
Samsung resmi mengumumkan bahwa lini jam tangan pintar terbaru mereka akan dilengkapi dengan chipset Snapdragon Wear Elite dari Qualcomm. Pengumuman ini disampaikan langsung pada ajang MWC, menandai perubahan penting dari penggunaan Exynos menuju arsitektur baru yang menawarkan kemampuan AI lebih canggih untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.
Samsung memilih Snapdragon Wear Elite sebagai jantung Galaxy Watch mendatang untuk mendukung fitur-fitur kecerdasan buatan, mulai dari smart replies, rangkuman teks, hingga pelatihan kesehatan berbasis AI secara langsung di perangkat. Keputusan ini turut menjadi sinyal bahwa Samsung ingin menyajikan solusi pendamping kesehatan yang lebih komprehensif, bukan sekadar perangkat pelacak aktivitas.
Spesifikasi dan Keunggulan Snapdragon Wear Elite
Qualcomm Snapdragon Wear Elite dibangun dengan proses fabrikasi 3nm teranyar. Teknologi ini juga dipakai pada Exynos W1000, yang sebelumnya menjadi dapur pacu di beberapa model jam tangan pintar Samsung. Namun, Snapdragon Wear Elite membawa konfigurasi inti yang sedikit berbeda, yakni kombinasi satu inti performa tinggi dengan empat inti efisiensi, dirancang untuk mendukung operasional perangkat wearable dengan konsumsi daya rendah.
Yang paling menonjol, Snapdragon Wear Elite hadir dengan NPU Hexagon terintegrasi, memberikan perangkat wearable kemampuan untuk menjalankan model AI langsung pada perangkat. Hal ini membuka pintu untuk berbagai fitur pintar yang tak selalu harus bergantung pada koneksi internet atau cloud.
Fokus pada AI dan Holistik Wellness
Mr. InKang Song, Executive Vice President dan Head of Technology Strategy Team Samsung Electronics, menyampaikan bahwa Galaxy Watch berikutnya akan menjadi “pendamping wellness yang lebih holistik” dengan dukungan SoC terbaru ini. Dengan perangkat keras AI yang lebih mumpuni, pengguna dipastikan akan mendapatkan fitur pendamping kebugaran dan kesehatan yang lebih cerdas dan personal, mulai dari deteksi aktivitas, pemantauan kesehatan real-time, hingga pelatihan kebugaran otomatis berbasis AI.
Qualcomm juga menegaskan bahwa NPU Hexagon memungkinkan fungsi seperti pengenalan kata kunci, deteksi aktivitas, dan noise cancelation berjalan secara efisien. Tidak hanya membuat interaksi suara lebih responsif, tetapi juga meningkatkan keamanan dan privasi data karena pengolahan berlangsung langsung di perangkat.
Perbandingan dan Implikasi Bagi Pengguna
Berikut perbandingan sederhana antara Snapdragon Wear Elite dan beberapa SoC generasi sebelumnya:
| Kriteria | Snapdragon Wear Elite | Exynos W1000 | Snapdragon W5+ Gen 1 |
|---|---|---|---|
| Proses fabrikasi | 3nm | 3nm | 4nm |
| Inti CPU | 1 Perf+ 4 EFF | Mirip (detail tdk dipapar) | 1 Perf+ 4 EFF |
| NPU (AI) | Hexagon NPU | Tidak disebutkan | Tidak sekuat Wear Elite |
| Fitur AI | Smart Reply, Ringkasan Teks, AI Fitness, dsb | Terbatas | Terbatas |
Samsung memilih beralih dari Exynos, memberi sinyal kuat mengenai fokus mereka terhadap adopsi AI yang lebih luas di sektor perangkat wearable. Dengan integrasi AI berbasis perangkat, pengguna tidak hanya mendapat performa lebih baik namun juga pengalaman lebih aman tanpa harus mengorbankan privasi.
Perangkat Komersial Pertama dan Potensi Perkembangan
Qualcomm menyatakan, perangkat berbasis Snapdragon Wear Elite mulai tersedia dalam beberapa bulan mendatang. Namun, belum dijelaskan secara pasti apakah ini menunjuk pada Galaxy Watch 9, Galaxy Watch Ultra 2, atau seri lain. Motorola dengan Project Maxwell juga diketahui mengadopsi chipset yang sama, menandakan tren AI di sektor wearable kian menguat.
Kehadiran Snapdragon Wear Elite di lini Galaxy Watch terbaru berpotensi membawa dampak positif bagi performa dan ketahanan baterai perangkat. Namun, fokus utama Samsung tampaknya lurus pada peningkatan kapaistas AI wearable, menawarkan pengalaman wellness dan interaksi smart yang belum pernah ada sebelumnya di ekosistem mereka. Integrasi ini sekaligus memperkuat posisi Samsung sebagai pelopor inovasi perangkat wearable yang mendukung gaya hidup sehat dan cerdas.
Source: www.androidauthority.com








