Microsoft Uji Alat Tes Kecepatan Jaringan Bawaan Windows 11, Apakah Internet Anda Benar-Benar Lambat?

Microsoft kini menguji coba alat uji kecepatan jaringan yang terintegrasi langsung dalam Windows 11. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa performa internet secara cepat tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Cukup dengan mengklik kanan ikon jaringan di taskbar dan memilih opsi “Perform speed test”, pengguna dapat langsung melihat hasil pengujian melalui browser.

Meskipun disebut sebagai alat bawaan Windows, sebenarnya fitur ini adalah sebuah shortcut yang mengarahkan pengguna ke layanan Speedtest dari Speedtest.net melalui Bing. Alat penguji kecepatan internet ini sudah lama dikenal dan kini Microsoft mempermudah aksesnya dengan mengintegrasikan shortcut tersebut langsung di taskbar Windows 11.

Cara kerja fitur uji kecepatan jaringan di Windows 11

Shortcut ini tidak berjalan sebagai aplikasi mandiri, melainkan membuka browser default dan memuat halaman Speedtest di Bing. Biasanya, Windows 11 akan menampilkan Bing terlepas dari search engine yang dipilih oleh pengguna. Pengujian dilakukan secara online dan menampilkan berbagai data kecepatan internet secara real-time.

Keunggulan utama fitur ini adalah kemudahan aksesnya. Jika koneksi internet terasa lambat, pengguna hanya perlu klik kanan pada ikon jaringan, lalu pilih menu “Perform speed test” untuk segera mendapatkan informasi kecepatan unduh (download) dan unggah (upload). Hal ini dapat memudahkan troubleshooting sebelum menyimpulkan masalah pada perangkat atau penyedia layanan internet.

Integrasi Speedtest dan pengaruhnya

Speedtest sendiri merupakan salah satu penyedia alat pengukur kecepatan jaringan paling populer di dunia. Layanan ini dimiliki oleh Ziff Davis, perusahaan induk dari Lifehacker, dan telah lama menyediakan pengujian yang akurat. Namun, integrasi dengan Bing dan Windows 11 baru dimulai sejak Desember tahun lalu.

Meskipun masih berupa shortcut, kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa Microsoft berupaya mempermudah pengguna Windows dalam memantau kualitas koneksi internet. Namun, beberapa pengguna mungkin menginginkan aplikasi uji kecepatan yang berjalan secara native tanpa membuka browser agar lebih praktis dan efisien.

Fitur baru lain dalam update Release Preview Channel

Selain shortcut pengujian kecepatan jaringan, update Windows 11 di Release Preview Channel membawa sejumlah peningkatan lain. Misalnya, penambahan pengaturan untuk menggeser arah (pan and tilt) kamera yang terhubung, memungkinkan kontrol kamera lebih fleksibel saat video call atau konferensi.

Microsoft juga memperkenalkan emoji baru seperti wajah dengan kantung mata dan harpa, serta pengaturan widget yang kini tampil sebagai halaman penuh untuk memudahkan navigasi pengguna. Uniknya, kini pengguna dapat langsung menggunakan file gambar berformat .webp sebagai latar belakang desktop tanpa perlu konversi terlebih dahulu.

Cara mencoba fitur baru ini

Untuk mencoba fitur-fitur terbaru tersebut, pengguna harus mendaftar dan mengikuti program Windows Insider, khususnya di Release Preview Channel. Channel ini menawarkan pembaruan yang lebih stabil karena telah melalui berbagai tahap pengujian dibandingkan channel Dev atau Beta yang lebih eksperimental dan berpotensi menimbulkan masalah.

Bagi pengguna yang ingin selalu mendapatkan fitur terbaru namun tetap mengutamakan kestabilan sistem, channel ini adalah pilihan tepat. Namun, tetap ada risiko kecil terkait ketidakstabilan yang wajar pada tahap pengujian.

Microsoft tampaknya berkomitmen untuk terus menyempurnakan pengalaman pengguna Windows dengan menyisipkan fitur yang memudahkan aktivitas sehari-hari seperti memantau kecepatan internet secara praktis. Meski saat ini masih berupa shortcut, kehadiran fitur tersebut membawa harapan akan kemunculan alat uji kecepatan jaringan native yang lebih mumpuni di masa depan.

Informasi ini menjadi penting untuk pengguna Windows 11 yang sering melakukan aktivitas daring dan membutuhkan koneksi stabil serta cepat. Integrasi langsung melalui taskbar akan memudahkan pengawasan tanpa perlu bergantung pada aplikasi pihak ketiga, sekaligus menjadi langkah Microsoft dalam memperkuat ekosistemnya.

Exit mobile version