Ubisoft baru-baru ini mengumumkan kebijakan wajib kembali bekerja di kantor sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan. Kebijakan ini menimbulkan reaksi negatif di kalangan karyawan, terutama karena sebelumnya tim-tim Ubisoft sudah berhasil bekerja efektif secara remote.
David Michaud-Crop, salah satu team lead di Ubisoft Montreal, secara terbuka mengkritik kebijakan tersebut lewat akun LinkedIn pribadinya. Ia mempertanyakan asumsi bahwa kehadiran fisik di kantor otomatis meningkatkan produktivitas.
Kronologi Pemecatan
Setelah kritik tersebut viral, Ubisoft memberikan sanksi awal berupa skorsing tanpa bayaran selama tiga hari kepada Michaud-Crop. Namun, situasi berkembang hingga akhirnya ia dipecat secara langsung.
Menurut pernyataan Michaud-Crop di LinkedIn, pemecatan tersebut bersifat mendadak dan bukan atas keinginannya sendiri. Ia tidak merinci alasan internal di balik keputusan tersebut, dan memilih untuk mengambil waktu demi memikirkan langkah selanjutnya.
Respon Resmi Ubisoft
Wccftech menghubungi Ubisoft untuk klarifikasi terkait kasus ini. Perusahaan menyatakan bahwa mereka menghargai umpan balik dan opini karyawan selama disampaikan secara sopan dan profesional.
Ubisoft menegaskan bahwa kritik semata tidak akan berujung pada pemecatan. Mereka menekankan pentingnya mematuhi Kode Etik internal, yang setiap karyawan wajib tinjau dan tanda tangani setiap tahun.
Jika terjadi pelanggaran terhadap kode tersebut, perusahaan dapat mengambil tindakan disipliner. Tingkat sanksi tergantung pada tingkat keseriusan pelanggaran, frekuensi kejadian, dan konteks keseluruhan.
Dampak dan Reaksi di Industri
Kasus ini memicu diskusi luas soal kebijakan kerja hybrid dan hak kebebasan berekspresi di lingkungan kerja. Banyak pihak mempertanyakan keseimbangan antara kebijakan perusahaan dengan kebebasan mengemukakan kritik yang konstruktif.
Restukturisasi besar Ubisoft juga mencakup penutupan beberapa studio dan pembatalan proyek, termasuk remake "Prince of Persia: Sands of Time". Hal ini semakin memperkeruh situasi dan meningkatkan ketegangan antar manajemen dan karyawan.
Poin Penting Kebijakan Kode Etik Ubisoft
- Karyawan harus menghormati norma dan aturan perusahaan saat menyampaikan kritik.
- Umpan balik harus diberikan secara profesional dan tidak merugikan citra perusahaan.
- Pelanggaran dapat dikenai sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan jika terbukti serius.
- Kode Etik diperbaharui dan ditandatangani setiap tahun untuk memastikan kesadaran karyawan.
Kebijakan ini menunjukkan bagaimana Ubisoft berusaha menjaga disiplin internal tanpa menutup ruang dialog. Meski demikian, kasus ini menyoroti tantangan dalam mengelola budaya kerja di era pasca pandemi, di mana model kerja fleksibel semakin menjadi standar.
Pembakaran isu oleh Michaud-Crop menggarisbawahi kepentingan dialog terbuka terkait kebijakan kantor dan cara memelihara motivasi serta produktivitas karyawan. Ubisoft harus menjembatani kepentingan bisnis dengan kesejahteraan pekerja agar tidak kehilangan talenta dan reputasi.
Ke depan, banyak pengamat industri yang menanti langkah Ubisoft berikutnya dalam menerapkan kebijakan kantor. Hal ini menjadi studi kasus penting mengenai dinamika hubungan perusahaan dan pekerja di tengah perubahan model kerja global.







