
NebiOS kembali menjadi perhatian komunitas open source setelah meluncurkan NebiOS 10.2, sebuah pembaruan besar dengan banyak penyempurnaan. Fokus utama rilis ini adalah perombakan menyeluruh pada dua komponen inti: napp-runtime dan Bundle Store yang kini dibangun ulang dari nol.
NebiOS awalnya berkembang dari proyek pribadi yang dikenal sebagai Spez Linux, dan kini telah menjadi sistem operasi berbasis Ubuntu dengan ekosistem aplikasi dan layanan tersendiri. Sistem ini didukung lingkungan desktop kustom bernama NebiDE yang berbasis pada Wayfire, sehingga menghadirkan pengalaman desktop Wayland modern dengan banyak keunggulan.
Inovasi pada napp-runtime dan Bundle Store
Pada update 10.2, pengembang NebiOS merombak total aplikasi Bundle Store yang berfungsi untuk mengelola aplikasi, paket, dan layanan. Dalam pembaruan ini, Bundle Store kini menawarkan pengalaman lebih stabil dan efisien, serta terintegrasi erat dengan lingkungan desktop. Pengguna kini dapat memasang aplikasi portabel secara lebih aman berkat penggunaan bubblewrap containerization yang diperbarui pada napp-runtime.
NebiOS juga membawa peningkatan pada kestabilan dan kompatibilitas Bundle Store, salah satunya memudahkan proses pemasangan aplikasi serta pembaruan layanan. Kini, pengelolaan aplikasi menjadi lebih singkat dan minim hambatan dengan experiential improvement yang nyata dirasakan oleh pengguna.
Peningkatan Fitur dan Perbaikan Masalah
Selain pembaruan inti, NebiOS versi terbaru juga memperkenalkan beberapa peningkatan penting pada fitur desktop NebiDE. Fitur pemindahan dan penyuntingan widget di mesin wallpaper telah didesain ulang untuk kemudahan akses, termasuk tampilan layar tambah widget yang lebih intuitif.
Tiga bug kritikal yang sebelumnya mengganggu pengalaman pengguna telah diselesaikan, yakni masalah pada layar kunci, animasi minimisasi aplikasi, serta penugasan pintasan keyboard pada Control Center. NebiOS pun menghapus bug flickering pada Waybar side tooltip yang sebelumnya sering muncul.
Perubahan juga ditemukan pada komponen sistem login, di mana pengembang mengganti compositor Cage dengan Weston untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk mengatasi isu freeze pada layar login, khususnya bagi perangkat dengan hardware grafis Nvidia.
Dukungan Eksperimen untuk Pengguna Nvidia
Untuk pertama kalinya, NebiOS meluncurkan ISO terpisah khusus perangkat dengan GPU Nvidia. Installer ini diberi label “Generic PC (64 bit) with Latest NVIDIA Drivers” dan membundel perangkat lunak driver Nvidia 590. Namun, driver yang digunakan pada ISO eksperimen ini belum mendukung kartu grafis berbasis arsitektur Pascal seperti GTX 1080 Ti dan 1050 Ti. Pengguna yang mengunduh ISO ini juga diimbau untuk menekan Enter apabila diminta memasukkan sandi saat login.
Ukuran ISO standar NebiOS 10.2 adalah 4.8 GB, sedangkan ISO khusus Nvidia berukuran 5.5 GB. Seluruh file instalasi dapat diakses melalui halaman resmi unduhan atau situs SourceForge.
Daftar Peningkatan dan Isu Diketahui NebiOS 10.2
Berikut beberapa poin penting yang dibawa pada pembaruan kali ini:
- Penambahan sistem pemindahan dan penyuntingan widget baru di NebiDE.
- Fitur scroll otomatis memilih bahasa saat instalasi (OOBE).
- Penyelesaian bug pada layar kunci, animasi minimisasi, dan penugasan pintasan keyboard.
- Penggantian compositor Cage dengan Weston pada perangkat dengan GPU Nvidia.
- Penambahan ISO eksperimen khusus Nvidia dengan driver terbaru.
- Pengembangan lebih lanjut pada pengelolaan aplikasi portabel via Bundle Store.
Pengguna juga perlu memperhatikan dua masalah yang masih ditemukan pada rilis NebiOS 10.2. Pertama adalah efek flickering pada NebiDE jika menggunakan software rendering. Kedua, proses logout otomatis yang terjadi setelah melakukan pembaruan melalui Bundle Store, sehingga sangat disarankan untuk menutup semua aplikasi dan menyimpan data sebelum melakukan update.
Pengembangan NebiOS hingga saat ini masih mengusung semangat inovasi dengan peningkatan kualitas dari sisi antarmuka dan pengelolaan aplikasi. Seluruh pembaruan ini menunjukkan dedikasi pengembang untuk memberikan pengalaman desktop berbasis Linux yang semakin optimal, baik bagi pengguna umum maupun komunitas pengembang perangkat lunak.
Source: www.notebookcheck.net







