Apple kini semakin serius mengembangkan iPhone lipat yang diproyeksikan meluncur dalam beberapa tahun mendatang. Perangkat ini dikabarkan akan hadir tanpa slot SIM fisik dengan harga sangat premium, bahkan bisa mencapai Rp40 juta.
Menurut jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, Apple tengah melakukan transisi dari modem Qualcomm ke modem rancangan internal. Mereka sudah meluncurkan modem C1 pada iPhone 16e dan C1X pada iPhone Air, lalu mempersiapkan modem generasi terbaru, C2, khusus untuk iPhone lipat.
Modem C2 ini memiliki kecepatan lebih tinggi dan mendukung jaringan mmWave di Amerika Serikat. Selain itu, modem ini juga menawarkan efisiensi daya yang lebih baik sehingga konsumsi baterai dapat dioptimalkan. Apple berencana menggunakan baterai terbesar yang pernah dipakai pada iPhone untuk perangkat lipat tersebut.
Sebuah blog teknologi Korea mengungkapkan bahwa Apple fokus merancang ulang komponen utama seperti display driver agar lebih ramping. Strategi ini dilakukan untuk menyediakan ruang lebih besar guna menempatkan baterai berkapasitas tinggi dalam perangkat lipat mereka. Apple saat ini tengah menguji dua varian warna, hitam dan putih, meski opsi warna tersebut masih berpotensi berubah sebelum peluncuran.
Harga iPhone lipat diprediksi sangat mahal karena memakai teknologi dan komponen khusus. Analis UBS memperkirakan kisaran harga berada di angka 1.800 sampai 2.000 dolar AS. Fubon Research bahkan memperkirakan harga mencapai 2.399 dolar AS. Jika diubah ke rupiah, harga perangkat ini bisa menyentuh hingga Rp40 juta atau lebih, menjadikannya iPhone dengan harga termahal di sejarah Apple.
Komponen engsel menjadi salah satu bagian paling krusial dan mahal. Menurut analis Ming-Chi Kuo, biaya rata-rata engsel berada pada kisaran 70–80 dolar AS saat produksi massal dimulai. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar yang mencapai 100–120 dolar AS. Penurunan harga tersebut disebabkan oleh optimalisasi desain perakitan dan peningkatan skala produksi oleh Foxconn. Namun demikian, belum jelas apakah efisiensi biaya tersebut akan diteruskan ke harga jual atau malah meningkatkan margin keuntungan Apple.
Proses pengembangan dan produksi iPhone lipat sudah memasuki tahap awal serius. Analis Jeff Pu menyatakan perangkat sudah berada di fase New Product Introduction (NPI) di pabrik Foxconn sejak bulan Maret. Media China UDN juga melaporkan iPhone lipat dalam tahap validasi teknik sebelum masuk ke produksi massal. Foxconn diperkirakan mulai memproduksi perangkat pada kuartal keempat tahun ini dan merencanakan produksi massal pada paruh kedua tahun depan.
Meski begitu, kemungkinan penundaan tetap ada. Mizuho Securities dari Jepang menyebut Apple mungkin menunda peluncuran sampai tahun berikutnya jika perlu waktu lebih lama untuk menyempurnakan komponen utama seperti engsel. Sementara itu, Gurman memprediksi Apple mungkin meluncurkan iPhone lipat tersebut pada musim gugur.
iPhone lipat diharapkan menyasar segmen premium serta penggemar berat Apple yang menganggap perangkat ini sebagai produk wajib milik. Perangkat ini diyakini akan membawa teknologi baru sekaligus menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan jajaran iPhone konvensional karena desain lipatnya yang inovatif.
Berikut rangkuman fitur dan prediksi penting iPhone lipat Apple:
1. Tanpa slot SIM fisik, mengandalkan teknologi eSIM.
2. Modem internal generasi terbaru (C2) dengan dukungan mmWave dan efisiensi daya.
3. Baterai terbesar yang pernah digunakan di iPhone.
4. Desain komponen yang dirampingkan untuk mengoptimalkan ruang baterai.
5. Warna yang diuji saat ini adalah hitam dan putih.
6. Harga premium diperkirakan mencapai Rp40 juta.
7. Produksi awal oleh Foxconn mulai kuartal keempat dengan produksi massal pada paruh kedua tahun depan.
8. Risiko penundaan peluncuran hingga tahun berikutnya jika ada masalah pada desain engsel.
Dengan berbagai inovasi dan fitur mutakhir, iPhone lipat Apple dijanjikan akan menjadi salah satu perangkat paling dinanti para pencinta teknologi di segmen premium. Keunggulan seperti modem internal baru dan baterai besar diharapkan membuatnya tampil unggul dibanding smartphone lipat kompetitor. Meski patut menunggu kejelasan tanggal peluncuran resmi, informasi yang terungkap ini memberi gambaran menarik terkait masa depan produk Apple.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.borneoglobe.com