
Kabar mengenai kartu grafis kelas atas dari Nvidia muncul dengan bocoran terkait varian RTX 5090 Ti yang dikabarkan akan rilis pada akhir tahun dua tahun mendatang. Fokus utama dari rumor ini bukan hanya pada spesifikasi yang meningkat, tetapi juga konsumsi daya yang naik signifikan sehingga menarik perhatian para penggemar hardware dan komunitas gaming.
Informasi internal yang diungkap oleh Moore’s Law is Dead mengindikasikan bahwa RTX 5090 Ti telah menjalani pengujian sejak pertengahan tahun depan. Tidak seperti rumor sebelumnya yang menyebutkan penggunaan penuh AD202 die, RTX 5090 Ti kemungkinan menghadirkan 22.848 CUDA cores. Jumlah ini tercatat hanya 5% lebih banyak dibanding RTX 5090 standar, sehingga tidak memaksimalkan potensi penuh core yang tersedia, yakni 24.064.
Peningkatan Spesifikasi yang Tidak Terlalu Signifikan
Kenaikan jumlah CUDA cores sebesar 5% mengisyaratkan bahwa RTX 5090 Ti merupakan versi upgrade tipis dari RTX 5090. Pengujian menunjukkan peningkatan performa sekitar 10%. Namun, pada kondisi ideal, peningkatan performa bisa mencapai 20%. Sumber dari Tom’s Hardware menekankan bahwa performa tambahan ini mungkin hanya berdampak nyata di lingkungan tertentu, terutama pada aplikasi berat atau aktivitas komputasi spesifik.
Terlepas dari persentase peningkatan performa yang tidak terlalu besar, RTX 5090 Ti tetap diposisikan sebagai produk flagship. Target utama GPU ini adalah para enthusiast yang selalu mencari perangkat tercepat di pasar, bukan konsumen gaming biasa.
Lonjakan Konsumsi Daya Menjadi Sorotan
Salah satu hal paling mencolok dari RTX 5090 Ti adalah konsumsi daya yang melonjak drastis. Salah satu prototipe kartu grafis ini diketahui membutuhkan daya lebih dari 1.000 Watts dalam mode tidak terkunci. Dalam penggunaan normal, RTX 5090 Ti beroperasi pada kisaran 700-750 Watts.
Kenaikan konsumsi daya di luar kebiasaan untuk sebuah GPU gaming. Konsekuensinya, kartu grafis ini memerlukan solusi pendinginan yang jauh lebih masif, bahkan membutuhkan penyangga khusus agar tetap stabil di dalam casing. Fakta ini menandakan RTX 5090 Ti mungkin bukan pilihan ideal untuk semua pengguna, apalagi jika mempertimbangkan kebutuhan daya listrik di rumah secara keseluruhan.
Spekulasi VRAM dan Segmen Pasar Hybrid
Masih belum ada kepastian mengenai kapasitas VRAM yang akan dibawa RTX 5090 Ti. Kapasitas lebih dari 32 GB dinilai berlebihan untuk kebutuhan gaming saat ini. Namun, adanya tren penggunaan GPU untuk kebutuhan AI dan komputasi berat lain membuka kemungkinan kapasitas VRAM sebanyak 48 GB.
Langkah Nvidia ini dinilai sebagai respons terhadap tumbuhnya segmen pengguna yang membutuhkan kartu grafis untuk kebutuhan gaming sekaligus AI (gaming-AI hybrid prosumer). Hal ini memberikan peluang RTX 5090 Ti untuk bersaing di dua segmen pasar sekaligus.
Prediksi Harga dan Status Produksi
Berdasarkan kondisi pasar dan teknologi yang diadopsi, harga RTX 5090 Ti diprediksi tidak akan turun di bawah $2.500 hingga $3.000. Rentang harga ini dianggap sangat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata kartu grafis gaming saat ini.
Namun, patut dicatat bahwa keberadaan prototipe bukan jaminan RTX 5090 Ti akan benar-benar masuk jalur produksi massal. Contoh terbaru adalah Titan Ada yang hanya sampai tahap prototipe dan tidak pernah dirilis ke pasar. Pengamat memperkirakan RTX 5090 Ti atau Blackwell Titan bisa saja menjadi solusi sementara Nvidia sebelum meluncurkan generasi GPU berikutnya dalam waktu beberapa tahun mendatang.
Perbandingan Singkat Spesifikasi Utama
| Model | CUDA Cores | Konsumsi Daya Normal | Performa Tambahan (dibanding RTX 5090) |
|---|---|---|---|
| RTX 5090 | 21.824 | Tidak diumumkan | – |
| RTX 5090 Ti | 22.848 | 700-750W | 10%-20% |
Tekanan persaingan di industri GPU terus meningkat sehingga membuat produsen berupaya menciptakan gebrakan. Namun, pola peningkatan minor pada spesifikasi dengan lonjakan daya ekstrem menandakan adanya kompromi. Fokus Nvidia pada segmen enthusiast juga menunjukkan pergeseran target pasar GPU kategori flagship.
Para penggiat hardware dan AI yang ingin tetap menjadi pionir tentu harus bersiap menghadapi tantangan berupa kebutuhan daya sangat tinggi dan harga premium. Inovasi di ekosistem pendinginan dan power supply juga akan menjadi topik hangat jelang peluncuran GPU flagship Nvidia berikutnya.
Source: www.notebookcheck.net




