Sepotong Pizza Bisa Terbaca, Coach AI Fitbit Segera Ungkap Dampaknya ke Glukosa

Fitbit bersiap memperluas fungsi pelatih kesehatan berbasis AI miliknya dengan data yang jauh lebih lengkap. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menanyakan dampak makanan tertentu, termasuk sepotong pizza, terhadap kadar glukosa mereka.

Informasi itu muncul setelah Google mengumumkan serangkaian pembaruan Fitbit untuk pengguna Public Preview. Fokus utamanya ada pada integrasi continuous glucose monitor, peningkatan pelacakan tidur, dan kemampuan menghubungkan rekam medis ke aplikasi Fitbit.

AI Fitbit akan membaca konteks kesehatan lebih luas

Google sebelumnya memperkenalkan pelatih kesehatan pribadi Fitbit yang ditenagai AI dan diperkaya teknologi Gemini. Asisten ini dirancang untuk berperan sebagai pelatih kebugaran, pelatih tidur, serta penasihat kesehatan dan kebugaran.

Lewat pembaruan terbaru, kemampuan AI itu akan menjadi lebih kontekstual. Jika sebelumnya saran lebih banyak bertumpu pada data aktivitas dan tidur, ke depan AI juga akan mempertimbangkan data glukosa dan rekam medis pengguna yang terhubung.

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah dukungan untuk continuous glucose monitor melalui Health Connect. Dengan integrasi ini, pengguna nantinya bisa bertanya langsung kepada AI Fitbit, seperti “Bagaimana sepotong pizza ini akan memengaruhi kadar glukosa?”

Fitur tersebut dijadwalkan hadir untuk pengguna Public Preview mulai bulan depan. Kehadiran integrasi ini menunjukkan arah baru Fitbit yang tidak lagi hanya berfokus pada kebugaran umum, tetapi juga pada pemantauan metabolik yang lebih personal.

Mengapa fitur glukosa ini penting

Continuous glucose monitor atau CGM selama ini lekat dengan pemantauan kadar gula darah secara real-time. Ketika data ini dihubungkan ke Fitbit, AI berpotensi memberi penjelasan yang lebih mudah dipahami soal respons tubuh terhadap makanan, aktivitas, atau pola tidur.

Bagi pengguna, ini bisa membantu membaca hubungan antara pilihan makan dan kondisi tubuh sehari-hari. Namun manfaatnya tetap bergantung pada kualitas data yang masuk dan tidak menggantikan saran medis profesional.

Google belum menjelaskan detail semua model CGM yang didukung dalam pengumuman tersebut. Perusahaan hanya menegaskan bahwa koneksi dilakukan melalui Health Connect, platform Android yang dirancang untuk menyatukan data kesehatan dari berbagai aplikasi dan perangkat.

Rekam medis juga bisa ditautkan ke aplikasi Fitbit

Selain data glukosa, Google juga menyiapkan integrasi rekam medis di aplikasi Fitbit untuk pengguna Public Preview. Jika fitur ini diaktifkan, AI Fitbit dapat menyusun gambaran kesehatan yang lebih utuh berdasarkan hasil laboratorium, obat-obatan, jadwal kunjungan dokter, dan data terkait lain.

Google menyebut akses ke data sensitif semacam itu membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Karena itu, perusahaan bekerja sama dengan b. well, platform kesehatan digital, dan CLEAR, platform verifikasi identitas aman.

Pengguna nantinya memiliki dua opsi saat menghubungkan rekam medis. Opsi itu meliputi pencarian penyedia layanan kesehatan untuk menautkan portal mereka, atau verifikasi identitas lewat CLEAR agar Fitbit dapat membantu menelusuri rekam medis atas nama pengguna.

Berikut ringkasan pembaruan utama yang diumumkan Google:

  1. Integrasi continuous glucose monitor melalui Health Connect.
  2. Kemampuan AI Fitbit menjawab pertanyaan soal dampak makanan pada glukosa.
  3. Opsi menautkan rekam medis ke aplikasi Fitbit.
  4. Peningkatan algoritma pelacakan tidur.
  5. Desain ulang Sleep Score agar lebih informatif dan bisa ditindaklanjuti.

Akurasi pelacakan tidur ikut ditingkatkan

Di saat yang sama, Google juga memperbarui sisi pemantauan tidur Fitbit. Menurut keterangan perusahaan di blog resminya, algoritma pelacakan tidur kini ditingkatkan dengan klaim akurasi yang lebih baik hingga 15 persen.

Peningkatan itu difokuskan pada beberapa area penting. Sistem disebut lebih baik dalam menangkap transisi antar tahap tidur, membedakan kondisi saat pengguna benar-benar mencoba tidur dengan saat hanya berbaring santai, serta mengenali gangguan tidur dibanding kegelisahan biasa.

Google juga merombak tampilan dan isi Sleep Score. Nantinya, skor tidur tidak hanya menampilkan ringkasan umum, tetapi juga insight yang lebih bisa ditindaklanjuti, misalnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar tertidur dan bukan sekadar berapa lama tidur nyenyak yang didapat.

Perusahaan menyatakan peningkatan pelacakan tidur mulai diluncurkan dalam beberapa hari ke depan untuk pengguna Public Preview. Sementara pengalaman Sleep Score yang baru akan hadir dalam beberapa pekan berikutnya.

Arah Fitbit makin dekat ke platform kesehatan terpadu

Langkah ini memperlihatkan strategi Google untuk mendorong Fitbit menjadi pusat data kesehatan pribadi yang lebih komprehensif. Bukan hanya menghitung langkah dan detak jantung, tetapi juga membantu pengguna memahami hubungan antara tidur, makanan, glukosa, obat, dan riwayat medis.

Di sisi lain, isu privasi akan menjadi sorotan utama karena data yang diproses semakin sensitif. Google menekankan adanya kemitraan dengan layanan identitas dan platform kesehatan untuk proses penghubungan data, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna soal data apa yang ingin dibagikan ke aplikasi Fitbit.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button