Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan bintang raksasa Behemoth akan segera meledak sebagai supernova. Penurunan cahaya bintang raksasa ini selama beberapa tahun terakhir menimbulkan dugaan bahwa ledakan besar akan terjadi dalam waktu dekat.
Namun, pengamatan terbaru dengan Very Large Telescope di Chili pada 2024 justru menunjukkan gambaran berbeda. Gas dan debu yang mengelilingi bintang ini terekam, tetapi ledakan supernova tidak kunjung terjadi, membuktikan prediksi awal keliru.
Karakteristik dan Letak Behemoth
Behemoth adalah salah satu bintang terbesar yang diketahui, berukuran 1.500 kali lebih besar dari Matahari. Jaraknya sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi, menjadikannya objek yang jauh sekaligus menantang untuk diamati secara detail.
Awalnya, astronom mengamati fluktuasi kecerahan Behemoth yang terus menurun, sehingga menyimpulkan bahwa bintang tersebut memasuki tahapan akhir dan siap meledak. Tapi bukti baru mengubah pandangan tersebut.
Penemuan Titanium Oksida dan Konsekuensinya
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Keele University, Inggris, menggunakan spektroskop pada Southern African Large Telescope akhirnya menemukan adanya titanium oksida dalam atmosfer bintang ini. Kandungan ini menegaskan status Behemoth sebagai raksasa merah, bukan hiper raksasa kuning yang biasanya menjadi tanda awal terjadinya supernova.
Keberadaan titanium oksida ini penting karena menandai kondisi kimia dan fisik yang menunjukkan bintang masih dalam fase stabil meski kecerahannya menurun.
Pengaruh Bintang Biru di Sekitar Behemoth
Peneliti menduga adanya bintang biru kecil yang mengorbit sangat dekat dengan Behemoth. Tarikan gravitasinya menarik partikel dan gas, membentuk cakram materi di sekitar bintang besar ini.
Fenomena ini diyakini sebagai penyebab variasi kecerahan yang sempat dianggap tanda ledakan. Tarikan gravitasi dari bintang biru ini dapat mengganggu atmosfer Behemoth tanpa membuatnya langsung runtuh menjadi supernova.
Dampak Penemuan bagi Studi Astronomi
Temuan ini memaksa para astronom untuk meninjau kembali teori evolusi akhir kehidupan bintang raksasa. Dengan adanya interaksi antar bintang seperti yang terjadi pada Behemoth, proses menuju supernova bisa lebih kompleks dari asumsi sebelumnya.
Studi lanjutan diperlukan untuk memahami bagaimana bintang ganda ini saling mempengaruhi dan bagaimana hal itu merefleksikan siklus hidup bintang besar di alam semesta.
Fakta Penting tentang Behemoth dan Supernova
- Behemoth berukuran 1.500 kali lebih besar dari Matahari.
- Berjarak 163.000 tahun cahaya dari Bumi.
- Teridentifikasi mengandung titanium oksida, menandakan status raksasa merah.
- Mengelilingi bintang biru kecil yang mempengaruhi kecerahannya.
- Ledakan supernova tidak diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.
Penelitian ini masih berlanjut dan dapat mengungkap rahasia lain tentang bintang raksasa serta kelahirannya kembali sebagai supernova. Para ilmuwan harus bersabar menunggu tanda-tanda pasti dari bintang Behemoth sebelum prediksi tentang ledakannya dapat dipastikan.





