Memilih Network Attached Storage (NAS) seringkali membuat konsumen bingung antara memilih hardware atau sistem operasi (OS) yang digunakan. Faktanya, sebagian besar perangkat NAS dari berbagai merek memiliki spesifikasi hardware yang sangat mirip. Hal ini berarti, perbedaan utama bukan terletak pada perangkat keras, melainkan pada sistem operasi dan fitur yang menyertainya.
Mayoritas unit NAS, entah itu dari Synology, UGREEN, TerraMaster, QNAP, atau merek lainnya, menggunakan prosesor, RAM, dan backplane yang tak jauh berbeda. Beberapa model memungkinkan upgrade RAM dan dukungan PCIe atau NVMe, sementara yang lain tidak. Asalkan hardware inti memenuhi kebutuhan, perangkat tersebut sudah dapat dianggap memadai dalam skenario penggunaan umum.
Peran Sistem Operasi dalam Pengalaman Pengguna NAS
Perbedaan mendasar yang membedakan NAS mahal dan murah sering berkaitan dengan OS. Merek premium seperti Synology menawarkan OS yang lengkap dengan dukungan Docker, opsi RAID canggih seperti SHR (Synology Hybrid RAID), serta pengelolaan dan keamanan data yang andal. Sementara itu, NAS yang lebih terjangkau mungkin datang dengan OS yang kurang ramah pengguna dan memiliki potensi risiko keamanan.
Keamanan menjadi faktor krusial dalam pemilihan OS NAS. Meski hardware serupa, OS dari beberapa merek mungkin memiliki celah yang bisa membuka akses tidak sah ke data atau jaringan pengguna. Bahkan ada pengguna yang memilih melakukan “air gap” pada NAS-nya, alias memisahkannya dari koneksi internet, demi menghindari potensi backdoor yang tidak bisa mereka pantau.
Mengganti Sistem Operasi pada NAS yang Terjangkau
Karena perbedaan utama terletak pada OS, salah satu solusi ampuh adalah mengganti OS bawaan NAS dengan sistem operasi alternatif yang lebih handal dan aman. Beberapa merek seperti UGREEN, TerraMaster, QNAP, dan Asustor mendukung pemasangan OS buatan pihak ketiga tanpa membatalkan garansi secara otomatis. Namun, disarankan untuk selalu memeriksa ketentuan garansi sebelum melakukan sideload OS.
Sebaliknya, Synology tidak mengizinkan pengguna mengganti OS DiskStation Manager dengan sistem lain. Pengguna yang ingin melakukan sideload OS pihak ketiga biasanya perlu akses ke BIOS NAS melalui output HDMI atau layar lain, agar konfigurasi dapat diubah sesuai kebutuhan.
Beberapa OS Alternatif NAS yang Direkomendasikan
Berikut adalah tiga OS yang banyak digunakan untuk menggantikan sistem bawaan NAS dengan keunggulan masing-masing:
-
TrueNAS Scale
TrueNAS Scale menggunakan sistem file ZFS dan menawarkan performa tinggi. OS ini mendukung hingga RAIDZ3 untuk tingkat redundansi tinggi dan menghadirkan fitur Docker. TrueNAS bersifat opensource dan gratis, serta memiliki komunitas pengguna yang aktif dalam pembaruan sistem. -
Unraid
Unraid populer di kalangan pemula dan pengguna tingkat lanjut. Sistem ini memungkinkan pengelolaan drive dengan ukuran berbeda dalam satu pool penyimpanan, mirip dengan SHR Synology. Memiliki dukungan aplikasi Docker dan perpustakaan aplikasi siap pakai. Meski berbayar, lisensi Unraid dimulai dari harga $49 untuk penggunaan sampai enam drive. - OpenMediaVault (OMV)
OMV berbasis Debian Linux dan mendukung berbagai jenis sistem file lebih luas dibanding TrueNAS. Sistem ini juga gratis dan menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam manajemen file dan konfigurasi storage dengan antarmuka yang berbeda.
Keuntungan Mengganti OS NAS
Mengganti OS pada NAS membawa beberapa keunggulan penting, antara lain:
- Meningkatkan keamanan dengan menghilangkan potensi backdoor pada OS bawaan.
- Menambah fitur seperti dukungan Docker atau ZFS yang mungkin tidak tersedia di OS asli.
- Perpanjangan umur perangkat karena pembaruan OS sering kali diteruskan komunitas bahkan setelah perangkat sudah tidak didukung secara resmi oleh pabrik.
Memilih NAS bukan hanya soal memilih hardware, melainkan juga memperhitungkan sistem operasi yang mampu memenuhi kebutuhan penyimpanan, kemudahan pengelolaan, dan keamanan data. Dengan banyaknya pilihan OS yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan perangkat NAS dengan cara yang hemat dan efisien, terutama bagi mereka yang cerdas dalam menyesuaikan perangkat keras dengan kebutuhan OS pengganti.
