Review Crimson Desert PS5 Tertahan, Akses Situs Diblokir Jelang Rilis

Menjelang tanggal rilis Crimson Desert, ulasan untuk versi PS5 dan Xbox Series X|S diperkirakan tidak akan banyak bermunculan. Sejumlah media teknis yang biasanya menguji performa game sejak awal justru belum mendapat akses fungsional ke versi konsol karena server aktivasi dilaporkan masih belum aktif.

Situasi ini memicu pertanyaan dari calon pembeli, terutama pemain konsol yang menunggu kepastian performa sebelum membeli. Fokus perhatian pun mengarah pada kemungkinan bahwa review hari pertama lebih banyak berbasis versi PC, sementara performa di PS5 standar dan Xbox Series X|S masih belum terverifikasi secara luas.

Akses versi konsol masih terbatas

Notebookcheck melaporkan bahwa minimnya cuplikan gameplay PS5 dan Xbox Series X|S terlihat tidak biasa menjelang peluncuran. Kritik dari komunitas muncul karena Pearl Abyss dinilai belum menunjukkan gambaran utuh tentang performa game di perangkat konsol yang lebih umum dipakai.

Media analisis teknis Digital Foundry menjadi salah satu rujukan penting dalam isu ini. Berdasarkan laporan tersebut, Digital Foundry menyatakan di Discord bahwa pengujian versi PS5 dan Xbox belum bisa dilakukan karena server aktivasi yang dibutuhkan masih offline.

John Linneman dari Digital Foundry disebut menjelaskan bahwa pengikut mereka sebaiknya tidak mengharapkan footage versi PS5 atau Xbox dalam waktu dekat. Pernyataan itu penting karena Digital Foundry selama ini dikenal sebagai salah satu media yang sering membedah kualitas visual, frame rate, dan stabilitas performa lintas platform.

Yang sudah diuji baru PS5 Pro

Meski akses ke versi konsol reguler terhambat, Digital Foundry sebelumnya sempat mempublikasikan tinjauan performa yang cenderung positif untuk Crimson Desert di PS5 Pro. Hal ini menunjukkan bahwa Pearl Abyss tetap membuka sebagian akses teknis, tetapi belum mencakup semua platform konsol yang paling banyak dipantau pemain.

Laporan sumber menyebut Pearl Abyss bahkan cukup terbuka saat membahas tantangan teknis dari dunia terbuka besar bernama Pywel. Studio itu juga disebut mengirimkan perwakilan beserta salinan game untuk pengujian di PS5 Pro, namun langkah tersebut belum menjawab pertanyaan utama soal performa di PS5 standar dan Xbox Series X|S.

Kondisi ini membuat PS5 Pro menjadi satu-satunya gambaran awal yang bisa dibaca publik dari sisi konsol. Padahal, basis pengguna terbesar justru berada di model standar, bukan di perangkat yang lebih kuat seperti PS5 Pro.

Tanda bahaya atau kendala teknis biasa?

Belum ada bukti pasti bahwa Pearl Abyss sedang menutupi masalah performa. Namun, absennya pengujian independen untuk versi konsol menjelang rilis tetap dianggap sebagai sinyal yang layak dicermati, terutama untuk game open-world dengan tuntutan grafis tinggi.

Notebookcheck menyoroti bahwa sebagian pemain mengingat pola serupa saat peluncuran Cyberpunk 2077. Saat itu, review awal tidak sepenuhnya mencerminkan pengalaman pemain di konsol generasi lama, sehingga banyak pengguna baru mengetahui masalah performa setelah game resmi dijual luas.

Perbandingan itu memang belum tentu relevan sepenuhnya untuk Crimson Desert. Meski begitu, pola kehati-hatian konsumen sekarang jauh lebih tinggi ketika game besar belum bisa diuji merata di semua platform utama.

Apa yang terungkap dari performa PS5 Pro

Digital Foundry mencatat bahwa mode Performance di PS5 Pro menargetkan 60 fps dengan output 4K hasil upscaling. Namun dalam adegan yang padat, frame rate disebut bisa turun hingga di bawah 40 fps.

Temuan ini cukup penting karena PS5 Pro adalah perangkat yang lebih kuat dibanding PS5 biasa. Konsol tersebut juga memiliki teknologi upscaling PSSR yang lebih efektif, dan versi yang ditingkatkan disebut mulai digulirkan.

Jika perangkat sekelas PS5 Pro saja masih mengalami penurunan frame rate di momen tertentu, maka wajar jika pemain mempertanyakan hasil pada hardware yang lebih rendah. Di sisi lain, selisih performa tidak bisa langsung disimpulkan tanpa pengujian final di PS5 standar dan Xbox Series X|S.

Faktor mesin game bisa jadi penentu

Ada satu sisi yang memberi sedikit ruang optimisme. Digital Foundry menilai BlackSpace Engine milik Pearl Abyss sering kali tidak seberat Unreal Engine 5 dalam membebani CPU, sehingga performa di perangkat yang lebih rendah belum tentu otomatis buruk.

Artinya, keterbatasan GPU pada PS5 standar atau Xbox Series S tidak selalu berarti pengalaman bermain akan gagal total. Jika beban CPU tetap terkendali dan optimisasi akhir berjalan baik, versi konsol masih bisa memberi hasil yang layak untuk mayoritas pemain.

Berikut poin penting yang sejauh ini diketahui:

  1. Review teknis versi PS5 dan Xbox masih minim karena server aktivasi belum aktif.
  2. Pengujian yang sudah muncul lebih banyak menyorot versi PC dan PS5 Pro.
  3. Di PS5 Pro, mode 60 fps bisa turun di bawah 40 fps pada adegan padat.
  4. Pearl Abyss belum memberi gambaran penuh soal performa konsol standar.
  5. BlackSpace Engine dinilai berpotensi lebih ringan pada CPU dibanding Unreal Engine 5.

Di tengah pre-order Steam yang dilaporkan kuat, perhatian kini tertuju pada langkah Pearl Abyss beberapa hari terakhir sebelum game tersedia luas. Bagi pemain konsol, hal yang paling dinantikan bukan hanya trailer baru, melainkan akses review independen yang benar-benar memperlihatkan bagaimana Crimson Desert berjalan di PS5 dan Xbox Series X|S saat rilis.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button