Microsoft mengumumkan perubahan besar terkait dukungan printer dengan sistem operasi Windows 11. Perusahaan ini akan menghentikan publikasi driver printer legacy versi v3 dan v4 melalui Windows Update mulai pertengahan tahun 2026. Dampaknya, jutaan printer lama yang masih beroperasi menggunakan versi driver tersebut akan berhenti mendapatkan pembaruan otomatis dari Microsoft.
Kebijakan ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna printer lawas yang selama ini bergantung pada pembaruan driver via Windows Update. Namun, Microsoft memberikan jaminan bahwa printer tersebut tidak akan langsung berhenti berfungsi. Pengguna masih dapat menggunakan printer lama mereka tanpa gangguan, hanya saja pembaruan driver resmi tidak lagi tersedia lewat layanan update Windows secara otomatis.
Latar Belakang Penghentian Dukungan
Seiring perkembangan teknologi, Microsoft menyatakan bahwa platform cetak Windows telah mengalami kemajuan signifikan. Adopsi printer berdasarkan standar Mopria membuat produsen printer tidak lagi diwajibkan menyediakan driver, installer, atau utilitas khusus. Dengan demikian, dukungan untuk driver generasi lama v3 dan v4 dianggap sudah tidak relevan lagi.
Dalam siaran resminya, Microsoft mengungkapkan bahwa penghentian dukungan ini akan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun. Model lama akan kehilangan akses ke driver baru di Windows Update, namun driver yang sudah ada tetap bisa diperbarui dengan persetujuan ketat dari Microsoft.
Jadwal Penghentian Layanan Driver Printer Lewat Windows Update
Berikut adalah lini masa utama yang dirilis Microsoft terkait penghentian driver printer legacy di Windows Update:
- September – Pengumuman resmi tentang rencana penghentian dukungan driver pihak ketiga legacy.
- 15 Januari 2026 – Untuk Windows 11 dan Windows Server versi 2025 ke atas, Microsoft tidak lagi mempublikasikan driver printer baru ke Windows Update. Pembaruan driver yang sudah ada hanya akan dilakukan secara selektif.
- 1 Juli 2026 – Perubahan prioritas driver printer menjadi lebih mengutamakan driver standar Windows IPP (Internet Printing Protocol) yang sudah tersedia di dalam OS.
- 1 Juli 2027 – Pembaruan driver pihak ketiga, kecuali untuk perbaikan keamanan, tidak lagi diizinkan melalui Windows Update. Pengguna harus mendapatkan pembaruan tersebut langsung dari produsen printer.
Implikasi bagi Pengguna Printer Lama
Meski dukungan driver baru dihentikan, printer yang menggunakan driver legacy tetap dapat berfungsi normal. Namun, pembaruan fitur atau perbaikan selain keamanan harus diunduh dari situs resmi produsen printer, bukan dari Windows Update. Ini berarti proses pembaruan menjadi sedikit lebih rumit dan bergantung pada kebijakan dukungan masing-masing produsen.
Pengguna juga disarankan untuk memastikan driver printer yang mereka gunakan kompatibel dengan standar IPP terbaru atau menggunakan aplikasi resmi dari produsennya. Karena itu, meskipun printer lama masih dapat digunakan, pengalaman mencetak yang optimal mungkin akan menurun seiring waktu.
Kenapa Microsoft Mengambil Langkah Ini?
Mopria Alliance adalah konsorsium yang mengembangkan standardisasi printer berbasis IPP sehingga kompatibilitas dan integrasi printer bisa lebih mudah tanpa perlu driver khusus. Microsoft mengikuti tren ini dengan berfokus pada driver generik berbasis IPP, yang lebih efisien dan aman. Pergeseran ini juga mengurangi beban pengelolaan driver yang kompleks oleh Microsoft.
Selain itu, keamanan menjadi alasan lain. Driver lama yang tidak diperbarui rentan terhadap celah keamanan. Dengan membatasi pembaruan hanya untuk perbaikan keamanan pada driver pihak ketiga, Microsoft berharap dapat menjaga ekosistem Windows tetap aman dari potensi serangan malware melalui driver printer.
Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?
Pengguna yang masih memakai printer lawas disarankan untuk:
- Mengecek halaman dukungan resmi produsen printer untuk mendapatkan driver terbaru atau software pendukung.
- Menggunakan driver IPP standar Windows jika sudah didukung oleh printer mereka.
- Mempersiapkan upgrade perangkat ke printer yang kompatibel dengan teknologi terbaru jika diperlukan.
- Memastikan sistem operasi Windows 11 mereka selalu update terkait patch keamanan agar tetap terlindungi.
Dukungan Produsen Printer Menjadi Kunci
Keberlanjutan penggunaan printer lama kini semakin bergantung pada produsen perangkat tersebut. Produsen yang aktif merilis pembaruan driver dan perangkat lunak secara mandiri akan memudahkan pengguna untuk tetap memakai printer lama mereka. Sebaliknya, jika dukungan dari pihak ketiga dihentikan, maka pengguna harus mempertimbangkan opsi penggantian perangkat.
Produsen seperti HP, Canon, dan Epson yang menyediakan layanan purna jual kuat biasanya akan tetap menawarkan driver mandiri di situs web mereka. Oleh karena itu, menjaga hubungan dengan sumber resmi produsen menjadi penting agar printer tetap berfungsi maksimal pasca penghentian dukungan Microsoft via Windows Update.
Perubahan Prioritas Driver pada Windows
Microsoft akan memprioritaskan penggunaan driver printer berbasis Internet Printing Protocol (IPP) bawaan Windows. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi kompleksitas dan meningkatkan kompatibilitas lintas berbagai perangkat printer. Dengan IPP, pencetakan dapat berlangsung lebih mulus tanpa harus memasang driver khusus dalam banyak kasus.
Selain itu, standar IPP dianggap lebih modern dan mendukung fitur keamanan yang lebih baik. Perubahan pengutamaan driver ini sekaligus mendorong pengguna dan produsen untuk beralih ke teknologi pencetakan yang lebih baru dan terintegrasi.
Microsoft bahkan menyatakan bahwa dengan kemajuan ini, produsen printer tidak perlu lagi menyediakan instalasi driver dan utilitas terpisah karena ekosistem sudah menyediakan layanan printer yang cukup. Ini menandai pergeseran besar dari ketergantungan terhadap driver khusus ke model driver generik berbasis protokol jaringan.
Tantangan bagi Printer Usang
Printer yang berusia lebih dari 10 tahun adalah yang paling terdampak. Mereka tidak hanya akan kehilangan dukungan driver baru melalui Windows Update, tapi juga harus bersaing dengan teknologi pencetakan berbasis cloud dan mobile printing yang semakin populer. Oleh sebab itu, pengguna printer lama harus cermat memilih apakah masih akan melanjutkan penggunaan lama atau berinvestasi pada perangkat baru.
Meski demikian, langkah Microsoft ini tidak serta merta menjadi alasan untuk buru-buru mengganti printer lama. Printer tersebut tetap bisa berfungsi untuk kebutuhan cetak dasar tanpa terganggu jika tidak ada pembaruan keamanan yang diperlukan.
Secara garis besar, keputusan Microsoft ini mencerminkan transformasi ekosistem perangkat keras yang semakin mengedepankan standar terbuka, kesederhanaan instalasi, dan keamanan data pada Windows 11. Pengguna dan produsen printer harus siap beradaptasi dengan perubahan ini agar dapat terus melakukan pencetakan dengan lancar dan aman.
