Oracle Siap Lakukan PHK Terbesar Sepanjang Sejarah, Strategi AI Ambisius Picu Krisis dan Gelombang Resesi di Internal

Oracle tengah menjadi sorotan setelah rencana pemutusan hubungan kerja besar-besaran muncul ke publik. Ribuan pegawai di berbagai divisi bisa terdampak, seiring perusahaan teknologi global ini menghadapi tekanan keuangan akibat investasi besar-besaran untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan. Proses pemangkasan anggaran dan pengurangan tenaga kerja tersebut berpotensi menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Oracle, dengan jumlah yang belum pasti karena perencanaan masih berjalan.

Dalam dokumen resmi ke regulator, Oracle memperkirakan biaya restrukturisasi, termasuk kompensasi pesangon, dapat mencapai 1,6 miliar dolar dalam tahun fiskal berjalan. Langkah ini juga disertai perlambatan rekrutmen, khususnya di sektor cloud, bersamaan dengan peninjauan ulang kebutuhan tenaga kerja dan internalisasi sejumlah lowongan kerja demi efisiensi anggaran. Dengan total karyawan sekitar 162.000 orang global, segala perubahan ini tentu membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan di industri teknologi.

Alasan Utama Oracle Melakukan PHK Massal

Salah satu alasan utama rencana PHK massal adalah percepatan transformasi Oracle ke sektor kecerdasan buatan dan komputasi awan. Chairman Larry Ellison memimpin langkah untuk menyaingi Amazon dan Microsoft, melalui investasi masif dalam AI dan cloud. Oracle menandatangani kerja sama dengan OpenAI senilai 300 miliar dolar guna membangun pusat data dan infrastruktur komputasi berkapasitas besar.

Komitmen ekspansi ini menuntut pengeluaran dana modal mencapai 156 miliar dolar, yang mencakup kebutuhan hampir tiga juta GPU sebagai tulang punggung layanan AI. Untuk membiayai visi ini, Oracle mengambil utang baru sebesar 58 miliar dolar dalam dua bulan, termasuk 38 miliar dolar untuk proyek data center di Texas dan Wisconsin, serta 20 miliar dolar untuk kampus baru di New Mexico. Akibatnya, total utang perusahaan melewati 100 miliar dolar. Analis memperkirakan arus kas bebas perusahaan bakal mengalami tekanan bahkan cenderung negatif beberapa tahun ke depan, mengingat pengembalian atas investasi baru ini diprediksi baru tampak setelah 2030.

Dampak Strategi AI Terhadap Kinerja Saham

Tekanan keuangan tersebut berimbas langsung pada kinerja saham Oracle. Setelah mengalami kenaikan hingga 61% selama tahun berjalan, bahkan meningkat lagi 20% berikutnya, peristiwa sejak September membalikkan tren itu. Nilai saham Oracle anjlok sekitar 54%, yang setara hilangnya kapitalisasi pasar sekitar 463 miliar dolar. Setiap kali rumor PHK muncul, harga saham Oracle juga ikut tertekan, seperti terjadi penurunan 1,5% baru-baru ini, menunjukkan kecemasan investor terhadap dampak rencana investasi AI yang membebani keuangan jangka pendek.

Fenomena PHK Massal Industri Teknologi

Oracle bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja akibat beban investasi AI. Beberapa contoh:

  1. Amazon merumahkan 16.000 orang pada Januari setelah sebelumnya memangkas 14.000 posisi di Oktober tahun sebelumnya.
  2. Microsoft memangkas 15.000 pekerjaan dalam satu tahun seiring ekspansi infrastruktur data center dan AI.
  3. Salesforce mengurangi ribuan karyawan buntut restrukturisasi.
  4. Block, Inc. menurunkan pegawai hingga 3.500 orang, seperti dikonfirmasi Jack Dorsey, untuk mendukung efisiensi berbasis AI.

Beban kebutuhan modal dan perubahan model bisnis akibat AI menyebabkan seluruh sektor melakukan restrukturisasi, tak terkecuali Oracle.

Prediksi Jumlah PHK dan Langkah Finansial Oracle

Analis TD Cowen memperkirakan Oracle bisa memangkas antara 20.000 hingga 30.000 posisi dalam restrukturisasi kali ini. Langkah ini dinilai berpotensi menghasilkan tambahan arus kas antara 8 hingga 10 miliar dolar yang bisa dialihkan ke pembiayaan proyek infrastruktur AI jangka panjang.

Di sisi lain, muncul kehati-hatian dari pihak perbankan yang kian selektif memberi kredit ke Oracle. Premi bunga utang perusahaan dilaporkan hampir dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Untuk menjaga likuiditas, Oracle menerapkan pembayaran di muka hingga 40% kepada pelanggan baru, serta mempertimbangkan penjualan aset strategis seperti Cerner — perusahaan perangkat lunak kesehatan yang diakuisisi seharga 28,3 miliar dolar pada 2022.

Jadwal Laporan Keuangan dan Pantauan Pasar

Oracle dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal ketiga fiskal pada 10 Maret. Investor dan pengamat pasar sangat menantikan pembaruan ini untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi finansial, arah investasi AI, hingga kepastian pelaksanaan PHK massal yang telah ramai diberitakan. Seluruh perkembangan ini menunjukkan bagaimana transformasi digital berbasis AI membawa tekanan tersendiri laju bisnis perusahaan teknologi global.

Source: sundayguardianlive.com

Berita Terkait

Back to top button