Banyak orang menggunakan kabel USB-C yang diklaim "fast-charging" untuk mengisi daya dan mentransfer data. Namun, meskipun kabel tersebut terlihat modern, kecepatan transfer datanya seringkali terbatas sampai kecepatan USB 2.0 saja, yakni maksimum 480 Mbps. Kondisi ini tentu saja membuat proses pemindahan file menjadi lambat dan tidak efisien.
USB-C sebenarnya merupakan standar yang sangat baik, tetapi pasar kabel USB-C saat ini sangat membingungkan. USB Implementers Forum (USB-IF) tidak mewajibkan produsen menggabungkan kecepatan pengisian daya tinggi dengan kecepatan transfer data yang tinggi. Akibatnya, ada kabel dengan daya 240W yang kecepatannya hanya USB 2.0, serta kabel dengan kecepatan hingga 20Gbps yang daya pengisiannya kurang dari 10W.
Kerancuan Pasar Kabel USB-C
Di pasaran, konsumen bisa menemukan kabel USB-C dengan berbagai spesifikasi yang sulit dibedakan hanya dari tampilannya. Kabel yang tidak diberi label resmi seringkali menyulitkan pengguna untuk mengetahui kemampuan sebenarnya. Penulis artikel referensi menemukan bahwa sebagian besar kabel USB-C di rumahnya hanya dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimum sebesar USB 2.0, yakni 480Mbps atau sekitar 60 megabyte per detik.
Dari lima kabel USB-C yang mendukung pengisian minimal 60W, hanya satu yang mendukung kecepatan data di atas 480Mbps. Kabel tersebut berasal dari enclosure SSD eksternal M.2 yang memang dirancang untuk transfer data cepat hingga 20Gbps. Kabel lain cenderung digunakan hanya untuk mengisi daya, terutama ponsel dan perangkat handheld.
Dampak Kecepatan Data USB-C yang Terbatas
Kabel USB-C yang hanya bekerja di kecepatan USB 2.0 memperlambat transfer file besar seperti foto dan video. Hal ini menjadi masalah nyata ketika ingin memindahkan data dari ponsel ke komputer atau saat menggunakan media penyimpanan eksternal yang memerlukan bandwidth besar. Meski kabel tersebut mendukung pengisian daya cepat, kemampuan transfer datanya jauh dari optimal.
Cara Mengetahui Kabel USB-C dengan Kecepatan Data Tinggi
Untuk mengetahui kecepatan kabel USB-C, pengguna harus melakukan pengujian karena label pada kabel tak selalu jelas. Pengujian dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak seperti CrystalDiskMark di Windows, KDiskMark di Linux, dan AmorphousDiskMark untuk Mac. Penting untuk menggunakan perangkat penyimpanan eksternal yang mendukung kecepatan tinggi dan port USB-C cepat di komputer saat melakukan pengujian.
Jika menemukan kabel dengan bandwidth tinggi, sebaiknya diberi label agar mudah dikenali saat dibutuhkan di masa mendatang.
Pilihan Kabel USB-C Berkecepatan Tinggi
Jika ingin membeli kabel baru, beberapa pilihan direkomendasikan berikut:
Cable Matters 20Gbps USB-C cable
- Mendukung pengisian daya hingga 240W
- Mendukung mode DP Alt (DisplayPort Alternate Mode)
- Harga sekitar di bawah $20 untuk panjang 6 kaki
Anker USB4 40Gbps cable
- Kecepatan lebih tinggi dari 20Gbps
- Ukuran lebih pendek dan harga lebih mahal
Cable Matters USB4 2.0 80Gbps cable
- Kompatibel dengan USB4, Thunderbolt 5, serta standar lama
- Mendukung Power Delivery 3.1 dan DP Alt Mode hingga 480Hz@4K
- Harga sekitar $21.99 untuk kabel sepanjang 4,9 kaki
- Tersedia versi berlapis anyaman yang sedikit lebih mahal
- OWC Thunderbolt 4 certified cable
- Kompatibel dengan USB4 dan perangkat Thunderbolt lama
- Harga kurang dari $30 untuk panjang 3,3 kaki
- Ada versi Thunderbolt 5 dengan kecepatan 80Gbps seharga $35
Rekomendasi Penggunaan dan Pembelian
Kabel USB-C untuk pengisian cepat biasanya kurang cocok untuk transfer data cepat kecuali kabelnya memang didesain khusus. Banyak kabel fast-charging hanya mendukung kecepatan USB 2.0 sehingga tidak optimal untuk transfer file besar. Dengan biaya yang cukup terjangkau, pengguna disarankan membeli kabel USB-C yang memang memiliki spesifikasi kecepatan tinggi.
Menggunakan kabel USB-C berkecepatan tinggi memungkinkan pengguna menghemat waktu transfer data dan mendayagunakan potensi penuh perangkat penyimpanan eksternal. Labelisasi kabel yang jelas juga membantu agar tidak salah pilih di kemudian hari.
Singkatnya, jika kabel USB-C “fast-charging” yang dimiliki menunjukkan kecepatan USB 2.0 saat diuji, sebaiknya segera upgrade ke kabel yang mendukung transfer data lebih cepat agar pengalaman penggunaan perangkat jauh lebih efektif dan efisien.







