
Motorola semakin mengukuhkan posisinya di segmen mid-range dengan meluncurkan seri terbaru, Motorola G17 Series. Seri ini hadir dengan fokus utama pada daya tahan baterai yang besar serta spesifikasi yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan pengguna harian. Ada dua varian yang diperkenalkan, yakni Moto G17 dan Moto G17 Power, yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda pada kapasitas baterai dan konfigurasi memori.
Motorola G17 Series menggunakan layar LCD berukuran 6,72 inci dengan resolusi Full HD+. Kedua varian memiliki refresh rate standar 60 Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.050 nits, membuat tampilan layar cukup jernih di berbagai kondisi cahaya. Perbedaan desain terlihat dari ketebalan bodi, di mana Moto G17 tampil lebih tipis dibanding Moto G17 Power. Keduanya memadukan finishing vegan leather yang tidak hanya estetis tetapi juga nyaman digenggam. Seri ini juga mengantongi sertifikasi IP64, sehingga tahan terhadap percikan air dan debu.
Untuk urusan performa, Motorola menanamkan chipset MediaTek Helio G81 Extreme pada G17 Series. Chipset ini cukup andal untuk memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari, termasuk multitasking dan bermain game ringan. Pada game populer seperti Mobile Legends, ponsel mampu menjalankan dengan kinerja stabil pada pengaturan grafis menengah. Namun, pengguna yang menginginkan pengalaman gaming kelas berat dengan setting maksimal perlu mempertimbangkan ponsel lain.
Pilihan memori pada Moto G17 cukup variatif, dengan opsi RAM 4 GB atau 8 GB dan kapasitas penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB. Semua varian mendukung ekspansi microSD hingga 1 TB, memberi keleluasaan bagi pengguna yang butuh ruang penyimpanan tambahan. Sementara itu, Moto G17 Power hadir dengan konfigurasi tunggal RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, yang memudahkan calon pembeli untuk langsung mendapat performa lebih siap untuk jangka panjang.
Sektor fotografi di Motorola G17 Series mengandalkan kamera utama beresolusi 50 MP berlabel Sony LYTIA 600 serta kamera ultrawide 5 MP. Konfigurasi kamera ini cukup mumpuni untuk mendukung berbagai macam skenario pengambilan foto harian. Sementara kamera depan berukuran 32 MP hadir untuk menghasilkan foto selfie yang tajam dengan detail baik. Dukungan teknologi AI membantu meningkatkan kualitas gambar secara otomatis tanpa perlu repot mengatur manual.
Dari segi baterai, perbedaan kapasitas menjadi salah satu titik perhatian. Moto G17 menggunakan baterai 5.200 mAh yang mampu mendukung penggunaan sehari penuh dengan pengisian daya cepat 18W. Sedangkan Moto G17 Power membawakan baterai yang lebih besar, yakni 6.000 mAh, serta dukungan pengisian daya 30W, cocok untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan ekstra tanpa harus sering mengisi ulang.
Sistem operasi Android 15 dengan antarmuka khas Motorola, Hello UX, digunakan pada seri ini. Motorola juga berkomitmen memberikan update keamanan hingga Februari 2028 untuk Moto G17. Fitur tambahan yang membuat pengalaman pengguna semakin nyaman termasuk speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos, NFC, jack audio 3,5 mm, dan radio FM. Sensor sidik jari yang terletak di samping bodi memudahkan akses dan menjaga keamanan perangkat.
Secara global, Motorola G17 Series dilepas dengan harga mulai dari sekitar Rp 3,4 juta sampai Rp 4 juta di pasar Eropa. Jika memasuki pasar Indonesia, estimasi harga diprediksi lebih kompetitif, berada di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Hingga saat ini, Motorola belum mengumumkan secara resmi kapan seri ini akan diluncurkan di Tanah Air. Namun potensi seri ini untuk meramaikan pasar kelas menengah terlihat cukup besar, terutama bagi konsumen yang menginginkan ponsel modern dengan baterai tahan lama dan harga terjangkau.
Berbagai keunggulan mulai dari desain yang menarik, layar beresolusi tinggi, hingga fitur lengkap membuat Motorola G17 Series menjadi pilihan menarik di segmen mid-range. Pengguna di Indonesia dapat mengantisipasi kehadiran resmi seri ini yang berpotensi menjadi pesaing kuat di tahun-tahun mendatang.





