Samsung Exynos merupakan lini chipset yang dikembangkan oleh Samsung untuk perangkat mobile mereka sendiri. Meskipun di pasar Android dominan diisi oleh Snapdragon dan MediaTek, Exynos selalu memegang peranan penting khususnya di jajaran ponsel Samsung. Namun, pertanyaan utama yang muncul adalah: apakah chipset Exynos cukup tangguh bersaing di segmen performa dan efisiensi?
Exynos 800 Series: Solusi Entry-Level
Exynos 800 Series terdiri dari dua chipset utama, yaitu Exynos 850 dan Exynos 880. Seri ini didesain untuk perangkat entry-level yang mengutamakan efisiensi dan harga terjangkau. Exynos 850 mendukung jaringan 4G dengan konfigurasi delapan core dan kecepatan clock hingga 2.0 GHz. GPU yang digunakan adalah Mali-G52 dan hanya mendukung penyimpanan tipe eMMC 5.1, sehingga performanya masih berada di kelas bawah. Sementara itu, Exynos 880 telah melangkah lebih maju dengan dukungan jaringan 5G, GPU Mali-G76 MP5, dan kemampuan merekam video hingga resolusi 4K.
Penggunaan chipset ini bisa dijumpai di ponsel seperti Samsung Galaxy A13, A14, A21s, dan A04s, yang memang menargetkan pengguna yang membutuhkan perangkat fungsional dengan harga terjangkau. Meski performanya terbatas, eksistensi Exynos 800 Series cukup mampu mendukung kebutuhan dasar sehari-hari.
Exynos 900 Series: Melangkah ke Kelas Menengah dengan Jaringan 5G
Seri ini meliputi Exynos 980 dan 990. Kedua chipset ini menghadirkan kemampuan 5G yang telah optimal bersama peningkatan performa CPU dan GPU dibandingkan seri sebelumnya. Dengan fabrikasi 8nm, keduanya menawarkan clock speed berkisar antara 2.2 hingga 2.7 GHz. Penggunaan penyimpanan UFS 3.0 dan kemampuan merekam video hingga 8K 30 FPS menunjukkan bahwa seri ini memang dibuat untuk kelas menengah atas.
Contoh perangkat yang memakai seri Exynos 900 ini adalah Samsung Galaxy Note 20, Galaxy S20 Ultra, dan Galaxy S20 FE. Keunggulan di sisi AI pun menjadi nilai tambah karena sudah mengintegrasikan NPU (Neural Processing Unit) yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan secara lokal.
Exynos 1000 Series: Andalan untuk Kelas Mid-Range Modern
Exynos dengan penomoran 1000 menjadi pilihan utama untuk ponsel mid-range seperti Samsung Galaxy A26, A54, A35, dan A56. Seri ini sudah sepenuhnya mendukung jaringan 5G, memiliki clock speed di atas 2 GHz, dan bisa menghasilkan video berkualitas 4K.
Performanya sangat kompetitif, dibuktikan dengan skor benchmark AnTuTu yang mencapai 900 ribu serta skor Geekbench 6 yang menunjukkan stabilitas tinggi di single-core dan multi-core. Teknologi fabrikasi yang digunakan sangat modern, yakni mulai dari 5nm hingga 4nm, membantu dalam hal konsumsi daya yang lebih rendah dan efisiensi sistem.
Exynos 2000 Series: Puncak Performa Tertinggi
Merupakan seri teranyar dan tercepat dengan teknologi paling mutakhir. Exynos 2000 Series mengusung fabrikasi 2nm untuk Exynos 2600 dan clock speed hingga 3.3 GHz pada Exynos 2500. Selain itu, GPU yang digunakan sudah merupakan Samsung Xclipse 960, sebuah pengembangan berbasis AMD RDNA 2.
Jenis performa terbaik dari seri ini memungkinkan skor AnTuTu mencapai angka 2 juta lebih dan skor single-core Geekbench mencapai hampir 900. Produk flagship terbaru seperti Samsung Galaxy S21, S22 Ultra, dan S23 Plus mendapat tenaga dari chipset ini. Hal tersebut menunjukkan keseriusan Samsung dalam menjaga daya saing chipsetnya di pasaran global.
Chipset Exynos Lawas: Warisan Teknologi yang Sudah Usang
Selain seri-seri terbaru, ada pula beberapa chipset Exynos generasi lama yang sudah tidak digunakan. Seri seperti Exynos 3000 (Exynos 3110), 7000 (Exynos 7904), 8000 (Exynos 8895), dan 9000 (Exynos 9825) pernah mengisi ponsel-ponsel Samsung generasi sebelumnya, termasuk Samsung Galaxy Note 10, Galaxy S8, dan Galaxy A30.
Keberadaan chipset lawas ini memperlihatkan evolusi teknologi Exynos dari masa ke masa. Namun, kemajuan signifikan memang mulai dirasakan sejak adanya seri 900 hingga seri 2000 yang menawarkan peningkatan performa serta efisiensi daya.
Melihat perkembangan lima seri utama chipset Exynos, Samsung telah memberikan solusi yang beragam untuk berbagai segmen pasar ponsel. Meski terkadang dikritik soal performa dan isu overheat, akurasi Samsung dalam inovasi teknologi terus berkembang. Seri entry-level hingga flagship kini bisa mengakomodasi kebutuhan pengguna mulai dari kelas bawah hingga profesional. Dengan fabrikasi terkini dan dukungan GPU modern, Exynos mampu menjadi rival yang kredibel di pasar chipset mobile. Pengembangan dan pembaruan teknologi chipset Exynos sangat penting agar semakin bisa bersaing dengan Snapdragon dan MediaTek yang telah lebih dulu mendominasi pasar global.
Source: www.idntimes.com