yang ada, motor listrik merupakan pilihan rasional dan strategis untuk ojek online tahun 2026, khususnya bagi yang beroperasi di pusat kota dengan jarak tempuh sekitar 100 kilometer per hari. Meskipun ada beberapa kendala seperti infrastruktur, potensi penghematan dan efisiensi biaya menjadi alasan kuat untuk mengadopsi motor listrik.

Exit mobile version