Nvidia Tunda Rilis GeForce RTX 60 Seri hingga 2028, Fokus Produksi Chip AI dan Atasi Krisis VRAM

Nvidia dilaporkan menunda perilisan seri GeForce RTX 60 hingga 2028 atau bahkan lebih lama. Penundaan ini terkait langsung dengan krisis kelangkaan memori (RAM) yang masih berlangsung dan peralihan fokus produksi Nvidia ke chip AI untuk pusat data.

Menurut laporan dari The Information, rencana Nvidia untuk memperkenalkan seri RTX 60 di acara CES 2026 batal terlaksana. Perusahaan lebih mengutamakan produksi GPU yang sudah ada, terutama model-model yang paling diminati dan menguntungkan di seri RTX 50, sambil menunda produksi massal generasi berikutnya hingga akhir 2027. Dengan demikian, penjualan seri RTX 60 yang merupakan penerus GPU gaming utama Nvidia diperkirakan baru akan dimulai pada 2028 atau periode setelahnya.

Penundaan Serangkaian Produk Nvidia

Nvidia juga menunda peluncuran seri RTX 50 Super, yang semula direncanakan hadir lebih awal. Penundaan ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan VRAM yang memaksa perusahaan mengurangi produksi pada model RTX 50 yang kurang laku. Fokus kini beralih ke GPU RTX 5080 yang mengalami permintaan tinggi dan memberikan margin keuntungan lebih baik. Sementara itu, kartu seperti RTX 5060 Ti 16GB dan RTX 5070 Ti dikabarkan mengalami penurunan produksi, meskipun Asus membantah bahwa kedua model tersebut dihentikan.

Strategi ini merupakan respon Nvidia terhadap dinamika pasar yang berubah, di mana pangsa pendapatan dari sektor gaming mulai menyusut drastis. Sebaliknya, segmen AI untuk pusat data menjadi bisnis utama yang menghasilkan pendapatan terbesar. Pada kuartal ketiga 2026, Nvidia mencatat pendapatan dari bisnis pusat data mencapai 51,2 miliar dolar dari total pendapatan 57 miliar dolar. Ini mempertegas pergeseran prioritas perusahaan dari pasar konsumen ke sektor AI canggih.

Dampak Krisis Memori Terhadap Industri

Krisis kelangkaan RAM yang terus berlanjut turut menimbulkan efek domino di industri teknologi. Beberapa perangkat dan produk teknologi baru harus mengalami penundaan peluncuran, tak terkecuali produk dari merek besar lain seperti Valve dengan Steam Machine dan konsol generasi berikutnya Microsoft serta Sony yang diprediksi baru rilis antara 2029 hingga 2030.

Nvidia sendiri masih memiliki opsi untuk mengubah rencana produksi dan peluncuran GPU jika situasi pasokan memori membaik secara signifikan. Namun, untuk saat ini, konsumen dan penggemar teknologi harus bersabar menunggu giliran perilisan seri RTX 60 yang sudah lama ditunggu.

Nvidia dan Kompetisi GPU

Sementara Nvidia menyesuaikan jadwalnya, AMD sebagai pesaing utama juga memilih untuk menunda peluncuran GPU generasi barunya hingga 2027. Hal ini menunjukkan adanya dinamika yang erat dan saling menunggu pada pasar GPU kelas atas. Dengan kondisi pasar dan pasokan komponen yang terbatas, produsen tampaknya memilih strategi konservatif demi menghindari risiko produksi yang berlebihan.

Fokus Baru Nvidia ke AI

Perubahan besar dalam strategi Nvidia juga terlihat dari prioritasnya pada chip AI untuk pusat data. Di tengah booming industri AI, Nvidia melihat peluang bisnis yang lebih besar dengan memfokuskan sumber daya produksinya pada teknologi tersebut. Hal ini mengubah lanskap bisnis Nvidia yang selama ini sangat dikenal sebagai raja GPU gaming.

Pasar gaming yang dulu menjadi tulang punggung pendapatan Nvidia kini semakin kecil peranannya. Investasi dan riset kini lebih condong ke pengembangan chip dan solusi AI yang saat ini tengah menjadi penggerak utama transformasi teknologi global.

Berikut adalah poin penting terkait situasi produksi dan peluncuran GPU Nvidia:

  1. Nvidia menunda rilis GeForce RTX 60 hingga akhir 2027 dan berpotensi baru masuk pasar 2028 ke atas.
  2. Rilis seri RTX 50 Super juga mengalami penundaan seiring krisis pasokan VRAM yang belum terselesaikan.
  3. Produksi model RTX 50 yang kurang diminati seperti RTX 5060 Ti 16GB dan RTX 5070 Ti dipangkas, fokus ke model populer seperti RTX 5080.
  4. Nvidia berfokus pada produksi chip AI untuk pusat data, yang menyumbang sebagian besar pendapatan perusahaan saat ini.
  5. Krisis kelangkaan RAM juga mempengaruhi jadwal rilis banyak perangkat teknologi dari berbagai produsen.
  6. AMD menunda rilis GPU terbaru sebagai strategi menunggu gerak Nvidia.

Kondisi ini mencerminkan perubahan mendasar dalam industri semikonduktor dan GPU, di mana keterbatasan pasokan komponen dan pergeseran kebutuhan pasar menyebabkan perubahan strategi besar dari para pemain utama. Nvidia memilih memprioritaskan segmen AI yang menjanjikan dan secara bersamaan mengatur lini produk GPU gaming dengan lebih selektif dan efisien.

Meski demikian, Nvidia tetap menjadi pemain kunci di pasar GPU dan teknologi AI global. Konsumen dan penggemar gadget harus terus mengikuti perkembangan terbaru terkait jadwal peluncuran dan ketersediaan produk di masa mendatang. Progres pemulihan pasokan memori akan menjadi faktor penentu utama kelanjutan jadwal peluncuran GPU generasi terbaru dari Nvidia.

Berita Terkait

Back to top button