Setelah 16 Tahun Menunggu, Spotify Akhirnya Siapkan Folder Playlist di Android

Spotify dilaporkan sedang menyiapkan fitur yang sudah lama dinantikan pengguna Android, yakni pembuatan dan pengelolaan folder playlist langsung dari aplikasi. Jika langkah ini benar-benar dirilis, pengguna tidak lagi harus bergantung pada desktop untuk merapikan koleksi playlist yang jumlahnya makin banyak.

Selama ini, aplikasi mobile Spotify memang sudah mendukung sebagian besar fitur utama yang tersedia di versi desktop dan web. Namun ada satu kekurangan yang cukup terasa bagi pengguna aktif, yaitu ketidakmampuan membuat, mengedit, atau menghapus folder playlist langsung dari ponsel Android.

Spotify mulai siapkan folder playlist di Android

Laporan Android Authority menyebut temuan kode pada Spotify versi 9.1.34.12 yang mengindikasikan kehadiran fitur Playlist folders di Android. Dari potongan kode itu, terlihat bahwa pengguna nantinya dapat membuat folder baru dan memberi nama folder tersebut tanpa keluar dari aplikasi.

Fitur ini sebenarnya bukan hal baru di ekosistem Spotify secara umum. Folder playlist sudah tersedia di desktop sejak lebih dari satu dekade lalu, tetapi akses pengelolaannya selama ini tetap terkunci untuk klien desktop saja.

Di aplikasi mobile, pengguna selama ini hanya bisa melihat folder yang sudah dibuat sebelumnya. Artinya, Android hanya berfungsi sebagai tempat membuka hasil pengaturan library, bukan tempat untuk menyusun atau menata playlist itu sendiri.

Fitur yang terdeteksi dari kode aplikasi

Temuan kode itu memberi gambaran awal soal fungsi yang kemungkinan akan dihadirkan Spotify. Sejauh ini, beberapa kemampuan yang terindikasi meliputi:

  1. Membuat folder playlist baru.
  2. Memberi nama folder.
  3. Mengganti nama folder.
  4. Menghapus folder.
  5. Memindahkan playlist ke dalam folder.
  6. Mengeluarkan playlist dari folder ke Your Library.

Android Authority juga menemukan peringatan saat pengguna ingin menghapus folder. Pesan itu berbunyi, “Do you really want to delete this folder and all playlist inside”, yang menunjukkan bahwa penghapusan folder akan ikut menghapus susunan playlist di dalamnya dari struktur organisasi tersebut.

Selain itu, ada juga string kode yang merujuk pada opsi “Move to folder” dan “Move to Your Library”. Ini mengindikasikan bahwa Spotify tidak hanya ingin menghadirkan folder sebagai tempat penyimpanan pasif, tetapi juga alat manajemen library yang lebih fleksibel di Android.

Kenapa fitur ini penting bagi pengguna mobile

Bagi pengguna yang memiliki banyak playlist, folder adalah fitur dasar untuk menjaga library tetap rapi. Folder memungkinkan playlist dikelompokkan berdasarkan tema, suasana, aktivitas, atau genre, bahkan dapat disusun dalam subfolder di platform yang mendukungnya.

Ketiadaan fitur ini di Android selama bertahun-tahun membuat pengalaman mobile terasa tertinggal dibanding desktop. Padahal, banyak pengguna kini lebih sering mengakses Spotify lewat ponsel daripada komputer.

Kondisi itu juga memunculkan solusi sementara yang kurang praktis. Sebagian pengguna membuka Spotify lewat browser ponsel dan memaksa tampilan situs desktop hanya untuk mengakses alat pengelolaan tertentu yang tidak tersedia di aplikasi.

Jika folder playlist benar-benar hadir secara native di Android, kebutuhan akan trik semacam itu bisa berkurang. Ini akan membantu pengguna yang tidak punya akses rutin ke desktop, tetapi tetap ingin menata perpustakaan musik dengan rapi.

Belum ada jadwal rilis resmi

Meski indikasinya cukup jelas, fitur ini belum bisa dianggap siap diluncurkan dalam waktu dekat. Temuan saat ini masih sebatas baris kode, dan belum ada tampilan resmi atau pengumuman publik dari Spotify terkait jadwal ketersediaannya.

Dalam pengembangan aplikasi, keberadaan kode sering menjadi tanda bahwa fitur sedang diuji atau dipersiapkan. Namun tidak semua fitur yang muncul di kode langsung dirilis, dan proses peluncurannya bisa berlangsung bertahap.

Karena itu, pengguna Android masih perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Spotify. Meski begitu, arah pengembangannya sudah menunjukkan bahwa perusahaan mulai menutup salah satu celah paling lama di aplikasi mobile mereka.

Dampak bagi ekosistem Spotify

Langkah ini dapat memperkuat posisi aplikasi Android sebagai pusat utama penggunaan Spotify, bukan sekadar pelengkap dari desktop. Bagi layanan streaming musik, kemudahan mengelola library adalah bagian penting dari retensi pengguna, terutama untuk pendengar yang mengandalkan playlist sebagai cara utama menikmati musik.

Dengan kata lain, fitur folder playlist di Android bukan sekadar tambahan kecil. Ini adalah pembaruan yang bisa mengubah cara pengguna mengelola koleksi mereka sehari-hari, terutama ketika seluruh aktivitas mendengarkan musik kini semakin terpusat di smartphone.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait

Back to top button