Starlink Mobile 5G, Menembus Kutub dengan 150 Mbps Langsung ke Ponsel Lewat Menara Seluler di Luar Angkasa

Starlink Mobile 5G tengah menjadi sorotan seiring langkah besar SpaceX untuk menghadirkan layanan internet seluler langsung ke ponsel dengan kecepatan tinggi. Layanan ini dirancang supaya pelanggan tetap bisa terhubung, bahkan di wilayah pelosok seperti daerah lintang utara yang selama ini minim infrastruktur internet.

Inovasi Starlink Mobile akan memanfaatkan ribuan satelit di orbit rendah sebagai “menara seluler di angkasa” yang mampu mengirimkan sinyal 5G langsung ke perangkat. Rencana ambisius ini dimulai setelah akuisisi spektrum dari EchoStar oleh SpaceX yang memungkinkan pengembangan luas jaringan berbasis satelit.

Teknologi Satelit V3: Kapasitas Tertinggi dan Kompatibilitas Luas

Untuk mewujudkan jaringan 5G seluler, SpaceX berencana meluncurkan hingga 15.000 satelit direct-to-cell (D2C), jauh dibandingkan jumlah satelit Starlink saat ini yang masih sekitar 650 unit. Setiap satelit generasi V3, yang ukurannya setara dengan pesawat Boeing 737 saat panel surya terbuka, memiliki kapasitas throughput 20 kali lebih besar dari generasi sebelumnya. Satu satelit V3 bisa menyajikan kecepatan download hingga 1 Tbps dan uplink 160 Gbps.

Kemampuan ini akan dimanfaatkan untuk memberikan internet berkecepatan hingga 150 Mbps langsung ke ponsel. Angka ini melampaui target awal sekitar 100 Mbps yang sempat diusung Starlink pada tahap pengembangan awal ide layanan seluler dari luar angkasa.

Kecepatan Download Starlink Mobile 5G per Pengguna

Starlink Mobile 5G diarahkan untuk mampu menyediakan kecepatan download per pengguna maksimal 150 Mbps. Data ini disampaikan oleh kepala kebijakan satelit SpaceX dalam sebuah panel ITU, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan layanan emergency connectivity yang pernah dijalankan bersama operator terrestrial.

Kecepatan yang ditawarkan Starlink Mobile sejalan dengan jaringan 5G terestrial tahap awal seperti yang disediakan oleh operator besar saat peluncuran awal jaringan 5G mereka. Pengalaman pengguna Starlink dapat setara atau bahkan lebih baik dibandingkan beberapa layanan 4G LTE atau early 5G di wilayah yang belum terjangkau jaringan stabil.

Jangkauan Global, Termasuk Wilayah Lintang Utara

Keunggulan terbesar layanan ini ada pada jangkauannya yang benar-benar global. Satelit Starlink akan beroperasi pada spektrum Mobile Satellite Service (MSS) 2 GHz dan juga spektrum yang didukung ITU untuk memperluas cakupan jaringan. Wilayah seperti hutan boreal hingga tundra di lintang utara didesain sudah bisa menikmati akses internet dengan kecepatan 150 Mbps berkat Starlink Mobile.

Langkah ini menyasar gap digital di area terpencil, membuka peluang besar untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang sebelumnya sulit terhubung internet.

Kolaborasi dengan Produsen Chipset Smartphone

Agar layanan “direct to device” ini berjalan mulus, SpaceX sudah menjalin kerja sama dengan berbagai produsen chipset ponsel ternama seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung. Nantinya, dukungan jaringan satelit Starlink pada modem perangkat akan selaras dengan ekosistem 3GPP, terutama band n256 yang disiapkan agar kompatibel dengan berbagai model ponsel terbaru di masa mendatang.

Wakil SpaceX, Udrivolf Pica, menyatakan bahwa kesiapan ekosistem perangkat dan standar dukungan akan serempak dengan rampungnya proses akuisisi spektrum di akhir 2027. Hal ini memastikan pengguna tak perlu perangkat khusus; ponsel standar nantinya bisa langsung menerima sinyal 5G dari satelit Starlink.

Rencana Harga dan Opsi Berlangganan Starlink Mobile

Hingga kini, belum ada rincian resmi soal harga langganan layanan Starlink Mobile. Namun, pihak satelit pesaing seperti AST mengindikasikan ragam opsi harga akan tersedia, mulai dari langganan jangka panjang, jangka pendek, hingga day pass. Model fleksibel ini memungkinkan berbagai segmen pengguna, baik individu hingga pelaku usaha, dapat memilih paket layanan sesuai kebutuhan mereka.

Merujuk pengalaman Starlink Mini kit yang dijual seharga 329 USD di Amazon, layanan direct-to-device bisa menjadi alternatif efisien karena diakses langsung tanpa perangkat dish tambahan seperti model Starlink reguler.

Dampak Potensial Layanan Starlink Mobile

Peluncuran layanan ini diprediksi akan menjadi pesaing serius bagi operator seluler besar seperti T-Mobile dan Verizon. Dengan tercapainya kecepatan 150 Mbps dan jangkauan global, Starlink Mobile memberikan solusi konektivitas bagi komunitas di pelosok, wilayah arktik, hingga pengguna di lokasi yang selama ini mengalami keterbatasan jaringan.

Keunggulan “cell phone towers in the sky” diharapkan dapat mengatasi masalah infrastruktur dan digitalisasi dengan pendekatan yang lebih inklusif. Inovasi berbasis satelit ini menjadi penanda era baru dalam dunia telekomunikasi yang tidak lagi bergantung penuh pada infrastruktur tower darat, melainkan mengandalkan jaringan yang ada secara virtual di angkasa.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button