Para ilmuwan telah berhasil memasang alat pelacak mini pada kupu-kupu raja (monarch butterfly) untuk melacak perjalanan migrasi mereka secara langsung di wilayah Amerika Utara. Teknologi baru ini memungkinkan pemantauan pergerakan kupu-kupu dari Kanada hingga mencapai koloni musim dingin di Meksiko tengah.
Alat pelacak bernama BlūMorpho ini sangat kecil dan ringan, hanya sekitar 60 miligram, atau sepersepuluh berat tubuh kupu-kupu raja. Dengan kekuatan tenaga surya, alat ini dapat mengirim sinyal Bluetooth yang dapat terdeteksi oleh miliaran perangkat dalam radius 300 kaki.
Teknologi Pelacak dan Cara Kerja
BlūMorpho dikembangkan oleh perusahaan Cellular Tracking Technologies di New Jersey, Amerika Serikat. Pada tahun 2025, lebih dari 400 kupu-kupu raja berhasil dipasangi alat pelacak tersebut. Data pelacakan dapat diakses melalui aplikasi khusus di ponsel, sehingga para peneliti dapat mengikuti rute migrasi secara real-time.
Salah satu capaian penting adalah tercatatnya dua kupu-kupu dengan kode LPM021 dan LPM084 yang terbang melewati Cagar Biosfer Kupu-Kupu Raja di Meksiko dan melanjutkan ke koloni lebih kecil di wilayah tenggara. Sedangkan individu berkode JMU004 dan MW026 tercatat sebagai kupu-kupu pertama yang mencapai koloni musim dingin pada 9 November lalu.
Rute Migrasi yang Dinamis dan Kompleks
Temuan menarik adalah variasi rute migrasi kupu-kupu raja, di mana beberapa individu tidak selalu mengikuti jalur lurus. Ada kupu-kupu yang menyusuri rute pesisir dari Pennsylvania menuju Florida Keys, bahkan diduga ada yang terbawa angin dari Cape May ke Bahama sebelum kembali ke Florida. Data ini menunjukkan pola migrasi yang lebih kompleks dan dinamis daripada yang selama ini diasumsikan.
Profesor emeritus Universitas Kansas, Orley “Chip” Taylor, menyatakan bahwa banyak hal yang selama ini dipandang pasti ternyata merupakan penyederhanaan. Teknologi pelacak ini membuka wawasan baru dalam memahami perilaku migrasi serangga terbang yang selama puluhan tahun sulit untuk dipantau secara langsung.
Sistem Navigasi Kupu-Kupu Raja
Alat ini juga mengungkap bagaimana kupu-kupu raja menggunakan dua sistem navigasi canggih, yaitu orientasi berdasarkan posisi matahari dan kompas magnetik yang mengandalkan cahaya ultraviolet. Sistem ini memungkinkan kupu-kupu tetap bergerak ke arah selatan meskipun sering terdorong angin yang mengubah jalur mereka.
Dampak Sosial dan Konservasi
Selain manfaat ilmiah, teknologi pelacak ini meningkatkan kesadaran masyarakat karena publik dapat mengikuti perjalanan kupu-kupu raja secara real-time lewat aplikasi Project Monarch Science. Banyak jalur migrasi melintasi area perkotaan dan pinggiran kota, mendorong minat untuk menciptakan taman ramah penyerbuk.
Kemungkinan teknologi ini akan mengidentifikasi lokasi baru tempat kupu-kupu raja beristirahat selama musim dingin, yang sebelumnya tidak diketahui oleh para peneliti. Hal ini sangat penting mengingat penurunan populasi kupu-kupu raja yang signifikan.
Ancaman Terhadap Populasi Kupu-Kupu Raja
Populasi kupu-kupu raja terus menurun sejak dekade 1990-an. Jumlah mereka di koloni musim dingin Meksiko yang dulu mencapai ratusan juta kini seringkali tidak lebih dari 60 juta ekor. Pada musim dingin terakhir, populasi diperkirakan hanya sekitar 38 juta ekor. Di Pantai Barat Amerika Serikat, jumlahnya bahkan kurang dari 10.000 individu.
Para ahli mengidentifikasi berbagai faktor penyebab penurunan ini, antara lain perubahan iklim, hilangnya tanaman inang milkweed akibat pertanian intensif, deforestasi, serta berkurangnya sumber nektar. Informasi detail perjalanan migrasi yang dihasilkan dari teknologi pelacak ini diharapkan dapat membantu merancang strategi konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pelacakan berteknologi tinggi ini menjadi langkah penting yang memperkuat pemahaman ilmuwan mengenai kehidupan kupu-kupu raja dan tantangan yang mereka hadapi di alam bebas. Dengan demikian, upaya pelestarian serangga penyerbuk ini dapat lebih terarah demi menjaga keseimbangan ekosistem dan biodiversitas.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






