Cisco baru-baru ini mengumumkan perluasan fitur AgenticOps dalam acara Cisco Live EMEA di Amsterdam. Perusahaan menghadirkan kemampuan baru di bidang jaringan, keamanan, dan observability untuk mendukung operasi TI secara lebih luas dan beragam.
AgenticOps adalah model operasi yang mengadopsi otomasi berbasis agen untuk mengatasi tantangan kompleksitas infrastruktur TI terdistribusi. Model ini melanjutkan inovasi yang pertama kali diperkenalkan tahun lalu dengan menambahkan fitur yang lebih canggih.
Pengembangan AgenticOps untuk Berbagai Lingkungan IT
Pembaruan AgenticOps akan dirilis bertahap mulai Februari, dengan kemampuan khusus untuk jaringan kampus, cabang, dan industri. Solusi data centre akan memasuki tahap ketersediaan terkontrol pada Juni, sedangkan peningkatan operasi firewall dijadwalkan hadir pada Mei.
Jeetu Patel, Presiden dan Chief Product Officer Cisco, menyatakan bahwa AgenticOps menghadirkan perubahan mendasar terhadap kompleksitas operasional jaringan terdistribusi. Ia menambahkan bahwa kemampuan AgenticOps memadukan visibilitas lintas domain Cisco, model yang dibangun khusus, dan tata kelola untuk memperkuat tim operasional TI.
Teknologi AgenticOps dalam Operasi IT
AgenticOps memanfaatkan telemetri real-time dari berbagai platform Cisco seperti Networking, Security Cloud Control, Nexus One, Splunk, ThousandEyes, dan Secure Firewall. Dengan memproses data dari jaringan milik Cisco dan pihak ketiga, model ini memungkinkan otomasi pemecahan masalah dan pengelolaan operasi dengan pengawasan manusia tetap terjaga. Ini berarti tugas rutin dialihkan dari intervensi manual ke proses mesin tanpa menghilangkan kendali tim TI.
Dalam lingkungan jaringan kampus, cabang, dan industri, Cisco memperkenalkan alat investigasi berbasis agen untuk mendiagnosis masalah konektivitas secara akurat. Sistem tersebut menggunakan telemetri untuk menguji berbagai hipotesis sekaligus dan menerapkan langkah perbaikan secara otomatis.
Fitur Optimalisasi dan Monitoring Terintegrasi
AgenticOps juga memberikan rekomendasi berkelanjutan guna mengoptimalkan jaringan serta memvalidasi perubahan konfigurasi dengan melihat topologi secara langsung. Indikator pengalaman pengguna, seperti waktu koneksi dan kapasitas, disatukan dalam satu dashboard yang mudah dipantau. Pengguna dapat membuat workflow otomatis menggunakan Cisco AI Assistant yang dapat menyesuaikan diri sesuai kondisi lingkungan yang spesifik.
Bagi pengelola data centre, fitur deteksi dini membantu memberikan rekomendasi berdasarkan korelasi kejadian dan wawasan terkait beban kerja konvensional maupun berbasis AI. Ini meningkatkan efisiensi operasional dan kesiapan respon dalam lingkungan yang semakin kompleks.
Pemanfaatan AgenticOps untuk Penyedia Layanan dan Keamanan
Operator layanan kini dapat mengakses fitur AgenticOps dalam Crosswork AI yang sedang dalam tahap beta. Fitur ini mampu mengidentifikasi, mendiagnosis, serta menyelesaikan masalah jaringan multi-vendor secara otomatis.
Di bidang keamanan, Security Cloud Control mengeluarkan analisis proaktif untuk mengidentifikasi kebijakan zero trust yang kuat berdasarkan pola lalu lintas firewall. Sistem juga dapat merekomendasikan tindakan spesifik yang dapat dijalankan dengan satu perintah. Selain itu, alat-alat baru terus menilai kepatuhan konfigurasi firewall terhadap standar seperti PCI-DSS dan memberikan saran perbaikan.
Monitoring AI dan Pengembangan Hardware Pendukung
Cisco Splunk Observability Cloud kini bisa memantau performa aplikasi berbasis model bahasa besar (LLM) dan aplikasi agen melalui AI Agent Monitoring. Fitur ini menampilkan visualisasi alur kerja dan akan terintegrasi dengan Cisco AI Defense untuk menangani risiko seperti bias dan kebocoran data. Fitur ini dijadwalkan rilis umum pada akhir Februari.
Selain itu, Cisco memperkenalkan prosesor Silicon One G300 yang dirancang untuk mendukung cluster AI skala besar. Prosesor ini mengoptimalkan utilisasi jaringan dan mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan dibandingkan lalu lintas yang tidak teroptimalkan.
Sistem N9100 dan 8000 yang menggunakan G300 dihadirkan untuk berbagai skenario penyebaran mulai dari hyperscaler hingga jaringan privat. Manajemen terpadu menggunakan Nexus One memungkinkan pengelolaan yang konsisten antara pusat data on-premise dan cloud.
Dukungan Khusus dan Penguatan Keamanan Operasional
Cisco Customer Experience menyediakan opsi dukungan khusus untuk lingkungan dengan konfigurasi yang ketat, seperti air-gapped, on-premises, atau hybrid. Untuk memenuhi kebutuhan keamanan sensitif, perusahaan mendirikan Critical National Services Centres (CNSCs) di beberapa negara Eropa. CNSCs memberikan dukungan teknis dengan proses tersegregasi dan staf yang telah mendapat clearance sesuai kebijakan penanganan data pelanggan.
Pembaruan tersebut mencerminkan fokus Cisco untuk memajukan otomasi cerdas dalam operasi TI sekaligus menjaga aspek pengawasan dan keamanan. Model AgenticOps berpotensi menjadi solusi penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan infrastruktur dengan tingkat kompleksitas yang semakin meningkat.
