57 Mobil Listrik Diuji Jalan Tol 130 Km/Jam Banyak Gagal Capai Jarak Nyata Mercedes EQS Puncaki Daftar Efisiensi

Pengujian jarak tempuh mobil listrik di tol dengan kecepatan konstan 130 km/jam baru-baru ini membuka gambaran baru terkait efisiensi kendaraan listrik pada kecepatan tinggi. Sebanyak 57 mobil listrik diuji dalam kondisi nyata ini untuk mengetahui seberapa jauh jarak yang bisa ditempuh sebelum baterai habis. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan antara klaim WLTP pabrikan dan jarak tempuh riil di jalan tol.

Pengujian ini menjadi penting karena angka jangkauan yang diberikan pabrikan biasanya didapat dari uji laboratorium dengan kecepatan dan kondisi ideal. Pada pengujian jalur tol, kecepatan tinggi dan hambatan angin membuat konsumsi energi mobil listrik meningkat tajam. Beberapa model bahkan hanya menyentuh separuh dari klaim jarak tempuh WLTP, sementara yang lain justru tampil lebih baik dari perkiraan.

Mercedes EQS 450+ Juara Jarak Tempuh Tol 130 Km/Jam

Mercedes EQS 450+ sukses menjadi juara dengan catatan jarak tempuh 482 km di tol, hampir menyentuh angka 500 km. Kemenangan ini tidak lepas dari kombinasi baterai besar berkapasitas 120 kWh dan desain aerodinamis dengan koefisien hambatan udara rendah. Manajemen energi pada mobil ini juga sangat efisien, menjadikannya mobil listrik paling optimal untuk kecepatan tinggi dalam pengujian ini.

Posisi kedua diisi oleh BMW iX xDrive50 yang mampu menempuh 434 km, lalu BMW iX M60 dengan jarak 430 km. Gelar SUV terbaik dipegang oleh Mercedes EQS SUV 580 4MATIC dengan jarak 411 km. Model performa tinggi seperti BMW i4 eDrive40 juga menunjukkan efisiensi tinggi dengan jarak tempuh 415 km dan berhasil menyaingi sedan premium lain.

Daftar 10 Teratas Mobil Listrik Berdasarkan Jarak Tempuh

  1. Mercedes EQS 450+ – 482 km
  2. BMW iX xDrive50 – 434 km
  3. BMW iX M60 – 430 km
  4. Genesis G80 Electrified – 427 km
  5. Mercedes EQE 350+ – 423 km
  6. BMW i4 eDrive40 – 415 km
  7. Mercedes EQS SUV 580 4MATIC – 411 km
  8. BMW i7 xDrive60 – 388 km
  9. Skoda Enyaq iV RS – 380 km
  10. Nissan Ariya (87 kWh) – 378 km

Hasil ini menyoroti pentingnya faktor selain kapasitas baterai dalam menentukan jarak tempuh. Aerodinamika dan efisiensi motor listrik lebih menentukan performa sebenarnya di kecepatan tinggi. Contohnya, Hyundai Kona Electric dengan kapasitas baterai lebih kecil justru bisa bersaing di angka 336 km, sama dengan Porsche Taycan Turbo S Sport Turismo.

Performa Bervariasi Antara Mobil Listrik

Banyak mobil listrik performa tinggi yang mengorbankan efisiensi karena energi yang digunakan untuk mempertahankan kecepatan tetap besar. Ini bisa menyebabkan jarak tempuh sesungguhnya jauh dibawah klaim WLTP, terutama saat dipakai di jalan tol. Sementara itu, dalam penggunaan sehari-hari di dalam kota dengan kecepatan rendah, umumnya jarak tempuh mobil listrik bisa lebih maksimal dibanding kondisi uji tol.

Pengujian ini juga mencakup berbagai merek ternama seperti Tesla, Audi, Polestar, Nio, Genesis, VW, dan lainnya. Misalnya, Tesla Model 3 Long Range AWD mampu menempuh 363 km, sedikit unggul atas Tesla Model Y yang mencapai 361 km. Nio EL7 dan ET7 masing-masing berada di angka 356 km dan 345 km. Ford Mustang Mach-E GT mencetak 337 km, sementara VW ID.4 GTX berada di angka 332 km.

Infrastruktur dan Teknologi Jadi Kunci

Perkembangan teknologi baterai memang terus mengalami kemajuan. Namun, hasil uji menunjukkan bahwa infrastruktur pengisian cepat tetap sangat penting agar mobil listrik dapat digunakan secara optimal untuk perjalanan jarak jauh. Ketersediaan charger cepat di rute tol sangat menentukan pengalaman berkendara dan jangkauan mobil.

Hasil pengujian ini menetapkan standar baru bagi efisiensi mobil listrik premium dan menjadi referensi penting bagi konsumen. Mercedes EQS 450+ berhasil menampilkan bagaimana pabrikan dapat mengintegrasikan kapasitas baterai besar, desain aerodinamis, dan manajemen energi yang unggul untuk hasil terbaik di kecepatan tol.

Daftar lengkap pengujian 57 mobil listrik dengan rincian jarak tempuh riilnya bisa menjadi acuan penting bagi calon pembeli dan penggemar otomotif. Temuan ini juga memberikan gambaran jelas bahwa klaim resmi WLTP perlu dibaca secara kritis terutama untuk penggunaan di jalur cepat tol.

Secara keseluruhan, pengujian tersebut menekankan bahwa tidak semua mobil listrik mampu memenuhi ekspektasi WLTP pada kecepatan tinggi. Efisiensi dan fitur teknis menjadi faktor kunci dalam menentukan daya tempuh sesungguhnya. Mercedes EQS 450+ berhasil menunjukkan performa dan efisiensi terbaik di antara 57 peserta pengujian.

Berita Terkait

Back to top button