Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI sedang menyelidiki sejumlah game di Steam yang diduga mengandung malware. Valve ikut mendukung penyelidikan itu dan meminta pengguna yang terdampak untuk membantu dengan menghubungi FBI.
Kasus ini menarik perhatian karena game yang terinfeksi tidak hanya merusak data, tetapi juga diduga mencuri uang dan informasi rahasia dari perangkat korban. Bagi pengguna Steam, isu ini penting karena ancaman muncul dari judul game yang terlihat normal dan sempat beredar di toko resmi.
FBI minta korban kirim laporan
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan FBI dan dikutip dalam laporan Notebookcheck, divisi FBI di Seattle mengidentifikasi delapan judul yang bermasalah. Game-game itu muncul di marketplace Steam dalam rentang sejak Mei hingga Januari.
FBI meminta masyarakat yang pernah mengunduh game terkait untuk mengisi formulir dan mengirimkan informasi tambahan. Langkah ini ditujukan untuk membantu penyidik memetakan dampak serangan serta mengidentifikasi pelaku di balik distribusi malware tersebut.
Valve juga disebut telah memverifikasi bahwa pesan terkait penyelidikan itu memang sah. Dalam komunikasi yang beredar di komunitas Steam, perusahaan mendorong pemain yang pernah mengunduh game tertentu untuk segera menghubungi FBI.
Namun, tidak sedikit pengguna yang awalnya ragu terhadap pesan tersebut. Keraguan muncul karena penipu sering menyamar sebagai lembaga resmi, termasuk aparat penegak hukum, untuk memancing korban memberikan data pribadi.
Daftar game yang disebut terdampak
FBI menyebut ada delapan judul yang diduga terkait kasus ini. Beberapa nama yang disebut dalam laporan referensi antara lain:
- BlockBlasters
- Chemia
- DashFPS
- PirateFi
Sebagian besar judul itu merupakan game indie dengan profil yang tidak terlalu besar. Meski begitu, jumlah unduhan dan tingkat keterpaparan dianggap cukup signifikan hingga memicu perhatian aparat federal.
Salah satu game yang paling banyak dibahas adalah DashFPS. Menurut tangkapan email yang dibagikan di subreddit Steam, Valve menegaskan perusahaan sedang “bekerja sama dengan penegak hukum” terkait game yang kini sudah dihapus itu.
Modus malware di game Steam
Pola ancaman yang muncul tidak selalu terlihat sejak hari pertama game dirilis. Dalam kasus BlockBlasters, game disebut awalnya hadir tanpa masalah sehingga lebih mudah membangun kepercayaan pemain.
Setelah itu, pengembang diduga merilis pembaruan yang menyisipkan malware. Laporan referensi menyebut BlockBlasters menggunakan batch script tersembunyi untuk menargetkan dompet kripto dan mencuri kredensial yang tersimpan di PC korban.
Dampaknya bisa sangat serius bagi pengguna. Tujuannya bukan hanya merusak sistem, tetapi juga membuka akses ke aset digital dan data sensitif yang tersimpan di perangkat.
Kasus BlockBlasters sempat mendapat sorotan setelah seorang streamer dilaporkan kehilangan lebih dari $30,000 saat siaran langsung. Insiden itu memperlihatkan bahwa serangan lewat game dapat berujung pada kerugian finansial nyata dalam waktu singkat.
Ancaman juga tidak selalu datang dari game utama. Dalam contoh lain yang disebut di laporan, workshop komunitas untuk game sandbox People Playground pernah disusupi mod berbahaya yang membawa virus.
Dalam skenario paling ringan, pengguna bisa kehilangan data simpanan permainan. Dalam kondisi terburuk, sistem operasi dapat rusak total dan rekening atau akun keuangan korban ikut terancam.
Valve disorot, tetapi juga ikut membantu
Valve selama ini dinilai cukup cepat menghapus game yang terbukti menyamarkan malware setelah ada laporan dari pengguna. Meski begitu, perusahaan tetap menghadapi kritik karena dianggap belum mampu menyaring judul berbahaya sebelum tampil di toko.
Kritik tersebut muncul karena biaya untuk menerbitkan game di Steam relatif rendah. Dengan arus game baru yang terus meningkat, tim moderasi dinilai kesulitan mengejar volume pengajuan yang sangat besar.
Situasi ini membuat pengawasan menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, Steam dikenal terbuka bagi banyak pengembang indie, tetapi di sisi lain model itu juga bisa dimanfaatkan pelaku jahat untuk menyisipkan ancaman siber.
Apa yang perlu dilakukan pengguna
Pengguna Steam yang merasa pernah mengunduh game dalam daftar penyelidikan perlu bertindak cepat. Sejumlah langkah dasar yang relevan antara lain:
- Hapus game dan file terkait dari perangkat.
- Jalankan pemindaian antivirus atau antimalware menyeluruh.
- Ubah kata sandi akun penting, terutama email, Steam, dan dompet kripto.
- Periksa aktivitas login serta transaksi mencurigakan.
- Simpan bukti unduhan, email, atau notifikasi yang berkaitan.
- Laporkan kasus kepada FBI bila termasuk korban yang terdampak.
Menurut laporan referensi, FBI dapat meminta wawancara lanjutan setelah seseorang mengirim formulir atau email. Hingga kini belum jelas apakah aparat di luar Amerika Serikat menjalankan penyelidikan serupa, sehingga pengguna global tetap perlu mengandalkan langkah pengamanan mandiri sambil memantau pemberitahuan resmi dari Valve dan otoritas terkait.
Source: www.notebookcheck.net






