Pembaharuan Windows 11 dengan kode KB5077181 menghadirkan sejumlah masalah serius bagi pengguna. Update ini dilaporkan menyebabkan perangkat mengalami boot loop di tahap akhir instalasi atau setelah proses sign-in. Beberapa pengguna melaporkan perangkat mereka melakukan restart berulang kali lebih dari 15 kali sebelum berhasil masuk ke sistem, sehingga sangat mengganggu produktivitas.
Masalah boot loop ini terjadi bersamaan dengan fakta bahwa update KB5077181 seharusnya menjadi solusi permanen untuk bug UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME yang sempat menghambat update sebelumnya. Microsoft pada halaman KB resminya belum mengonfirmasi adanya masalah ini, meski laporan di forum dan media pihak ketiga sudah semakin banyak mengindikasikan keteledoran atau bug dalam pembaruan tersebut.
Gangguan Sign-In Akibat Error Layanan Sistem
Selain boot loop, beberapa pengguna yang berhasil mencapai layar login menemukan kegagalan sign-in terkait System Event Notification Service (SENS). Pesan error yang muncul berbunyi, “The System Event Notification Service service failed the sign-in. The specified procedure could not be found.”. Ini menunjukkan ada masalah spesifik pada layanan tersebut setelah update diterapkan.
Belum ada penjelasan resmi dari Microsoft mengenai akar penyebab kesalahan ini. Namun, laporan ini menunjukkan adanya kesalahan dalam eksekusi prosedur sistem yang menghambat pengguna masuk ke akun mereka pada Windows 11 versi terbaru.
Masalah Koneksi Jaringan dan DHCP
Permasalahan lain yang cukup mengganggu adalah gangguan konektivitas jaringan. Laporan dari pengguna menyebutkan terjadinya error DHCP setelah restart update KB5077181, menyebabkan koneksi Wi-Fi tetap tersambung namun tanpa akses internet atau status “Connected, no internet”. Kondisi ini hanya bisa diatasi setelah pengguna menghapus (uninstall) pembaruan yang bermasalah.
Masalah jaringan juga diikuti oleh kegagalan instalasi update dengan kode error umum seperti 0x800f0983 dan 0x800f0991. Kegagalan ini membuat pembaruan tidak terpasang dengan sempurna, menciptakan ketidakstabilan tambahan yang harus diatasi oleh pengguna dan administrator IT.
Peran Update dalam Transisi Secure Boot
Update KB5077181 juga berkaitan dengan agenda besar Microsoft dalam pembaruan Secure Boot. Perusahaan berencana mengganti sertifikat Secure Boot yang diterbitkan pada tahun 2011 dengan sertifikat baru dari 2023. Hal ini penting untuk menjaga status keamanan booting tetap optimal dan menghindari penurunan kinerja keamanan perangkat.
Namun, transisi ini datang bersamaan dengan update yang memengaruhi fungsi proteksi aplikasi pihak ketiga. Wibu-Systems, produsen solusi proteksi perangkat lunak CodeMeter, memperingatkan bahwa update ini dapat menyebabkan ketidakcocokan pada mekanisme obfuscation AxProtector. Akibatnya, beberapa aplikasi dengan proteksi khusus bisa gagal dijalankan setelah pembaruan dipasang.
Rekomendasi Bagi Pengguna Windows 11
Menghadapi berbagai masalah dari update KB5077181, beberapa langkah dapat diambil pengguna untuk mengurangi gangguan:
- Tunda Instalasi Update Jika Tidak Mendesak
- Pantau Forum dan Situs Resmi Microsoft untuk Pengumuman Perbaikan
- Gunakan Fitur System Restore Untuk Kembali ke Kondisi Sebelumnya Jika Terjadi Boot Loop
- Periksa Kompatibilitas Aplikasi Pihak Ketiga yang Mendapat Proteksi Otomatis
- Hubungi Dukungan Teknis Jika Permasalahan Sign-In atau Jaringan Berlanjut
Microsoft disebut telah bekerja keras untuk mengatasi bug tersebut dan merilis patch pembaruan yang harusnya memperbaiki keadaan. Namun, pengguna Windows 11 disarankan untuk berhati-hati terlebih dahulu sebelum menginstal pembaruan ini, terutama pada perangkat yang digunakan untuk pekerjaan penting.
Penting juga untuk selalu membackup data secara rutin supaya risiko kehilangan data minimal saat terjadi kegagalan update atau masalah sistem lain yang tak terduga. Kendati pembaruan bertujuan untuk meningkatkan performa dan keamanan, insiden seperti ini mengingatkan bahwa proses update sistem operasi kadang membawa risiko yang perlu diantisipasi secara matang.







