Gegerkan Qatar Dengan Falcon 3.0 Antasena ITS Mobil Hidrogen Paling Efisien di Ajang Shell Eco-marathon Lusail

Dunia otomotif internasional tersentak oleh keberhasilan tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Qatar. Mobil purwarupa Antasena Falcon 3.0 berhasil merebut Juara 1 Technical Innovation Award pada ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026. Keberhasilan ini diraih di tengah kondisi lingkungan ekstrem di Lusail International Circuit, yaitu panas tinggi dan badai pasir.

Falcon 3.0 melaju dengan percaya diri di lintasan yang sulit, menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa tidak hanya sekadar gagasan tetapi juga mampu bersaing di kancah global. Kemenangan ini mengalahkan tim-tim unggulan dari 15 negara maju seperti Tiongkok, India, hingga tuan rumah Qatar.

Inovasi Teknologi “Paru-Paru” untuk Iklim Gurun

Kunci sukses Falcon 3.0 terletak pada teknologi revolusioner sistem fuel cell hidrogen. Membran fuel cell pada umumnya rentan kehilangan kelembaban di iklim kering sehingga efisiensinya menurun drastis. Tim Antasena mengembangkan humidifier custom-made yang berfungsi seperti “paru-paru buatan.” Alat ini dapat menyuntikkan uap air mikroskopis secara presisi ke dalam sistem fuel cell.

Dengan teknologi ini, Falcon 3.0 mampu mempertahankan performa optimal meski suhu aspal mencapai 40 derajat Celsius. Para juri internasional mengapresiasi terobosan tersebut dengan memberikan nilai tertinggi pada aspek inovasi teknis. Teknologi ini jadi terobosan penting dalam pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen untuk kondisi ekstrem.

Rekor Konsumsi Energi yang Mengagumkan

Falcon 3.0 mencatatkan efisiensi energi hingga 498 km per 1 m³ gas hidrogen. Angka ini setara dengan jarak antara Jakarta dan Semarang hanya dengan satu meter kubik hidrogen sebagai bahan bakar. Capaian ini menjadikan Falcon 3.0 sebagai salah satu kendaraan paling efisien di dunia.

Fakta ini menjadi bukti keunggulan teknologi yang dikembangkan tim Antasena, bahkan mampu menyingkirkan banyak peserta dari negara dengan latar belakang industri otomotif yang sudah maju. Keberhasilan ini menjadi patokan baru di ranah mobil hemat energi berbasis hidrogen.

Strategi Lightweight dengan Serat Karbon

Untuk menunjang efisiensi tinggi, tim Antasena melakukan diet ekstrem pada struktur kendaraan. Sasis mobil dibuat dari material Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP) dengan teknik monocoque. Hal ini membuat bobot Falcon 3.0 berkurang lebih dari 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Kendaraan jadi sangat ringan dan kaku dengan aerodinamika yang baik sehingga memudahkan pengendalian dan performa tinggi. Bahkan, mobil ini bisa diangkat hanya oleh dua orang dewasa. Kombinasi antara bobot yang ringan dan teknologi efisien menjadi senjata utama Falcon 3.0 dalam meraih juara.

Tiket Emas Menuju Kompetisi Dunia

Kemenangan di Qatar membuka pintu bagi tim Antasena ITS untuk berlaga di Shell Eco-marathon Global Championship 2027. Kompetisi akan diselenggarakan di Goodwood Circuit, sirkuit legendaris di Inggris. Di sana, mereka akan bersaing dengan juara regional dari Eropa dan Amerika.

Ajang ini sering disebut sebagai “Piala Dunia” kendaraan hemat energi. Falcon 3.0 tidak hanya menang lomba, tapi juga simbol inovasi teknologi hijau Indonesia yang mendunia. Dari Surabaya ke Qatar dan selanjutnya ke Inggris, tim Antasena membuktikan kapasitas inovasi anak bangsa dalam memimpin revolusi otomotif ramah lingkungan dunia.

Dengan prestasi tersebut, Indonesia semakin diperhitungkan dalam pengembangan teknologi kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Falcon 3.0 menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan teknologi lokal dapat mengukir prestasi di level internasional.

Source: www.ceritojambi.com

Berita Terkait

Back to top button