Sekolah AI Janjikan Lulus Jadi Jutawan, Jika Gagal Uang Sekolah Kembali

Sebuah sekolah berbasis AI di Amerika Serikat menarik perhatian karena menawarkan janji yang tidak lazim. Alpha School menyatakan orang tua akan mendapat pengembalian penuh biaya sekolah jika anak tidak menghasilkan $1 juta saat lulus.

Program itu dibagikan Cameron Sorsby melalui platform X untuk jalur yang ditujukan kepada siswa yang ingin menjadi wirausaha. Inti penawarannya tegas, yakni target pendapatan $1 juta saat kelulusan atau uang sekolah dikembalikan penuh.

Janji ambisius dari sekolah berbasis AI

Menurut unggahan Sorsby, Alpha School sedang menyiapkan program dengan target yang disebut “agresif tetapi bisa dicapai”. Ia juga menyebut sekolah itu sedang merekrut 2 hingga 3 pelatih atau coach berkaliber tinggi untuk membimbing siswa mencapai sasaran tersebut.

Model yang ditawarkan bukan pembelajaran sekolah menengah biasa. Alpha School memosisikan diri sebagai institusi yang menggabungkan akademik berbasis AI dengan pelatihan keterampilan praktis, termasuk membangun bisnis sejak usia sekolah.

Di situs resminya, program sekolah menengah Alpha High hanya tersedia di Austin, Texas. Biaya pendidikannya tercantum sebesar $40,000, dan angka itulah yang dijanjikan akan dikembalikan jika target penghasilan siswa tidak tercapai saat lulus.

Bagaimana sistem belajarnya bekerja

Alpha School mengklaim siswa dapat menyelesaikan porsi akademik harian hanya dalam dua jam dengan bantuan AI. Sistem ini disebut memanfaatkan alat seperti ChatGPT dan Claude untuk menilai kemampuan siswa lalu menyesuaikan rencana belajar secara personal.

Pendekatan itu berbeda dari sekolah konvensional yang mengandalkan kelas tatap muka panjang dan ceramah guru. Dalam model Alpha, sisa waktu belajar digunakan untuk keterampilan hidup, proyek minat, dan aktivitas ko-kurikuler yang lebih aplikatif.

Pendiri Alpha School, MacKenzie Price, menyatakan para siswanya berada di kelompok 1 sampai 2 persen teratas di Amerika Serikat. Alpha juga mengklaim lebih dari 90 persen siswanya mengatakan mereka senang pergi ke sekolah.

Klaim tersebut menunjukkan upaya sekolah membangun citra bahwa personalisasi berbasis AI dapat meningkatkan hasil belajar sekaligus keterlibatan siswa. Namun, data itu perlu dipahami sebagai pernyataan dari pihak sekolah dan bukan hasil audit independen yang dipaparkan dalam artikel referensi.

Fokus pada kewirausahaan, bukan ceramah

Sorsby menjelaskan bahwa pelatih yang direkrut tidak akan memberi kuliah atau tugas rumah seperti guru biasa. Mereka justru akan menguji pemahaman siswa atas profit and loss, meninjau strategi email funnel, hingga mendampingi operasional bisnis yang dijalankan siswa.

Deskripsi itu memberi gambaran bahwa program ini diarahkan pada pengalaman bisnis nyata. Dalam unggahannya, Sorsby bahkan menyebut contoh konkret seperti mendorong siswa mengelola usaha yang sudah dibeli, termasuk car wash.

Jika skema ini dijalankan penuh, siswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan. Mereka akan dituntut membangun, menguji, dan menumbuhkan usaha dengan pengawasan intensif dari coach.

Berikut poin utama model program yang diungkap sejauh ini:

  1. Akademik harian dipadatkan menjadi sekitar dua jam dengan AI.
  2. Sisa waktu difokuskan pada proyek nyata dan pengembangan keterampilan.
  3. Jalur khusus ini menyasar siswa yang ingin menjadi entrepreneur.
  4. Target akhirnya adalah menghasilkan $1 juta saat kelulusan.
  5. Jika target gagal, biaya sekolah dijanjikan kembali penuh.

Biaya tinggi, imbal hasil lebih tinggi

Taruhan finansial program ini cukup besar. Dengan tuition $40,000, sekolah tidak hanya menjual pendidikan, tetapi juga menjual janji hasil yang sangat terukur.

Di sisi lain, angka $1 juta menjadikan program ini mudah viral karena langsung menyentuh kekhawatiran banyak keluarga soal mahalnya pendidikan. Dalam pasar pendidikan yang makin kompetitif, jaminan semacam ini menjadi pembeda yang kuat sekaligus mengundang pertanyaan tentang realistis atau tidaknya target tersebut.

Alpha School juga membuka lowongan bagi coach dengan bayaran hingga $150,000 per tahun, menurut daftar pekerjaan yang dikutip dalam artikel referensi. Nilai ini menunjukkan sekolah tampak serius membangun tim pembimbing yang dinilai mampu mengarahkan siswa ke target bisnis yang sangat tinggi.

Peluang dan tanda tanya

Di satu sisi, pendekatan Alpha School mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia pendidikan, yakni penggunaan AI untuk personalisasi belajar. Model ini relevan dengan kebutuhan era digital yang menuntut adaptasi cepat, kemampuan problem solving, dan literasi bisnis sejak dini.

Di sisi lain, janji “jadi jutawan saat lulus” tetap memerlukan pembuktian publik yang ketat. Artikel referensi tidak merinci kurikulum kewirausahaan, mekanisme evaluasi pendapatan siswa, atau syarat lengkap pengembalian uang sekolah, sehingga ruang pertanyaan masih terbuka lebar.

Bagi orang tua, isu utamanya bukan hanya apakah AI bisa mempercepat belajar, tetapi apakah sekolah mampu mengubah percepatan itu menjadi hasil ekonomi yang nyata. Bagi industri pendidikan, langkah Alpha School memperlihatkan bagaimana sekolah mulai menjual outcome yang sangat spesifik, bukan sekadar ijazah, nilai, atau klaim kesiapan masa depan.

Source: www.indiatoday.in

Terkait