Jaringan AI HPE Jadi Tulang Punggung Tersembunyi yang Menentukan Sukses Olimpiade Musim Dingin 2026 Secara Real-Time

Perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina menghadirkan tantangan besar dalam hal infrastruktur jaringan. Kompetisi yang tersebar di tiga wilayah di Italia utara ini menjadi yang paling luas secara geografis dalam sejarah Olimpiade. Lebih dari 3.000 atlet serta ribuan pengunjung dan media memerlukan koneksi yang andal di 40 lokasi berbeda, mencakup area seluas 22.000 kilometer persegi.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Hewlett Packard Enterprise (HPE) dipercaya menjadi mitra resmi perangkat jaringan Olimpiade. Peran mereka bukan sekadar menyediakan konektivitas, tetapi juga membangun ekosistem jaringan yang canggih, aman, dan responsif menggunakan teknologi AI.

Jaringan yang Diciptakan Lebih dari Sekadar Koneksi

Menurut Claudio Bassoli, Managing Director HPE Italia, jaringan yang dibangun untuk Milan-Cortina menggabungkan sistem AI-driven yang mampu mengotomatisasi dan mengamankan seluruh proses. Ia menjelaskan bahwa jaringan ini memungkinkan setiap interaksi dan keputusan operasional dibuat lebih mudah dan efisien. Dengan demikian, para penggemar dapat merasakan pengalaman yang lebih imersif, media mampu mengakses konten lebih cepat, dan penyelenggara dapat menjalankan acara bertaraf dunia dengan lebih percaya diri.

Menurut Rami Rahim, Executive Vice President dan General Manager Networking di HPE, jaringan tradisional tidak lagi memadai di era kecerdasan buatan. "Memiliki jaringan yang aktif tidak cukup jika jaringan itu tidak dapat berperforma optimal saat dibutuhkan," ungkap Rahim.

Skala dan Kompleksitas Infrastruktur Jaringan

Infrastruktur yang disiapkan HPE menghadirkan perangkat canggih yang terdiri dari:

  1. Lebih dari 4.900 titik akses (access points)
  2. 1.500 switch Ethernet EX
  3. 70+ router universal MX
  4. 50+ firewall generasi berikutnya SRX
  5. 30+ router sesi pintar

Seluruh perangkat ini dikelola dengan sistem cloud HPE Mist, platform AI-native yang membantu pengelolaan dan pemantauan jaringan secara real-time. HPE Mist memungkinkan jaringan beradaptasi secara dinamis terhadap kondisi lapangan, misalnya saat kerumunan massa keluar dari venue.

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Jaringan Mandiri

HPE juga memanfaatkan asisten AI bernama Marvis yang berfungsi mendeteksi dan menyelesaikan masalah jaringan sebelum menjadi kendala besar. Teknologi ini tidak hanya menghemat waktu analisis, tetapi juga mempercepat pelatihan teknisi di lapangan.

Rahim menyebut bahwa sistem ini merupakan contoh ideal dari jaringan mandiri (self-driving network) yang dapat mengonfigurasi diri, mengoptimalkan performa, dan memperbaiki masalah secara otomatis. Pendekatan ini sangat penting mengingat tekanan yang dihadapi jaringan saat event besar berlangsung.

Jaringan sebagai Tendangan Kritis untuk Keberhasilan Event

Menurut Stefano Andreucci, Senior Sales Director South Europe Networking di HPE, jaringan tradisional tidak dirancang untuk kebutuhan Olimpiade modern. Jaringan yang disediakan harus bisa menyuguhkan keamanan menyeluruh, otomatisasi end-to-end, serta kemampuan adaptasi waktu nyata. Inilah esensi jaringan AI-native yang HPE terapkan dalam mendukung penyelenggaraan Olimpiade.

Rami Rahim meyakini bahwa Olimpiade 2026 akan menjadi tolok ukur bagi event-event internasional di masa depan. Keberhasilan jaringan ini menunjukkan keunggulan teknologi HPE yang mendominasi bidang infrastruktur misi-kritis. “Kami bangga menjadi bagian dari sejarah dan memberikan jaringan yang melayani kebutuhan kompleks Olimpiade,” tutup Rahim.

Peran HPE dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 menunjukkan bagaimana evolusi teknologi jaringan kini tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kecerdasan adaptif, keamanan, dan kemudahan pengoperasian. Pendekatan ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan konektivitas skala besar di event global yang kompleks dan dinamis.

Berita Terkait

Back to top button