
CEO Crypto.com, Kris Marszalek, baru saja menolak tawaran akuisisi domain AI.com senilai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun. Ia menegaskan tidak akan melepas aset digital tersebut meskipun tawaran yang diterima lebih dari tujuh kali lipat dari harga belinya yang hanya 70 juta dollar AS.
Dalam wawancara di kanal TBPN, Marszalek menyatakan dengan tegas bahwa nilai tersebut tidak cukup untuk membuatnya mengangkat telepon dari pihak yang mengajukan tawaran. Keputusan tersebut menunjukkan komitmennya menjaga kepemilikan domain strategis ini dalam jangka panjang.
Penolakan Tawaran Fantastis Pasca-Akuisisi
Marszalek membeberkan kronologi singkat saat ia didekati oleh calon pembeli dari pihak yang disebutnya sebagai "the other side". Meskipun penawaran mencapai 500 juta dollar AS, CEO Crypto.com ini tetap kukuh mempertahankan domain AI.com. Ia menilai domain ini memiliki nilai strategis yang tidak dapat diukur dari angka semata.
Menurut Marszalek, mempertahankan aset digital ini merupakan langkah kunci untuk menyiapkan ekosistem bisnis baru yang ia bangun. Pernyataan "500 juta dollar AS bahkan tidak akan membuat saya mengangkat telepon" menunjukkan sikap tegas dan fokus pada visi jangka panjang.
Rencana Peluncuran Produk dan Antisipasi Infrastruktur
Marszalek mengungkapkan bahwa AI.com akan segera menjadi basis peluncuran produk baru yang akan terintegrasi dengan ekosistem bisnisnya. Ia berencana merilis layanan pertama dari domain tersebut secara bertahap dalam waktu 48 jam ke depan. Tujuannya untuk menjaga stabilitas infrastruktur agar tidak terjadi gangguan serupa insiden sebelumnya.
Pada saat Super Bowl, situs AI.com sempat mengalami kelumpuhan total setelah iklan komersial ditayangkan. Dari pengalaman tersebut, Marszalek mengadopsi strategi perilisan bertahap agar platform dapat beroperasi dengan optimal. Kini, sudah ada ratusan ribu orang yang masuk dalam daftar tunggu dengan antusias menantikan peluncuran layanan berkonsep "AGI is coming soon".
Rekam Jejak Kepemilikan AI.com
Domain AI.com memiliki sejarah yang menarik, dimulai dari pembelian oleh pengusaha asal Malaysia, Arsyan Ismail. Arsyan membeli domain itu pada 1993 saat berusia 10 tahun dengan harga 100 dollar AS menggunakan kartu kredit orang tuanya. Pilihan angka “AI” ini pun berkaitan dengan inisial namanya.
Awalnya hanya investasi sederhana, domain ini kemudian menjadi rebutan berbagai raksasa teknologi dunia seperti OpenAI dan Elon Musk. Namun akhirnya, Kris Marszalek berhasil mengakuisisi domain penting ini dan membawa aset digital tersebut ke bawah naungannya.
Mengapa AI.com Begitu Bernilai?
Nilai sebuah domain dua huruf seperti AI.com sangat tinggi karena mengandung singkatan "Artificial Intelligence" yang menjadi tren teknologi utama saat ini. Domain tersebut juga berpotensi menjadi landasan pengembangan berbagai produk dan layanan AI generasi terbaru yang makin dibutuhkan oleh sektor bisnis dan teknologi.
Selain itu, kontrol penuh atas domain ini memberikan keuntungan strategis bagi Marszalek dan perusahaannya untuk membangun portofolio inovatif dalam industri berbasis AI dan blockchain.
Data Penting:
- Tawaran akuisisi untuk AI.com: 500 juta dollar AS (Rp 8,4 triliun).
- Harga pembelian Kris Marszalek: 70 juta dollar AS.
- Daftar tunggu pengguna layanan AI.com mencapai ratusan ribu orang.
- Situs pernah lumpuh total setelah iklan Super Bowl, sehingga rilis layanan dilakukan secara bertahap.
- Kepemilikan domain bermula dari pembelian Arsyan Ismail pada 1993 seharga 100 dollar AS.
Keputusan Kris Marszalek untuk menolak tawaran luar biasa tersebut sekaligus menggarisbawahi nilai strategis dan potensi jangka panjang pengembangan AI.com. Kehadiran domain ini diyakini akan menjadi titik pusat inovasi bagi berbagai produk AI terdepan yang mendukung visi Marszalek dalam dunia digital dan kripto.
Dengan rencana peluncuran layanan bertahap dan pendekatan stabilitas infrastruktur yang matang, AI.com siap menjadi pionir dalam lanskap teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat. Marszalek kini fokus membangun ekosistem yang tidak semata-mata bernilai dari segi harga jual tetapi juga dampak dan inovasi teknologi yang dihadirkannya.




