
Boris Cherny, pimpinan Claude Code di Anthropic, menyatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menulis kode secara manual sejak November lalu. Seluruh kode produksi yang dibuat oleh timnya kini ditulis sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI), tanpa ada pengeditan satu baris pun dari tangan manusia.
Perubahan ini justru membuat Cherny semakin menikmati pekerjaannya. Dalam sebuah wawancara di Lenny’s Podcast, ia menyebutkan bahwa saat ini ia mengirim antara 10 hingga 30 pull request setiap hari, dengan beberapa agen AI yang berjalan bersamaan untuk menyelesaikan berbagai tugas pemrograman. AI telah menghilangkan bagian pekerjaan yang berulang dan memakan waktu.
Claude Code dan Peranannya dalam Dunia Pemrograman
Claude Code awalnya adalah proyek kecil di dalam Anthropic dan kurang mendapat sambutan positif pada tahap awal. Pengguna awal mengalami kesulitan dengan antarmuka terminal yang digunakan. Namun, seiring peningkatan kemampuan sistem, popularitas dan penggunaannya meningkat pesat.
Saat ini, Claude Code bertanggung jawab atas sekitar 4 persen dari seluruh komit kode publik di GitHub. Angka tersebut lebih tinggi apabila memasukkan repositori pribadi. Di dalam perusahaan Anthropic, AI ini memeriksa setiap pull request terlebih dahulu sebelum diperiksa oleh manusia, sebagai alat kontrol kualitas otomatis yang andal.
Peralihan ke penulisan kode sepenuhnya oleh AI terjadi secara bertahap bagi Cherny. Awalnya, hanya sebagian kecil pekerjaannya yang dibuat oleh Claude Code. Namun, pada akhirnya, sejak November, semua kode yang ia produksi sudah tidak tulis secara manual.
AI Melakukan Lebih dari Sekedar Menulis Kode
Claude Code juga berfungsi lebih luas dari sekadar menulis kode atas perintah. Sistem ini secara aktif membaca laporan bug, umpan balik pengguna, dan data internal, lalu mengusulkan perbaikan atau fitur baru secara otomatis. Perubahan ini memengaruhi cara kerja tim dan membuat proses pengembangan lebih efisien.
Dalam beberapa kasus, AI berhasil memecahkan permasalahan dengan lebih cepat dibandingkan insinyur berpengalaman yang menggunakan metode tradisional. Cherny menceritakan pengalamannya saat anggota tim baru membiarkan Claude Code menemukan dan memperbaiki masalah memori secara otomatis, sementara ia masih menganalisis masalah tersebut secara manual.
Selain itu, AI juga digunakan dalam tugas-tugas non-teknis seperti manajemen proyek, sinkronisasi informasi antar dokumen, hingga menangani pekerjaan rutin seperti email dan koordinasi internal.
Dampak pada Profesi dan Struktur Tim Teknologi
Perubahan peran ini diprediksi akan merombak definisi jabatan di bidang teknologi, terutama untuk posisi software engineer. Cherny memperkirakan profesi tersebut akan bergeser signifikan atau bahkan mungkin menghilang karena peran coding kini sangat banyak diambil alih oleh AI.
Fokus manusia pun bergeser ke arah pengambilan keputusan tentang apa yang harus dibangun dan alasan di baliknya. Namun, ia mengingatkan bahwa transisi ini tidak akan mudah dan akan menimbulkan tantangan besar bagi banyak orang, terutama ketika AI mulai masuk ke bidang perencanaan produk yang selama ini dianggap eksklusif peran manusia.
Meski saat ini manusia masih diperlukan untuk meninjau kode yang digarap AI guna memastikan aspek keselamatan dan ketepatan, arah perkembangan sangat jelas. AI semakin menguasai proses penulisan perangkat lunak, sementara manusia bertugas membimbing, mengawasi, dan membuat keputusan akhir.
Percepatan Perubahan yang Mengagetkan
Cherny mengakui bahwa laju perubahan teknologi ini juga sulit diikuti bahkan oleh pembuatnya sendiri. Ia menekankan bahwa fenomena ini sangat tidak biasa dan pergerakan perubahan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan ekspektasi siapa pun.
Pengalaman Anthropic dengan Claude Code menunjukkan bagaimana AI mampu mengubah fundamental cara orang membuat perangkat lunak, menggeser peran developer tradisional ke aktivitas perencanaan dan pengawasan. Hal ini menandai masa depan di mana kolaborasi manusia dan AI semakin integral dalam produksi teknologi.
Source: www.indiatoday.in




