Pengiriman smartphone global diperkirakan tumbuh sebesar 2 persen pada tahun 2025, dengan total pengiriman mencapai 1,25 miliar unit. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2021, menunjukkan pemulihan kuat di pasar perangkat seluler.
Menurut analisa dari Omdia, merek Honor berhasil menempati posisi teratas dalam pertumbuhan pengiriman dibandingkan dengan para pesaingnya. Kinerja Honor sangat mengesankan terutama di tiga kuartal pertama, dengan penjualan kuat dari produk smartphone premium dan tablet kelas menengah ke atas.
Dominasi Honor di Pasar Global
Honor mencatat lonjakan penjualan yang signifikan, menjadikannya merek dengan pertumbuhan tercepat di antara sepuluh vendor smartphone terbesar dunia. Keberhasilan ini didorong oleh fokus brand pada segmen premium dan menengah atas. Strategi ini menggarisbawahi permintaan konsumen terhadap produk berkualitas dengan fitur canggih.
Selain Honor, Samsung juga mencatat pertumbuhan yang stabil, mencapai peningkatan 7 persen dari tahun ke tahun. Keberhasilan Samsung tak lepas dari penjualan kuat seri Galaxy S dan Z yang premium, serta seri Galaxy A yang masih menjadi pilihan populer di segmen menengah. Samsung tetap menjadi salah satu pemain utama di pasar global dengan total pengiriman perangkat yang signifikan.
Pergerakan Pesaing Utama di Pasar Smartphone
Xiaomi mengalami penurunan penjualan sebesar 2 persen pada tahun ini. Penurunan ini terutama dialami di segmen kelas entri dan pasar utama mereka. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Xiaomi yang selama ini dikenal agresif menyerbu pasar kelas bawah dan menengah.
Vivo berada di posisi keempat dengan pengiriman mencapai 105,3 juta unit dan mengalami peningkatan 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menegaskan eksistensi Vivo di pasar global, meskipun persaingan semakin ketat.
OPPO berada di posisi kelima dengan pengiriman sekitar 100,7 juta unit, namun mengalami penurunan sebesar 3 persen. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketatnya persaingan dan tantangan pasokan komponen.
Tantangan Pasokan Komponen Memori dan Chip
Pasar smartphone menghadapi risiko kelangkaan komponen memori dan chip akibat permintaan tinggi untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Kelangkaan ini berpotensi menaikkan biaya produksi dan menekan volume pengiriman pada tahun berikutnya.
Para produsen diperkirakan harus menyesuaikan strategi mereka dalam menghadapi krisis pasokan yang mungkin berlanjut hingga tahun 2026. Hal ini menjadi tantangan baru bagi pertumbuhan industri smartphone yang selama ini bergantung pada kelancaran rantai pasokan komponen elektronik.
Fakta Penting Pengiriman Smartphone 2025
- Total pengiriman global diperkirakan mencapai 1,25 miliar unit, tumbuh 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Honor menduduki posisi teratas dalam pertumbuhan pengiriman dengan fokus pada segmen premium dan tablet.
- Samsung mencatat pertumbuhan 7 persen dengan dukungan kuat dari seri Galaxy S, Z, dan Galaxy A.
- Xiaomi mengalami penurunan 2 persen terutama di segmen kelas entri.
- Vivo meningkat 4 persen, mengirimkan 105,3 juta unit.
- OPPO mengalami penurunan 3 persen, mengirimkan 100,7 juta unit.
- Pasokan komponen memori dan chip menjadi tantangan utama tahun depan.
Data ini menggambarkan dinamika kompetisi di pasar smartphone yang terus berubah. Produk premium dan segmen kelas menengah yang inovatif memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan global.
Pengembangan teknologi baru dan perubahan preferensi konsumen juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan para produsen smartphone. Merek yang mampu beradaptasi dengan tren pasar dan mengantisipasi masalah pasokan diperkirakan akan bertahan dan tumbuh lebih kuat di masa depan.







