
Samsung Galaxy A36 5G kini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan di pasar Indonesia. Varian 8/256 GB kini dibanderol sekitar Rp4.999.000, sementara versi 12/256 GB turun menjadi Rp5.499.000. Penurunan ini terjadi setelah beberapa bulan peluncurannya yang resmi sejak Maret 2025.
Penurunan harga ini tentu menarik perhatian konsumen yang mencari ponsel 5G dengan layar besar dan spesifikasi mumpuni. Namun, pertanyaannya adalah apakah Galaxy A36 5G masih layak dibeli di kisaran harga ini atau lebih baik melewatkannya untuk menantikan opsi lain.
Spesifikasi Utama Samsung Galaxy A36 5G
Samsung membekali A36 5G dengan layar Super AMOLED 6,7 inci beresolusi Full HD+ yang mendukung refresh rate 120Hz. Layar ini menawarkan tingkat kecerahan puncak sampai 1900 nits, sangat nyaman untuk penggunaan di berbagai kondisi pencahayaan. Material bodi menggunakan kaca dengan Gorilla Glass Victus+ dan telah mendapatkan sertifikasi IP67 untuk tahan air dan debu.
Dari sisi performa, perangkat ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3 yang cukup kompeten di kelas menengah. CPU octa-core dan GPU Adreno 710 menjanjikan kinerja lancar untuk kebutuhan harian serta gaming ringan hingga menengah. Kapasitas RAM yang tersedia mulai dari 6 GB, 8 GB, hingga 12 GB, dengan pilihan penyimpanan internal 128 GB dan 256 GB memakai teknologi UFS 2.2. Namun, Samsung tidak menyediakan slot microSD untuk ekspansi memori.
Kelebihan yang Menarik
Salah satu daya tarik Samsung Galaxy A36 5G adalah kamera utama triple yang terdiri dari sensor 50 MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), 8 MP ultrawide, dan 5 MP makro. Kamera ini mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 30 fps. Kamera depan 12 MP juga mendukung video 4K, ideal untuk pengguna yang gemar selfie dan video call.
Baterai berkapasitas 5000 mAh dengan fast charging 45W menjadi nilai plus lain. Samsung mengklaim baterai dapat terisi hingga 66% hanya dalam 30 menit. Sistem operasi sudah berbasis Android 15 dengan One UI 7, menawarkan dukungan pembaruan hingga enam kali major update. Fitur tambahan seperti speaker stereo dan NFC (tergantung wilayah) turut melengkapi pengalaman pengguna.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Penurunan harga tidak serta-merta menutupi sejumlah kekurangan yang dialami Samsung Galaxy A36 5G. Kotak penjualan hanya menyediakan kabel USB-C tanpa kepala charger, sehingga pembeli harus membeli adapter terpisah. Tidak adanya slot microSD juga membatasi kapasitas penyimpanan lebih lanjut.
Di segmen harga ini, performa Snapdragon 6 Gen 3 dianggap kurang kompetitif dibandingkan rival yang mengandalkan chipset MediaTek Dimensity seri terbaru. Kamera ultrawide 8 MP dilaporkan kurang tajam, dan kamera selfie belum mendukung perekaman video 1080p 60fps. Selain itu, layar belum mendukung HDR penuh yang biasa ditemukan di ponsel pesaing untuk konten streaming seperti Netflix.
Fitur pendukung lain seperti USB-C 2.0 membuat proses transfer data jadi lebih lambat. Bezel layar masih terbilang tebal tanpa adanya pelindung anti-gores bawaan. Sensor jarak virtual yang kurang presisi dan absennya refresh rate adaptif juga mengurangi efisiensi konsumsi daya.
Pertimbangan Sebelum Membeli
Bagi pengguna yang mengutamakan layar besar, refresh rate tinggi, baterai tahan lama, dan kamera utama stabilisasi optik, Samsung Galaxy A36 5G masih menjadi pilihan layak di banderol di bawah Rp5 juta. Model ini cocok untuk pemakaian harian dan gaming casual.
Namun, jika performa chipset, kemampuan kamera ultrawide dan selfie yang lebih baik, serta kelengkapan aksesori bawaan menjadi prioritas, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan opsi lain di kelas harga yang sama. Juga, bagi yang butuh kapasitas memori fleksibel, keterbatasan tanpa slot microSD bisa menjadi kendala.
Samsung Galaxy A36 5G kini hadir dengan harga lebih terjangkau dan fitur solid dari segi layar dan baterai. Pilihan untuk membeli atau menunggu ponsel alternatif harus disesuaikan dengan kebutuhan fungsi dan budget pengguna agar mendapatkan smartphone yang paling sesuai.





