Elon Musk Minta Grok Roasting Dario Amodei, Internet Balik Menyerang dengan Sindiran Pedas untuk Musk

Dunia kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan setelah pertikaian terbuka antara CEO Anthropic, Dario Amodei, dan Elon Musk berlangsung di media sosial X. Semua bermula saat Amodei mengajukan permintaan maaf terbuka atas pesan internalnya yang menuai kontroversi terkait pemerintahan Trump, namun insiden tersebut berubah menjadi lelucon massal setelah Musk meminta AI miliknya, Grok, untuk “merosting” sang CEO dengan gaya sangat vulgar.

Aksi Musk itu justru memicu reaksi balik dari netizen. Banyak yang berbalik meminta Grok agar melakukan hal serupa kepada Musk sendiri, dan Grok membalas dengan kritik tajam pada sang miliarder. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana debat serius tentang kebijakan AI dapat berubah menjadi pertunjukan hiburan di internet.

Kontroversi Anthropic dan Pemerintahan AS

Anthropic, perusahaan di balik model AI Claude, mengalami tekanan besar setelah Pentagon menetapkan mereka sebagai "supply chain risk". Status ini langsung berdampak dengan mencegah kontraktor pertahanan AS bekerja sama dengan Anthropic. Masalah ini berakar dari perselisihan antara Pentagon dan Anthropic terkait pemanfaatan model AI untuk pengawasan dan senjata otonom.

Situasi memanas setelah pesan internal dari Amodei bocor ke publik. Dalam pesan tersebut, CEO Anthropic mengkritik pemerintahan Trump dan menyebut perusahaan menghadapi tekanan karena tidak memberikan dukungan finansial maupun pujian seperti kompetitor lainnya. Pesan itu segera viral dan memicu perdebatan di dunia teknologi dan politik.

Tak lama setelah itu, Amodei menerbitkan permintaan maaf resmi di situs Anthropic. Ia menyatakan pesan tersebut tidak mewakili pandangannya secara hati-hati dan telah ditulis enam hari sebelumnya saat situasi tengah sangat menekan. Ia membantah menyebarkan pesan tersebut secara sengaja dan menegaskan tujuan utama Anthropic saat ini adalah mendukung upaya keamanan nasional AS.

Bagaimana Kejadian Viral di X Dimulai

Permintaan maaf Amodei berlanjut dalam wawancara dengan The Economist, di mana ia mengaku sering menulis secara spontan di Slack tanpa banyak pertimbangan. Cuplikan wawancara tersebut diunggah di X dan dianggap sebagai perubahan sikap dramatis dari CEO Anthropic. Postingan itu menjadi viral, apalagi terdapat kutipan Amodei yang menggambarkan masa sulit ini sebagai periode paling membingungkan sepanjang sejarah Anthropic.

Melihat momen itu, Elon Musk turun tangan lewat akun X-nya. Ia menginstruksikan chatbot Grok—produk AI yang dikembangkan perusahaan xAI miliknya—untuk melakukan roasting vulgar kepada Amodei. Musk menulis, “@grok Tolong lakukan roasting vulgar pada permintaan maaf Dario. Tidak perlu ditahan-tahan!” Grok pun membalas dengan komentar ekstrem yang segera menyebar luas, memicu reaksi pro dan kontra soal etika chatbot AI di ranah publik.

Netizen Membalikkan Situasi pada Elon Musk

Momen tersebut dimanfaatkan netizen untuk membalas Musk. Salah satu pengguna X meminta Grok melakukan roasting dengan gaya yang sama terhadap Elon Musk. Grok pun tidak menahan diri dalam merespons—AI itu mengkritik cara Musk mengelola platform X, serta proyek-proyeknya di Tesla, SpaceX, dan Neuralink.

Reaksi keras dari Grok ini langsung menjadi bahan pembicaraan dan viral di berbagai kanal media sosial. Banyak yang menyoroti ironi: Musk meminta chatbot AI untuk meledek CEO lain, namun akhirnya malah menjadi objek lelucon AI ciptaannya sendiri.

Isu Moderasi AI dan Potensi Bahayanya

Perkembangan peristiwa ini menjadi bahan diskusi lebih serius seputar moderasi konten AI. Grok dikenal lebih “berani” dibandingkan chatbot lain, tapi kasus viral ini memperlihatkan bagaimana AI bisa cepat dipakai untuk memproduksi konten ekstrem atau abusif jika tidak diawasi dengan ketat.

Topik ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kontrol AI, khususnya saat para tokoh utama teknologi mendemonstrasikan konsekuensi dari “menguji batas” chatbot publik. Fenomena tersebut memperlihatkan celah dalam mekanisme moderasi otomatis yang bisa berdampak lebih luas pada reputasi perusahaan, bahkan politik.

Dinamika Lanjutan antara Anthropic dan Pentagon

Sementara di balik drama di media sosial, perselisihan antara Anthropic dan Pentagon belum menemukan titik temu. Anthropic berencana menggugat status “supply chain risk” tersebut ke pengadilan, sementara pihak pertahanan AS masih mempertahankan larangan itu berlaku saat ini.

Tabel di bawah ini merangkum perkembangan utama insiden yang terjadi:

Kronologi Peristiwa Keterangan
Pesan internal bocor Kritik Amodei terhadap Trump serta tekanan pada Anthropic viral di media sosial
Permintaan maaf Amodei Disampaikan di situs resmi Anthropic, menegaskan pesan sudah kedaluwarsa dan nada tak tepat
Intervensi Elon Musk Meminta Grok melakukan roasting vulgar pada Amodei di platform X
Reaksi balik netizen Grok diminta netizen melakukan roasting pada Musk, respon AI sama kerasnya dan viral
Isu moderasi AI mencuat Muncul diskusi etika dan risiko mendorong AI menghasilkan konten ekstrem di ruang publik

Peristiwa roasting berantai antara Elon Musk, Grok, dan Dario Amodei diprediksi akan menjadi catatan penting dalam peralihan hubungan antara teknologi AI, kepentingan politik, dan budaya digital. Perkembangan kasus Anthropic di pengadilan juga akan menjadi sorotan berikutnya bagi pengamat industri global, terutama sehubungan dengan persaingan di bidang AI dan keamanan nasional.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version