Xiaomi resmi memperkenalkan Xiaomi Tag di pasar Eropa, termasuk Perancis dan Inggris. Produk ini hadir sebagai pelacak pintar dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Apple AirTag dan Samsung Galaxy SmartTag.
Xiaomi Tag memiliki desain elips yang mungil dengan ketebalan hanya 7,2 mm. Perangkat ini menggunakan baterai koin CR2032 yang diklaim mampu bertahan hingga satu tahun penggunaan sebelum perlu diganti.
Dari sisi harga, Xiaomi Tag dibanderol sekitar 17,99 euro di Perancis. Jika membeli dalam paket berisi empat unit, harga bisa lebih murah. Bandingkan dengan Apple AirTag yang dijual sekitar 35 euro per unit.
Xiaomi Tag mengandalkan konektivitas Bluetooth 5.4 dan NFC untuk pelacakan lokasi. Namun, perangkat ini belum dibekali teknologi Ultra Wideband (UWB) yang biasanya digunakan untuk pelacakan jarak dekat dengan presisi tinggi.
Meski tanpa UWB, Xiaomi Tag unggul karena kompatibel dengan dua ekosistem besar sekaligus, yaitu Apple Find My dan Google Find Hub. Hal tersebut memberikan fleksibilitas penggunaan baik untuk pengguna iPhone maupun perangkat Android.
Material bodi Xiaomi Tag terbuat dari plastik dengan varian warna putih. Xiaomi tampaknya mengambil langkah memangkas fitur UWB untuk menekan harga jual sehingga lebih ramah kantong.
Rumor juga menyebutkan Xiaomi tengah menyiapkan versi premium dari Xiaomi Tag dengan teknologi UWB. Versi ini kemungkinan menawarkan pelacakan lebih presisi namun dengan harga yang lebih tinggi.
Berikut beberapa fitur utama Xiaomi Tag:
- Desain: Mungil, elips, ketebalan 7,2 mm.
- Baterai: Tipe koin CR2032, daya tahan sampai satu tahun.
- Konektivitas: Bluetooth 5.4 dan NFC.
- Kompatibilitas: Mendukung Apple Find My dan Google Find Hub.
- Harga: Sekitar 17,99 euro per unit di Perancis.
Tidak adanya UWB menjadi pembeda signifikan dengan produk sejenis dari Apple dan Samsung. Namun, harga yang lebih murah serta dukungan ekosistem ganda membuat Xiaomi Tag menjadi pilihan menarik untuk konsumen yang butuh pelacak pintar dengan budget terbatas.
Peluncuran Xiaomi Tag memperlihatkan tren baru dimana produsen berupaya menghadirkan teknologi pelacakan dengan harga lebih kompetitif tanpa mengorbankan kompatibilitas dan durabilitas produk. Ini juga menandai usaha Xiaomi dalam memperluas ekosistem perangkat pintar di pasar global.
Keberadaan Xiaomi Tag di Eropa dipastikan bakal menambah opsi bagi pengguna yang ingin mengamankan barang berharga seperti kunci, dompet, hingga tas. Fitur NFC pun memberikan kemudahan untuk mendeteksi dan menghubungkan perangkat dengan cepat.
Bagi pengguna yang mengutamakan pelacakan presisi dan fitur lengkap, versi premium Xiaomi Tag berbasis teknologi UWB mungkin menjadi pilihan di masa depan. Sementara itu, model standar sudah cukup menarik untuk pengguna umum karena menawarkan fungsi dasar dengan harga sangat terjangkau.
Pelacak pintar ini juga sejalan dengan kebutuhan sehari-hari konsumen akan perangkat yang sederhana, mudah digunakan, dan kompatibel dengan berbagai ekosistem smartphone tanpa harus mengeluarkan anggaran besar seperti membeli Apple AirTag.
Ketersediaan Xiaomi Tag dengan harga ekonomis ini diprediksi berpotensi menekan harga pasar perangkat pelacak lain. Hal ini bakal menguntungkan terutama pengguna Android yang selama ini memiliki lebih sedikit pilihan perangkat pelacak dengan fitur yang mendekati AirTag.
Secara keseluruhan, Xiaomi Tag menyuguhkan alternatif kompetitif dan fungsional dalam kategori pelacak pintar yang semakin diminati. Keunggulan harganya dapat membuka pasar baru serta meningkatkan persaingan teknologi di segmen perangkat IoT kecil dan praktis.
