Vivo menghadirkan inovasi terbaru di dunia smartphone dengan meluncurkan X300 Ultra yang dibekali kemampuan zoom hingga 800mm. Teknologi canggih ini memungkinkan pengguna mendapatkan jangkauan zoom yang selama ini hanya tersedia pada lensa kamera profesional berukuran besar dan berat. Dengan demikian, Vivo berhasil membawa kemampuan fotografi tingkat tinggi ke dalam genggaman tangan pengguna secara praktis dan portabel.
Teknologi zoom pada X300 Ultra memadukan telekonverter Zeiss 400mm dan sensor beresolusi tinggi 200MP. Telekonverter menghadirkan zoom optis 17x secara fisik, sementara sensor 200MP memungkinkan cropping resolusi tinggi sehingga jangkauan zoom dapat diperluas hingga 800mm atau setara 30x zoom. Pendekatan ini menghasilkan foto dengan kualitas lebih bersih dan minim noise dibandingkan zoom digital biasa yang hanya mengandalkan interpolasi piksel.
Teknologi Kamera dan Sensor Canggih
X300 Ultra menggunakan dua sensor 200MP yang saling melengkapi untuk mengcover seluruh rentang focal length tanpa kehilangan detail. Kamera utama mengusung sensor Sony LYT-901 berukuran 1/1,12 inci dengan panjang fokus 35mm. Sementara kamera telefoto periskop memakai sensor Samsung HPB berukuran sama dengan panjang fokus 85mm, yang juga sudah mendapatkan sertifikasi Zeiss APO. Peningkatan pada telekonverter 200mm menunjukkan fitur stabilisasi yang mampu meraih rating CIPA 6,5, menjamin hasil foto tetap tajam meski diambil dari jarak jauh.
Manajer produk Vivo, Han Boxiao, memperlihatkan sampel foto perdana telekonverter 400mm di platform Weibo. Foto tersebut menunjukkan bahwa bahkan pada zoom 70x, kualitas gambar tetap bisa digunakan. Vivo menyebut ini sebagai jangkauan zoom terbaik di antara smartphone yang beredar pada 2026.
Ekosistem Video Sinema yang Lengkap
Selain kemampuan fotografi, Vivo juga mengembangkan ekosistem lengkap untuk mendukung perekaman video profesional. Ketiga kamera belakang X300 Ultra dapat merekam video 4K pada 120fps dengan format 10-bit Log dan Dolby Vision, hasilnya tajam dan kaya warna. Fitur 3D LUT monitoring memudahkan videografer untuk melihat tampilan warna final di layar pada saat merekam dengan format flat log di latar belakang, meningkatkan kontrol kreatif saat produksi.
Untuk mengakomodasi kebutuhan profesional, Vivo bekerja sama dengan SmallRig merancang Pro Video Rig Kit khusus untuk X300 Ultra. Kit ini mencakup cage metal, dua pegangan dengan tombol shutter dan zoom lever berbasis Bluetooth, lampu LED yang bisa diatur, kipas pendingin aktif, serta mount-mount untuk berbagai aksesori seperti mikrofon, monitor, dan SSD eksternal. Dengan konfigurasi ini, X300 Ultra dapat bertransformasi menjadi perangkat video sinema profesional yang kompak.
Peluang Masuk Pasar Global dan Indonesia
X300 Ultra menandai langkah pertama lini Ultra Vivo yang diperkenalkan ke pasar global. Sebelumnya, varian Ultra hanya dipasarkan secara eksklusif di China. Sertifikasi Postel Komdigi yang sudah diterima oleh X300 Ultra memperkuat sinyal bahwa Indonesia masuk dalam daftar target peluncuran resmi. Walaupun harga dan tanggal rilis resmi belum diumumkan, kehadiran sertifikasi ini menunjukkan kesiapan Vivo untuk membawa teknologi terbaru ini ke konsumen Indonesia.
Keunggulan Fitur X300 Ultra
Berikut beberapa fitur kunci yang menonjol pada Vivo X300 Ultra:
- Zoom optis 17x dengan telekonverter Zeiss 400mm.
- Sensor 200MP dual untuk kemampuan zoom hingga 30x atau 800mm.
- Video 4K 120fps dengan format 10-bit Log dan Dolby Vision.
- Sistem stabilisasi periskop dengan rating CIPA 6,5.
- Pro Video Rig Kit dengan aksesori lengkap dari SmallRig.
- Fitur 3D LUT monitoring untuk pengaturan warna video secara real-time.
Vivo X300 Ultra bukan sekadar ponsel dengan kamera canggih, tapi sebuah solusi lengkap bagi pengguna yang membutuhkan performa fotografi dan videografi profesional dalam tubuh perangkat yang mudah dibawa. Dengan teknologi telekonverter yang inovatif dan dukungan ekosistem aksesoris lengkap, Vivo mengubah paradigma kamera smartphone menjadi alat yang mampu menggantikan kamera profesional di banyak situasi pemotretan dan produksi video.[data: Warta Ekonomi] Baca selengkapnya mengenai topik ini di: wartaekonomi.co.id
