Berjalan kaki mengelilingi Mars mungkin terdengar seperti ide fiksi ilmiah, namun secara matematis hal ini bisa dihitung menggunakan data planet tersebut. Mars memiliki keliling ekuator sekitar 21.400 kilometer, kurang dari setengah keliling Bumi yang mencapai 40.075 kilometer.
Jika seseorang berjalan kaki dengan kecepatan rata-rata 5 kilometer per jam tanpa henti, ia akan memerlukan waktu sekitar 4.280 jam untuk menyelesaikan perjalanan ini. Jika dihitung dalam hari, itu berarti hampir 178 hari atau sekitar 6 bulan waktu berjalan kontinu.
Namun, berjalan terus-menerus tanpa jeda bukanlah hal realistis bagi manusia. Jika astronaut berjalan selama 8 jam setiap hari saja, maka total durasinya menjadi lebih dari 535 hari, yaitu sekitar satu setengah tahun. Angka ini hampir setara dengan satu tahun di Mars yang berlangsung selama 687 hari Bumi.
Perjalanan ini juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan medan Mars yang ekstrem. Gravitasi Mars hanya sekitar 38 persen dari gravitasi Bumi, yang membuat cara berjalan menjadi berbeda dan lebih melelahkan karena gaya melompat atau bounding yang harus dilakukan.
Topografi Mars pun sangat menantang. Di sana terdapat Olympus Mons, gunung tertinggi di tata surya dengan ketinggian mencapai 22 kilometer. Selain itu, ngarai besar seperti Valles Marineris sepanjang 4.000 kilometer juga menambah kompleksitas dan jarak tempuh saat berjalan.
Selain medan berat, badai debu global Mars bisa berlangsung berminggu-minggu, menghambat visibilitas dan membahayakan keselamatan astronaut. Badai ini dapat menutup seluruh planet dan memaksa jeda perjalanan untuk waktu yang tidak singkat.
Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa secara teoritis, mengelilingi Mars dengan berjalan kaki mungkin memakan waktu antara 1,5 hingga 2 tahun. Namun, tantangan lingkungan, bahaya radiasi kosmik, dan ketiadaan fasilitas pendukung menjadikan misi ini hampir mustahil dengan teknologi saat ini.
Perhitungan waktu berjalan kaki mengelilingi Mars memberikan gambaran tentang betapa luas dan sulitnya medan di planet merah itu. Meskipun ukurannya sekitar setengah diameter Bumi, eksplorasi di Mars tetap memerlukan perencanaan dan teknologi yang jauh lebih maju.
Berjalan mengelilingi Mars dengan kaki bukan hanya soal kecepatan atau jarak, tapi juga kesiapan fisik dan perlindungan dari kondisi ekstrim luar angkasa. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan teknologi astronautika sebelum manusia bisa benar-benar menjejak dan menjelajah Mars secara langsung.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






