Apple Watch Diduga Membakar Pergelangan, Bekas Luka Tersisa dan Dukungan Apple Berlarut-larut

Seorang pengguna Apple Watch melaporkan luka bakar di pergelangan tangan setelah bagian belakang jam pintar itu disebut tiba-tiba menjadi sangat panas saat dipakai bekerja di depan laptop. Laporan itu muncul di Reddit dan kemudian dikutip oleh Notebookcheck, yang menyoroti risiko serius jika perangkat wearable mengalami cacat baterai.

Menurut keterangan dalam laporan tersebut, insiden terjadi pada 24 September ketika perangkat yang dikenakan mendadak memanas. Pengguna segera melepas Apple Watch, tetapi kulit disebut sudah sempat terbakar dan meninggalkan bekas luka yang masih terlihat bahkan setelah berbulan-bulan.

Kronologi insiden yang dilaporkan

Notebookcheck menulis bahwa Apple Watch tidak tampak mengalami kerusakan fisik yang terlihat dari luar. Meski begitu, penyebab luka bakar belum dipastikan, dan dugaan paling kuat mengarah pada masalah baterai.

Dalam perangkat wearable, baterai lithium-ion memang dapat menimbulkan panas berlebih bila terjadi kegagalan internal. Risiko seperti ini tergolong jarang, tetapi ketika terjadi, perangkat yang menempel langsung ke kulit dapat memicu cedera lebih cepat dibanding gawai biasa.

Pengguna itu mengaku langsung menghubungi Apple pada hari yang sama setelah insiden terjadi. Namun, menurut laporannya, penanganan kasus tersebut belum juga tuntas meski sudah berjalan lebih dari enam bulan.

Pada tahap awal, Apple disebut sempat menduga lepuh pada kulit sebagai reaksi alergi. Di sisi lain, perusahaan juga dikabarkan menyatakan ingin menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut, tetapi tindak lanjut yang dijanjikan disebut tidak pernah benar-benar datang.

Keluhan soal proses dukungan Apple

Masalah kemudian bergeser dari dugaan cacat perangkat menjadi keluhan terhadap proses layanan purnajual. Pengguna menyebut Apple meminta agar smartwatch dikirim ke fasilitas Apple di Irlandia untuk diperiksa penyebab insidennya.

Namun, proses penjemputan perangkat yang dikatakan sudah disepakati justru disebut tidak pernah terlaksana. Saat pengguna kembali menghubungi dukungan Apple, staf berikutnya dilaporkan menolak mengatur pengambilan unit tersebut.

Setelah beberapa pekan, pengguna akhirnya mendapat jadwal kunjungan ke Genius Bar di Apple Store. Akan tetapi, saat tiba di lokasi, toko disebut tidak mengetahui adanya janji temu itu sehingga Apple Watch tidak diterima dan tidak dikirim ke Irlandia untuk analisis.

Menurut laporan yang sama, pesan lanjutan yang dikirim pengguna kepada petugas dukungan juga tidak lagi mendapat balasan. Rangkaian peristiwa ini memunculkan kritik soal koordinasi internal layanan pelanggan saat menghadapi kasus yang menyangkut keselamatan pengguna.

Fakta yang sudah diketahui dan yang belum terverifikasi

Hingga kini, belum ada hasil investigasi teknis resmi yang dipublikasikan untuk menjelaskan penyebab pasti perangkat itu memanas. Karena itu, laporan ini tetap perlu dipandang hati-hati, seperti juga diingatkan Notebookcheck dalam artikelnya.

Ada beberapa poin yang bisa dipisahkan antara fakta laporan dan hal yang masih berupa dugaan. Pendekatan ini penting agar pembaca tidak menarik kesimpulan melebihi informasi yang tersedia.

  1. Yang dilaporkan: bagian belakang Apple Watch menjadi sangat panas dan diduga menyebabkan luka bakar.
  2. Yang terlihat: bekas luka disebut masih ada selama berbulan-bulan.
  3. Yang belum pasti: penyebab teknis insiden belum dikonfirmasi secara independen.
  4. Dugaan paling mungkin: cacat baterai, tetapi belum ada verifikasi resmi dari Apple.

Apple Watch sendiri dijual mulai $299 di Amazon, sebagaimana dicantumkan dalam laporan sumber. Produk di kategori ini dirancang untuk dipakai lama dan menempel langsung ke tubuh, sehingga setiap keluhan terkait panas berlebih biasanya menjadi perhatian serius.

Mengapa kasus ini menarik perhatian

Kasus seperti ini cepat menarik perhatian publik karena menyangkut dua isu sekaligus, yakni keselamatan perangkat dan kualitas layanan dukungan. Saat perangkat yang dipakai harian diduga menyebabkan luka fisik, respons produsen menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Dalam ekosistem perangkat wearable, panas ringan saat pengisian daya atau pemrosesan berat sering masih dianggap normal dalam batas tertentu. Namun, kondisi ketika perangkat menjadi “sangat panas” saat sedang dipakai dan meninggalkan luka jelas berada di luar pengalaman penggunaan yang wajar.

Pengguna perangkat wearable dapat memperhatikan beberapa tanda awal jika perangkat mulai bermasalah. Langkah dasar ini relevan untuk semua jam pintar, bukan hanya Apple Watch.

  1. Segera lepaskan perangkat jika terasa panas tidak normal.
  2. Hentikan pengisian daya bila suhu perangkat meningkat tajam.
  3. Simpan dokumentasi berupa foto luka, kondisi perangkat, dan waktu kejadian.
  4. Hubungi dukungan resmi dan minta nomor kasus agar riwayat komunikasi tercatat.
  5. Jika ada cedera, cari penanganan medis dan simpan dokumen pendukung.

Sampai saat ini, sorotan utama kasus tersebut bukan hanya pada dugaan baterai bermasalah, tetapi juga pada belum jelasnya hasil investigasi setelah berbulan-bulan. Selama belum ada penjelasan teknis resmi, laporan ini tetap berada pada level klaim pengguna yang diperkuat oleh kronologi rinci, bekas luka yang disebut masih terlihat, dan rangkaian masalah dukungan Apple yang dinilai berlarut-larut.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait