Astrofisikawan Cosimo Bambi dari Universitas Fudan, China, mengusulkan sebuah misi antarbintang yang terobosan untuk menjelajahi lubang hitam terdekat menggunakan nanocraft. Wahana seukuran klip kertas ini bakal didorong laser berdaya tinggi untuk mencapai kecepatan mendekati cahaya.
Tujuannya adalah mengorbit lubang hitam sekaligus menguji teori relativitas umum Einstein pada lingkungan gravitasi ekstrem yang belum sepenuhnya dipahami. Misi ini dapat membuka wawasan baru tentang struktur di dalam cakrawala peristiwa, bagian lubang hitam yang paling misterius.
Teknologi nanocraft dan light sail
Nanocraft adalah wahana luar angkasa berukuran sangat kecil dengan berat hanya sekitar 1 gram. Wahana ini menggunakan layar cahaya (light sail) yang didorong oleh laser berbasis Bumi untuk mencapai kecepatan fraksional dari kecepatan cahaya.
Dengan teknologi ini, perjalanan antarbintang yang sebelumnya dianggap mustahil jadi semakin mungkin. Sama halnya ketika manusia pertama kali mengirimkan wahana mini ke planet lain, konsep nanocraft menawarkan pendekatan revolusioner untuk eksplorasi ruang angkasa dalam skala kecil tapi cepat.
Target misi: lubang hitam dalam radius 25 tahun cahaya
Saat ini lubang hitam terdekat yang diketahui bernama Gaia BH1 berada pada jarak sekitar 1.565 tahun cahaya, terlalu jauh untuk misi dengan teknologi sekarang. Namun, perkembangan metode deteksi terbaru seperti microlensing membuka peluang menemukan lubang hitam tersembunyi dalam radius 20-25 tahun cahaya dari Bumi.
Bambi menegaskan, jika lubang hitam yang lebih dekat ditemukan dalam radius tersebut, pengembangan misi nanocraft bisa segera dimulai. Sebaliknya, jika target terlalu jauh, persyaratan teknologinya akan menjadi sangat menantang dan misi harus menunggu kemajuan teknologi lebih lanjut.
Skema durasi dan pengiriman data misi
Perjalanan nanocraft diperkirakan menempuh waktu sekitar 70 tahun untuk mencapai lubang hitam target dengan kecepatan sepertiga kecepatan cahaya. Setelah mencapai tujuan, wahana akan mengirimkan data ilmiah kembali ke Bumi menggunakan sinyal elektromagnetik.
Namun, sinyal tersebut membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk sampai ke Bumi karena jaraknya yang sangat jauh. Dengan demikian, total waktu misi bisa mencapai sekitar 100 tahun atau satu abad.
Misi yang berani dan optimisme ilmiah
Cosimo Bambi tetap optimis walau misi nanocraft ini terkesan seperti fiksi ilmiah. Ia mengingatkan bahwa sejumlah prestasi besar dalam astronomi, seperti deteksi gelombang gravitasi dan foto lubang hitam pertama, semula juga dianggap tidak mungkin sebelum akhirnya tercapai oleh kemajuan teknologi.
Dengan itu, misi nanocraft jelajahi lubang hitam menjadi langkah ambisius untuk membuka misteri terdalam alam semesta. Kesuksesan misi ini bisa merevolusi pemahaman tentang gravitasi dan struktur ruang-waktu pada kondisi ekstrim.
Sebelum pelaksanaan, tantangan teknis utama meliputi pengembangan laser pendorong yang sangat kuat, pembuatan nanocraft ultra-ringkas, serta sistem komunikasi jarak jauh yang andal. Semua ini membutuhkan kolaborasi global dan inovasi teknologi mutakhir.
Wahana kecil ini akan menjadi pionir dalam eksplorasi lubang hitam yang selama ini hanya dapat dipelajari secara teori dan pengamatan tidak langsung. Jika berhasil, misi satu abad ini akan menandai babak baru dalam pengetahuan kosmologi dan fisika fundamental.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




