AirPods Max 2 Datang Memburu, Chip H2 dan ANC 1,5x Cukup untuk Menantang Sony XM6?

Apple resmi memperbarui lini headphone over-ear premium mereka lewat AirPods Max 2. Pembaruan ini penting karena model baru tersebut akhirnya membawa chip H2, fitur yang selama ini sudah hadir di AirPods Pro generasi terbaru tetapi belum masuk ke AirPods Max.

Pertanyaan besarnya bukan lagi apakah AirPods Max 2 lebih baik dari pendahulunya. Fokus pasar kini bergeser ke duel yang lebih relevan, yakni apakah headphone seharga $549 ini cukup kuat untuk menantang Sony WH-1000XM6 yang selama ini dikenal unggul dalam kenyamanan, bobot, dan nilai beli.

AirPods Max 2 akhirnya mengejar fitur yang tertinggal

Menurut laporan Android Authority, AirPods Max 2 hadir lebih dari lima tahun setelah AirPods Max generasi pertama dan sekitar satu setengah tahun setelah penyegaran USB-C. Secara fisik, model baru ini disebut nyaris identik dengan versi USB-C sebelumnya, sehingga peningkatan utamanya memang ada di sisi chip dan fitur.

Chip H2 membuka rangkaian kemampuan baru yang membuat AirPods Max 2 lebih sejajar dengan produk audio Apple lain. Fitur yang dibawa mencakup Adaptive Audio, Conversation Awareness, Live Translation, Voice Isolation, Camera Remote, studio-quality audio recording, Loud Sound Reduction, Personalized Volume, serta interaksi Siri lewat gerakan kepala.

Bagi pengguna iPhone, iPad, dan Mac, tambahan ini jelas memperkuat posisi AirPods Max 2 sebagai perangkat yang sangat terintegrasi dengan ekosistem Apple. Android Authority menilai AirPods Max 2 pada dasarnya sedang “mengejar ketertinggalan” karena banyak fitur tersebut sudah lama tersedia di earbud Apple.

Peningkatan ANC dan kualitas audio jadi senjata utama

Apple mengklaim active noise cancelation pada AirPods Max 2 kini 1,5 kali lebih efektif dibanding generasi pertama. Klaim ini penting karena persaingan di kelas headphone premium sering ditentukan oleh kualitas ANC di situasi nyata, seperti di kabin pesawat, transportasi umum, atau kantor terbuka.

Selain itu, Apple juga menyematkan high-dynamic-range amplifier baru untuk menghasilkan suara yang lebih bersih. Di atas kertas, kombinasi chip H2, amplifier baru, dan pemrosesan audio terbaru memberi AirPods Max 2 fondasi teknis yang lebih kuat daripada model lama.

Satu fitur yang tetap menarik adalah dukungan audio lossless 24-bit/48kHz melalui kabel USB-C bawaan. Saat digunakan dengan kabel, headphone ini juga mendukung Personalized Spatial Audio dengan pelacakan kepala, yang menurut sumber menjadi nilai pembeda penting di kelasnya.

Untuk penggunaan nirkabel, Apple tetap menawarkan latensi audio lebih rendah saat dipakai bersama Game Mode di iOS, iPadOS, dan macOS. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin satu headphone untuk musik, film, panggilan, dan gaming kasual dalam satu ekosistem.

Yang berubah sedikit, yang dipertahankan juga memicu kritik

Di luar peningkatan internal, desain AirPods Max 2 tidak banyak berubah. Smart Case juga tetap dipertahankan, padahal aksesori ini sudah lama menuai kritik karena bentuknya dianggap kurang melindungi headphone secara optimal.

Pilihan warna justru menjadi salah satu pembaruan visual yang paling jelas. AirPods Max 2 dijual dalam lima warna baru, yaitu Midnight, Starlight, Orange, Purple, dan Blue.

Harga jualnya tetap $549, sama seperti pendahulunya. Pemesanan dibuka mulai March 25, dengan ketersediaan menyusul pada awal bulan berikutnya.

Apakah bisa menandingi Sony WH-1000XM6?

Di sinilah persaingan menjadi menarik. Sony WH-1000XM6 dipandang sebagai lawan yang sulit karena lini WH-1000X selama ini kuat dalam ANC, bobot yang lebih ringan, kenyamanan pemakaian lama, serta harga yang biasanya lebih kompetitif dibanding AirPods Max.

Android Authority mencatat bahwa Sony XM6 berpotensi tetap lebih unggul karena lebih murah, lebih ringan, dan mungkin lebih baik secara keseluruhan. Penilaian itu masuk akal, terutama bagi pembeli yang tidak sepenuhnya hidup di dalam ekosistem Apple.

Meski begitu, AirPods Max 2 punya keunggulan yang tidak mudah disamai Sony, yakni integrasi erat dengan perangkat Apple. Fitur seperti pergantian perangkat yang mulus, audio spasial yang lebih menyatu, respons Siri dengan anggukan atau gelengan, hingga fitur berbasis H2 memberi nilai praktis yang lebih terasa bagi pengguna iPhone dan Mac.

Poin perbandingan utama AirPods Max 2 vs Sony XM6

  1. Integrasi ekosistem
    AirPods Max 2 unggul untuk pengguna Apple. Sony biasanya lebih netral dan fleksibel lintas platform.

  2. Active noise cancelation
    Apple menjanjikan peningkatan 1,5 kali dari generasi awal. Namun, keunggulan nyata atas XM6 masih perlu dibuktikan lewat pengujian langsung.

  3. Bobot dan kenyamanan
    Sony selama ini identik dengan desain yang lebih ringan. Ini penting untuk pemakaian berjam-jam.

  4. Harga
    AirPods Max 2 dibanderol $549. Faktor ini membuat persaingan nilai beli tetap berat bagi Apple.

  5. Fitur audio premium
    Apple menawarkan lossless 24-bit/48kHz via USB-C dan Personalized Spatial Audio dengan head tracking. Ini menjadi daya tarik kuat untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman audio dalam ekosistem Apple.

AirPods Max 2 pada akhirnya tampil sebagai penyegaran yang lama ditunggu, bukan perombakan total. Produk ini tampak lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih relevan daripada generasi sebelumnya, tetapi pertarungan melawan Sony WH-1000XM6 akan sangat ditentukan oleh satu hal yang belum sepenuhnya terjawab: seberapa besar peningkatan ANC dan kualitas suara itu terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button