OpenAI mengumumkan bahwa total pengguna ChatGPT di India telah mencapai lebih dari 100 juta orang setiap minggunya. Negara ini kini menjadi pasar terbesar ChatGPT di Asia dan yang kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Sam Altman, CEO OpenAI, mengungkapkan data tersebut saat menghadiri India AI Impact Summit di New Delhi. Acara ini mengumpulkan pemimpin teknologi global dan pembuat kebijakan untuk membahas peran AI dalam pendidikan, bisnis, dan pemerintahan.
Pengguna ChatGPT di India Dominasi Asia
India mencatatkan jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT terbesar di Asia dengan 100 juta orang. Jika dibandingkan, OpenAI memiliki total 800 juta pengguna aktif mingguan secara global. Ini menunjukkan bahwa sekitar 12,5 persen pengguna aktif ChatGPT berasal dari India.
Altman menekankan bahwa pengguna ChatGPT di India sebagian besar adalah pelajar. India memiliki komunitas pelajar terbesar di dunia, yang mendorong adopsi AI dalam berbagai aspek pendidikan. Mulai dari membantu menyelesaikan tugas, belajar coding, persiapan ujian kompetitif, hingga belajar bahasa, AI menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Strategi Harga yang Menyesuaikan Pasar India
OpenAI menyesuaikan strategi harga untuk pasar India yang sensitif terhadap biaya. Contohnya, peluncuran paket ChatGPT Go dengan harga di bawah 5 dolar AS dan pemberian akses gratis selama satu tahun untuk pengguna di India.
Pendekatan ini berhasil menurunkan hambatan akses bagi jutaan pengguna. Selain itu, OpenAI memperkuat kehadirannya dengan membuka kantor baru di New Delhi pada Agustus lalu. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen OpenAI dalam mengembangkan ekosistem AI di India.
Persaingan dan Adopsi AI di India
Google juga turut meramaikan pasar AI di India dengan produk Gemini yang ditujukan khusus untuk segmen pendidikan. Perusahaan memberikan langganan gratis selama satu tahun dan melakukan kerja sama dengan Reliance Jio. Melalui kerjasama tersebut, lebih dari 500 juta pengguna Jio mendapatkan akses gratis ke Gemini AI Pro selama 18 bulan.
India ternyata juga berada di peringkat keempat secara global dalam penggunaan Prism, alat kolaborasi dan riset ilmiah gratis dari OpenAI. Hal ini menunjukkan minat tinggi para peneliti dan profesional India dalam memanfaatkan AI untuk kegiatan riset.
Faktor Pendukung Dominasi ChatGPT di India
Beberapa faktor kunci yang membuat India unggul sebagai pasar AI antara lain:
- Populasi muda yang mengadopsi teknologi dengan cepat.
- Lebih dari satu miliar pengguna internet aktif.
- Komunitas pelajar terbesar di dunia.
- Penyesuaian harga produk AI sesuai daya beli.
- Infrastruktur digital yang terus berkembang.
Altman menyebut bahwa kehadiran pelajar sebagai pengguna utama mempercepat penetrasi teknologi AI. Hal ini menjadi indikator kuat bagaimana AI dapat menjadi alat pembelajaran dan inovasi di negara berkembang.
Potensi Pertumbuhan Pasar AI di India
Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, India tidak hanya menjadi target pasar tapi juga potensi pusat inovasi AI. Pemerintah dan sektor swasta semakin memberi perhatian pada pemanfaatan AI dalam pendidikan, pemerintahan, dan bisnis.
OpenAI, Google, dan beberapa perusahaan AI lain berharap dapat memperluas layanan serta menghadirkan fitur baru yang sesuai kebutuhan pengguna India. Ini termasuk pengembangan alat untuk riset ilmiah dan aplikasi bisnis yang lebih canggih.
Informasi penggunaan ChatGPT oleh 100 juta orang di India menegaskan tren adopsi AI yang masif. Negara ini memainkan peran penting dalam ekosistem AI global dan diprediksi akan terus tumbuh sebagai pusat inovasi teknologi yang vital.
