China baru saja meluncurkan misi keempat dari pesawat ruang angkasa eksperimental yang dapat digunakan kembali. Peluncuran berlangsung di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, wilayah barat laut China, menggunakan roket pembawa Long March-2F.
Pesawat ruang angkasa tersebut, yang dikenal secara tidak resmi dengan julukan "Shenlong" atau "Naga Ilahi," berfungsi untuk menguji teknologi baru dan mendukung penggunaan ruang angkasa secara damai. Pemerintah China memberikan informasi terbatas terkait waktu peluncuran dan misi, memperkuat kesan bahwa program ini bersifat rahasia dan strategis.
Perkembangan Program Pesawat Ruang Angkasa Reusable China
Program ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam durasi operasi di orbit. Pada misi pertamanya pada tahun 2020, pesawat hanya berada di ruang angkasa selama dua hari. Misi kedua dan ketiga yang diluncurkan pada tahun 2022 dan 2023 berhasil bertahan di orbit selama 276 dan 268 hari secara berturut-turut.
Jenis pesawat ruang angkasa seperti Shenlong masih langka di dunia. Saat ini, China dan Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang mengoperasikan pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali setelah program Space Shuttle AS berakhir tahun 2011.
Perbandingan dengan Program AS X-37B
Shenlong sering dibandingkan dengan pesawat ruang angkasa reusable milik Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat, X-37B. X-37B telah melaksanakan delapan misi hingga bulan Agustus lalu, dengan tujuan pengujian teknologi seperti sensor inersia kuantum dan komunikasi laser berkecepatan tinggi.
Misi berulang dari kedua negara ini menandai persaingan teknologi di ruang angkasa, terutama terkait kemampuan manuver dan ketahanan misi jangka panjang. Keduanya memanfaatkan sistem pesawat ruang angkasa yang dapat mendarat dan dipakai ulang, sebuah kemajuan besar dibandingkan wahana ruang angkasa konvensional yang sekali pakai.
Signifikansi Peluncuran Misi Keempat
Peluncuran misi keempat Shenlong menegaskan kemajuan China dalam mengembangkan pesawat ruang angkasa reusable untuk keperluan militer dan sipil. Status rahasia dari misi ini menimbulkan penjagaan ketat terhadap detail teknis namun menegaskan bahwa China serius mengejar kemandirian teknologi luar angkasa tingkat tinggi.
Dengan fokus pada verifikasi teknologi baru, pesawat ini kemungkinan menjadi alat penting untuk diversifikasi dan modernisasi armada luar angkasa China. Teknologi reusable juga membawa efisiensi biaya serta mempercepat pengembangan dan penggunaan sistem antariksa.
Data dan Fakta Misi Shenlong:
- Diluncurkan menggunakan roket Long March-2F dari Jiuquan Satellite Launch Center.
- Program dimulai sejak September 2020.
- Waktu tinggal di orbit meningkat dari 2 hari pada misi pertama menjadi hampir 9 bulan pada misi ketiga.
- Sebagai program rahasia, pemerintah China hanya menyebut tujuan "verifikasi teknologi" dan "pemanfaatan ruang angkasa secara damai."
- Disebut sebagai pesaing langsung X-37B Amerika Serikat dalam kemampuan manuver dan operasional jangka panjang di orbit.
Peluncuran terbaru ini memperlihatkan bahwa China tidak hanya mengejar teknologi ruang angkasa yang dapat digunakan kembali, tetapi juga memperkuat posisinya di arena persaingan ruang angkasa global. Shenlong mencerminkan ambisi China untuk menguasai teknologi tingkat tinggi yang strategis dan berkontribusi pada pengembangan infrastruktur luar angkasa nasional.
Kedepannya, pengembangan pesawat ruang angkasa seperti Shenlong kemungkinan akan terus dipantau sebagai indikator kemajuan teknologi dan ambisi strategis China di luar angkasa. Ketiadaan rincian teknis secara terbuka pun menambah spekulasi mengenai aplikasi dan kapabilitas rahasia yang bisa dimiliki pesawat ini.




